Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 71


__ADS_3

Shima memandang lekat layar gawainya. Sebuah pesan cukup mengusiknya. Hatinya bergemuruh. Tak cukupkah menyakitinya? Membuatnya harus kehilangan rumah tangga impiannya. Untuk apa ingin menemuinya? untuk menceritakan kisah indahnya bisa merebut Darren darinya?


"Kenapa?" Tanya Tian melihat Shima terdiam begitu ada notifikasi masuk ke gawainya.


Shima menghela nafas berat "Lisa ingin bertemu besok "


"Ada apa?"


"Entahlah. Ada yang ingin dibicarakan denganku tentang Darren"


"Temuilah! Siapa tahu ada hal penting"


"Aku malas. Mendengar namanya saja membuatku muak. Bagaimana bisa ada wanita yang tak tahu malu begitu. Kalau aku jadi dia, aku akan pergi jauh dan menghilang"


"Tunjukkan padanya kalau kamu baik-baik saja! Kalau kamu bersyukur karena sudah disadarkan olehnya tentang seberapa buruknya Darren. Berterima kasihlah karena sudah mengambil Darren darimu, itu artinya kamu punya kesempatan memilih pria yang lebih baik dari Darren!"


"Haruskah?"


"Tentu saja"


"Lupakan itu dulu! Lalu bagaimana dengan novelku? kira-kira akan laku tidak dipasaran?"

__ADS_1


"Biar aku baca dulu" Tian membolak-balik tumpukan lembaran kertas tanpa sampul itu.


"Cepat periksa ya, aku butuh pekerjaan. Uangku tidak akan cukup untuk membayar sewa apartemen dan pengacara. Dibutik Nyonya Kim ada lowongan tidak?" Satu-satunya hal yang terpikirkan oleh Shima adalah bekerja di butik nyonya Kim untuk sementara waktu sampai mendapatkan pekerjaan baru. Tian saja mampu menyewa apartemen yang begitu mahal dengan jabatan supervisor nya. Itu artinya gaji di butik nyonya Kim terbilang cukup besar.


"Ada"


"Bantu aku masuk ya!"


"Bukan dibutik. Tapi dirumah Nyonya Kim"


"Sebagai apa?"


Shima langsung melotot ke arah Tian. Ingin sekali Shima memaki lelaki berkemeja biru itu tapi urung begitu teringat janjinya dengan Darren. Ia lupa kalau Minggu ini ia harus membawa calon suaminya untuk menemui Darren dan satu-satunya pria yang kini dekat dengannya hanya Tian.


"Tian, Minggu ini temani aku bertemu Darren ya"


Tian mengangkat wajahnya dari tumpukan kertas yang dibacanya lalu Memandangi wanita yang tengah duduk didepannya itu "Untuk apa?" Selidiknya.


"Kemarin aku menyanggupi untuk membawa calon suamiku" Ucap Shima ragu.


"Kenapa harus aku?"

__ADS_1


"Aku harus minta tolong ke siapa lagi?kamu satu-satunya teman priaku. kalau aku minta tolong ke temen-temen kantorku dulu kan Darren kenal. Nanti ketahuan kalau aku bohong"


"Kamu tidak perlu bohong. Cukup terima lamaran Tuan Kim dan perkaramu selesai"


"Tuan Kim ketinggian. Kenal juga enggak. kalau kamu kan tahu semua kondisiku. Kamu bisa lebih luwes bersandiwara. Darren pasti bertanya tentang aku. Tuan Kim tahu apa tentang aku? Lagipula amat sangat tidak mungkin kalau aku sama tuan Kim. Tolong aku ya!"


"Masalahnya Minggu ini aku ada jadwal dinas keluar kota. Kenapa tak berunding denganku sebelumnya?"


"Itu terlalu mendadak. Dan akupun terlalu terburu-buru mengiyakan"


"Jadwalku sudah diatur sebulan yang lalu dan tidak bisa diundur"


"Ya sudah kalau kamu tidak bisa, nanti aku kontak teman-temanku saja"


Shima tahu sudah banyak sekali merepotkan Tian. Meskipun Tian hanya seseorang yang kebetulan dikenalnya tapi keberadaan nya sungguh sangat membantu Shima melewati hari-hari terberatnya.


Ditatapnya pria yang tampak sibuk membaca Novel karangannya itu. Sesekali tangannya terlihat melingkari kata-kata yang menurutnya butuh perbaikan. Kenapa pria perfect sepertinya sampai sekarang belum memiliki kekasih? Dilihat dari sikapnya, ia cukup baik dan perhatian. Dari segi penampilannya boleh dibilang cukup sempurna, Postur tubuh ideal dengan wajah yang tampan. Pekerjaannya pun cukup mapan.


" Jangan terus-terusan memandangiku seperti itu! Aku tidak mau disalahkan jika kamu nanti jatuh cinta padaku" Ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan kertas ditangannya.


Shima langsung membuang mukanya ke arah jendela apartemennya " Ke ge er an amat!" Cibirnya.

__ADS_1


__ADS_2