
" Sayang, aku pulang terlambat. Masih ada pekerjaan yang belum selesai "
Sebuah pesan singkat diponselnya sangat mengganggu pikiran Shima. Diliriknya jam dinding berwarna hijau itu, jarum pendeknya berada diangka 7. " Udah malam begini, mereka cuma berdua-duaan lagi " Batinnya.
" Tian, kamu lagi dimana? " Shima mengirim sebuah pesan pada Tian " Siapa tahu Tian ada diperusahaan " pikirnya.
" Kenapa? "
" Kamu masih diperusahaan gak? kalau masih, bisa tolongin aku gak? "
" Iya, aku masih diperusahaan. Ada apa? "
" Bisa tolong cek ke ruangan general manager gak? "
" Untuk apa? "
" Suamiku belum pulang, aku agak kawatir aja "
" Memang dia tidak mengabarimu? "
" Sudah. Biar lebih pasti saja "
" Kamu tidak percaya pada suamimu sendiri? "
" Bukan tidak percaya. Aku hanya takut "
__ADS_1
" Takut apa? "
" Takut dia selingkuh "
" Baiklah. Nanti aku kabari lagi "
Shima mengetuk-ngetuk meja makan dengan ujung kuku telunjuknya. Menunggu balasan pesan dari Tian. Beep! Ponsel Shima berbunyi. Dengan cepat ia menyambarnya lalu membuka pesannya.
" Ia sedang rapat. Jangan kawatir "
Fuih! Kalau sedang rapat berarti tidak hanya berdua dengan Lisa. Shima bernafas lega. Adegan pijit-memijit yang Shima lihat tadi diruangan Darren cukup mengganggunya. Bagaimana bisa Darren tidak menolak ketika Lisa menawarkan diri untuk memijatnya? Lalu, Shila melihatnya merapikan jas serta dasinya. Apa tugas Sekretaris seintim itu?
" Mau makan duluan atau nunggu tuan, nyonya? " Tanya Bu Darmi.
Suara Bu Darmi membuyarkan lamunannya. " Nanti nunggu Darren aja Bu. Bu Darmi boleh pulang kalau sudah lelah. Nanti biar saya yang menyiapkan makan malam untuk Darren "
" Tidak ada bu. Hati-hati dijalan ya. Selamat istirahat "
Bu Darmi mengangguk lalu meletakkan celemek yang masih menempel dibadannya. Ia segera pamit dan pulang kerumahnya.
Kembali, Shima sibuk dengan lamunannya. Memikirkan hal yang harus dilakukannya untuk menyenangkan hati suaminya.
Ia segera berlari ke kamarnya. Dicarinya baju tidur sexy yang tersimpan dilemarinya. Ia akan menyambut Darren dengan sexy dan sedikit nakal. Bukankah pria suka dengan yang seperti itu?
Pintu depan terdengar terbuka. Shima segera keluar dari kamarnya. Ia menghampiri Darren lalu memeluknya.
__ADS_1
" Aku cuma telat 2 jam. Kamu sudah serindu ini " Ucap Darren mengeratkan pelukannya pada tubuh istrinya.
" Jangan pulang telat-telat lagi. Aku kesepian " Shima merajuk.
" Kalau tidak urgent, aku akan pulang tepat waktu sayang "
" Sana mandi dan ganti baju, aku tunggu di meja makan ya sayang " Shima mencium bibir Darren lembut.
" Hey.. ada yang nantangin " Darren memegangi tangan Shima yang sudah hendak berlari. Meskipun sudah menikah tapi Shima masih malu-malu pada Darren.
" Ih.. sana mandi! " Shima berusaha melepaskan pegangan tangan Darren.
" Mandiin aku! Siapa suruh gangguin aku " Darren mengangkat tubuh Shima lalu menggendongnya masuk kedalam kamar mandi.
Tak ada yang berubah dari sikap Darren, ia masih Penyanyang dan perhatian. Mungkin itu semua hanya sekedar ketakutan Shima. Sebuah ketakutan yang tidak beralasan. Ya, Shima memutuskan percaya pada Darren, suaminya.
################################
" Pak Yohan, bisa tolong cek pak Darren diruangannya. Sedang apa dia sekarang? " Pinta Tian.
" Baik bos " Jawab Yohan. Ia segera pergi ke ruangan Darren.
Sambil menunggu kabar dari Yohan, Perlahan dibacanya kembali pesan demi pesan yang Shima kirim padanya. " Mungkinkah karna kejadian kemarin Shima jadi takut suaminya selingkuh? " Tian membatin.
Yohan mengetuk pintu lalu kemudian masuk " Pak Darren sudah pulang dari jam 4 tadi bos. Katanya ia mau pergi makan-makan dengan sekretarisnya karna berhasil memenangkan tender dengan Hexa Design "
__ADS_1
" Baik, terima kasih infonya ". Tian Terdiam, ia mengetuk-ngetuk kepalanya dengan pena yang dipegangnya. Apa yang harus ia katakan? Kalau dia bilang pergi makan-makan dengan sekretarisnya, pasti Shima akan kawatir. Tapi kalau dia bilang masih dikantor, dia sudah membohongi Shima. Tian tampak menimbang-nimbang.
Tian segera mengetik pesan balasan di ponselnya " Ia sedang rapat. Jangan kawatir " pesan itu segera dikirimnya dan mendapat balasan sebuah ucapan terima kasih dengan emoji smiling. " Semoga aku tidak salah ambil keputusan " Doanya.