
Darren memapah Lisa ke kamar, Bu Darmi membawakan tas yang berisi pakaian ganti Lisa selama dirumah sakit.
"Istirahatlah, aku akan suruh Bu Darmi masak sup buatmu"
"Darren, aku ingin bertanya. Apa keinginanmu setelah anak yang ku kandung tiada?"
"Apa maksudmu?"
"Apa kau akan kembali mengejar Shima? atau tetap bertahan bersamaku?"
"Apa penting memikirkan hal itu? lebih baik kamu banyak-banyak istirahat supaya cepat pulih. Kamu kan habis operasi"
"Aku ingin memastikan sekarang! cepat jawab pertanyaan ku!"
"Aku terlalu muak membicarakan ini denganmu. Terserah apa katamu, yang jelas aku akan memikirkannya masak-masak agar aku tak menyesal untuk yang kedua kalinya"
__ADS_1
"Maksudmu kau menyesal menikahiku?"
Darren menghiraukan ucapan Lisa. Ia segera keluar dari kamar dan menghampiri Bu Darmi.
"Bu, tolong buatkan Lisa sup ayam ya"
"Baik tuan"
"Bu, boleh saya bertanya?"
"Diantara Shima dan Lisa, mana yang terbaik menurut Bu Darmi?"
"Menurut saya lebih baik nyonya Shima, tuan"
"Kenapa? apakah Lisa berperangai buruk?"
__ADS_1
"Tidak tuan, nyonya Lisa sangat baik. Tapi posisi saya disini adalah seorang wanita. Saya pernah mengalami kondisi seperti yang di alami nyonya Shima. Saya paham betul bagaimana perasaan nyonya Shima saat itu. Saya melihat nyonya Shima berlari-lari karena bahagia akan memiliki anak. Sampai ia melupakan rasa mual dan pusing yang dideritanya. Tapi, kenyataan pahit yang nyonya dapatkan. Bedanya, pernikahan saya dengan suami baik-baik saja saat itu. sedang nyonya Shima memilih mengakhiri pernikahannya"
"Apa kesalahanku tak bisa diperbaiki Bu?"
"Semua orang bisa berubah menjadi yang lebih baik, tuan. Hanya saja, jika hati wanita sudah terluka maka seumur hidup akan membekas di hatinya"
"Tapi saya berjanji akan berubah, Bu. Tak adakah kesempatan untuk saya? Saya masih mencintai Shima"
"Mungkin nyonya memilih berpisah karena takut jika bertahan maka hidupnya akan di penuhi oleh ketakutan. Ketakutan akan rasa sakit yang akan terulang kembali. Atau hidupnya tidak akan tenang karena dipenuhi rasa curiga. Kadangkala, beribu kebaikan akan kalah dengan satu kesalahan. Sebanyak apapun kita melakukan kebaikan, belum tentu akan diingat orang lain. Tapi satu kali kita melakukan kesalahan, maka akan di ingat seumur hidup"
Darren mengusap wajahnya kasar, berusaha mencerna perkataan demi perkataan dari Bu Darmi. Beruntung sekali suaminya, karena Bu Darmi bisa memaafkannya dan memulainya kembali dari awal. Sialnya, kini Darren harus terjebak untuk hidup bersama Lisa. Haruskah ia menceraikan nya? mengingat kondisinya yang belum pulih tentu saja Darren tak tega. Tapi jika mengingat kata-kata yang bernada tuduhan, Darren ingin segera mengakhiri semuanya. Entah pada akhirnya ia kembali pada Shima ataukah hidup sendiri. Yang penting ia harus mengosongkan pikirannya terlebih dahulu. Memberikan sedikit ruang bagi tubuhnya untuk menenangkan diri sejenak.
Bukan hal gampang hidup bersama Lisa. Sudah enam bulan ia mencobanya, tapi rasa cinta itu tak sedikitpun muncul dihatinya. Keinginannya menikmati Lisa tak seperti dulu saat Lisa masih berstatus selingkuhannya. Mungkin benar kata orang, jika istrimu sudah tidak menarik lagi untukmu yang yang harus kamu lakukan adalah buatlah ia kembali menarik atau tutup rapat-rapat matamu dari wanita lain.
"Tuan, nyonya kini sedang terguncang. Sangat wajar jika emosinya begitu labil dan menjadi tidak terkendali. Lebih bersabarlah pada nyonya! Apapun yang terjadi kebelakang nya, jangan sampai mengulang kesalahan yang sama. Karena sebodoh-bodohnya keledai, ia tak akan terjerembab kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya"
__ADS_1