
" Selamat pagi, apa Pak Darren Atmaja ada? " Tanya Wayan.
Lisa menjatuhkan pena yang dipegamgnya terkejut melihat sosok yang berada didepan mejanya. " Ada pak. Ada yang bisa saya bantu " Tanya Lisa. Dalam hatinya bertanya-tanya untuk apa pengacara kondang ini mencari Darren.
" Saya hanya ingin bicara sebentar dengannya. Apa pak Darren sedang sibuk? "
" Bapak sudah buat janji dengan pak Darren? "
" Saya rasa saya tidak perlu membuat janji dengannya. saya hanya akan meminta waktunya lima belas menit saja "
" Baiklah. Mari saya antar " Lisa segera beranjak dari mejanya dan mengetuk pintu ruangan Darren.
" Masuk " Terdengar jawaban dari dalam ruangan.
Lisa segera membuka pintu dan mempersilahkan Wayan masuk kedalam. Lalu Lisa kembali keluar ruangan untuk menyiapkan minuman untuk Wayan dan Darren.
Tak kalah terkejutnya dengan Lisa, Darren pun terpekik begitu Wayan mengenalkan dirinya sebagai pengacara Shima. Gila! Shima tidak main-main meminta bercerai darinya. Bahkan ia menggandeng pengacara sehandal Wayan. entah berapa banyak harga yang harus ia keluarkan demi menyewanya. Yang pastinya bukan harga yang murah. Sepertinya Darren terlalu menganggap remeh seorang Shima.
" Saya harap bapak segera menandatangani surat gugatan cerai itu "
__ADS_1
" Saya tidak akan menceraikan Shima " Darren bersikeras.
" Nyonya Shima sudah mengantongi dua bukti video yang akan memberatkan bapak dipersidangan nanti. Jika bapak mempermudah saya, maka saya juga akan mempermudah bapak. Asal bapak tahu, Bapak terlalu lemah untuk memenangkan semua ini "
" Bapak mengancam saya? "
" Saya tidak mengancam, saya hanya mengingatkan saja bahwa posisi bapak saat ini sangat buruk. Jika video itu saya biarkan menyebar, maka karir bapak akan segera habis "
Darren terdiam. Otaknya berputar mencari cara untuk mencegah perceraian itu terjadi. " Baiklah. Akan saya tanda tangani tapi saya punya satu syarat "
" Silahkan ajukan syarat anda "
" Aku mau Shima mendapatkan dahulu calon suami oenggantiku "
" Iya, katakan itu padanya. Jika dia sudah siap dengan calon suaminya. Pastikan dia jauh lebih baik dari saya. Maka saya akan segera menandatangani surat gugatan cerai itu "
" Akan segera saya bicarakan dengan Nyonya Shima. baik terima kasih waktunya "
Wayan segera keluar dari ruangan Darren setelah berjabat tangan dengan Darren. Darren tersenyum puas. Kita lihat saja Shima, apakah semudah itu kamu akan mendapatkan seorang calon suami sedangkan menjanda saja belum. Apakah semudah itu mencari seseorang yang akan menerimamu apa adanya?
__ADS_1
################################
" Apa???" Shima tiba-tiba menggebrak meja didepnnya mendengar cerita wayan tentang persyaratan yang diajukan oleh Darren. dua lelaki yang duduk semeja dengannya saling pandang. Semenjak proses perceraian nya dengan Darren berlangsung, Shima terlihat lebih emosian dan kekanak-kanakan dari sebelumnya.
" Gila kali dia ya. Mana ada persyaratan kaya gitu " Makinya antara marah dan bingung dengan persyaratan yang diajukan oleh Darren.
" Itu soal gampang " Potong Tian.
" Gampang darimana Tian, pacar aja gak punya apalagi calon suami. boro-boro mau mikirin pacar, mikirin diri sendiri aja gak sanggup " Otak Shima mulai berhitung. Apartemen, pengacara, Tian. Duh... bagaimana ia harus membayar nya?
" Ada tuan Kim "
Bibir Shima langsung mengerucut. " Kamu aja yang jadi pacarku ya Tian " Shima memohon.
" Apa kamu tidak dengar kata pak Wayan? Dia ingin kamu mencari calon suami yang lebih daripada dia. Aku tidak sebanding dengan Darren "
" Masa bodo. Yang penting aku dapat calon suami "
" Kalau Darren tetap tidak mau menceraikan mu karena aku tak lebih baik darinya bagaimana? "
__ADS_1
" Jika cara ini tidak berhasil. Pakailah cara yang kau suka. Aku pusing " Gerutunya lalu menghilang dibalik pintu kamarnya.
hanya Tian dan Wayan yang terlihat saling pandang diruang tamu. Bagaimana bisa ia meninggalkan tamunya yang sedang mencari solusi untuk perceraian nya. Sedang ia asyik bersembunyi didalam kamrnya. Shima.. Shima.. !