Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 67


__ADS_3

Tok.. tok.. tok.. Tian mengetuk pintu apartemen Shima. Tak ada jawaban. Tok.. tok.. tok.. sekali lagi pintu itu diketuknya. Tetap tidak ada jawaban. Tak ingin menunggu lebih lama lagi, Tian merogoh saku celananya dan mengambil sebuah kunci cadangan untuk membuka pintu apartemen Shima.


Ruangan masih terlihat gelap saat Tian masuk. Tian segera mengetuk pintu kamar Shima. Tak lama kemudian Shima membuka pintu kamarnya.


" Jam berapa ini? kenapa kamu sudah disini " Tanyanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Rambutnya tampak tak beraturan. Kantuk yang sangat menghiasi wajah ayunya.


" Jam 5. Ayo jogging "


" Apa? jogging? Enggak ah. Aku masih ngantuk " Shima hendak menutup pintu kamarnya tapi terhalang oleh kaki Tian.


" Cepat mandi dan ganti bajumu "


" Tidak mau! Aku mau tidur! " Teriaknya.


" Mau aku masuk ke dalam? " Ancam Tian.


" Coba saja kalau kau berani! "


" Untuk apa aku takut pada wanita kecil sepertimu "


" Akan ku adukan pada Tuan Kim. Biar kamu dipecat "


" Silahkan kalau berani. Cepatlah! Matahari sudah meninggi. Aku tunggu diruang tamu, oke! "

__ADS_1


Tian pergi berjalan ke ruang tamu. Sedang Shima hanya bisa memanyunkan bibirnya kesal. Ia bergegas mandi dan mengganti bajunya dengan pakaian olah raga.


" Ayo! " Ajaknya pada Tian yang masih menonton televisi.


Tian tersenyum memandang Shima dengan pakaian olah raganya. Ia segera bangun dan keluar apartemen. Pagi masih gelap dan terasa dingin. Tian sudah berlari perlahan dan memimpin didepan Shima. Sekilas terlintas rasa kagum dihati Shima melihat postur tubuh Tian yang begitu sempurna. Wajahnya pun tampan. Jika dibandingkan dengan Darren, Tian memang lebih unggul. Hanya saja, mungkin Tian kurang beruntung dalam pekerjannya.


Buru-buru Shima menepis pikiran di kepalanya. Sadarlah Shima! Kau bahkan belum menjadi seorang janda. ia terhanyut dalam pikirannya sendiri hingga Ia tak menyadari Tian mendadak berhenti berlari dan Bukkk, Shima menabrak punggung Tian.


" Aduh " Pekiknya.


Tian menoleh kebelakang " Jogging apa ngelamun? " Ledeknya.


" Kamu kenapa berhenti mendadak sih " Marah Shima.


Shima berlari memgekori Tian. Dibelinya dua gula-gula berbentuk kapas itu. " Ini untukmu " Ia memberikannya pada Shima.


" Kamu kaya anak kecil aja. Udah tua masih jajan gula-gula kapas "


" Memang orang dewasa gak boleh makan gula-gula kapas? " Tian membelinya hanya ingin membantu kakek penjual gula-gula itu. Ia menyelipkan Lima lembar uang seratusan di balik uang recehnya.


" boleh sih, tapi tumben kamu beli makanan yang gak sehat begini "


Tian berhenti disebuah bangku taman. Di cubit ya gula-gula kapas itu lalu dimakannya. " Aku kasihan kepada penjualnya. Ia sudah cukup tua untuk bekerja. Seharusnya ia menghabiskan masa tuanya dirumah "

__ADS_1


" Masing-masing orang memiliki pilihan hidup yang harus mereka jalani "


" Apa Darren sudah menandatangani surat gugatannya?."


Shima menggeleng." Ia tetap tak mau "


" Nanti aku suruh Wayan yang menghubungi Darren. Apa kau baik-baik saja? "


" Tentu saja! "


" Kelopak matamu tidak bisa membohongiku. Kamu menangis lagi semalam "


" Baiklah. aku kalah. Sudah jangan dibahas lagi ya. Ini minumnya! " Shima mengambil sebotol minuman isotonik lalu memberikannya pada Tian. Tian terlalu pintar untuk ditipu.


" Apa kau benar-benar yakin berpisah dengan Darren? "


" Tentu saja "


" Jika berpisah malah akhirnya menyakitimu maka kembalilah ! "


" Aku tak ingin kembali "


Diliriknya wanita yang tengah asyik memakan sedikit demi sedikit itu. Aku akan memperjuangkan mu Shima, Tunggulah!

__ADS_1


__ADS_2