
" Apa tidak bisa dipertimbangkan lagi? " Tanya pak Joe saat melihat surat pengunduran diri Shima. " Kamu adalah salah satu karyawan terbaik kami " Shima memang terkenal ulet dan rajin bekerja. Prestasinya cukup handal untuk seorang jurnalis.
" Maaf pak Joe, Suami saya melarang saya bekerja "
Pak Joe hanya menarik nafas berat " Sayang sekali Shima, padahal kamu sangat berbakat. Tapi jika itu sudah menjadi keputusanmu, maka aku hanya bisa menerima. Jika memang kamu ingin kembali bekerja, kami akan menyambutmu dengan senang hati "
" Terima kasih banyak pak Joe. Dari anda saya jadi punya banyak pengalaman tentang jurnalis. Kalau saya rindu teman-teman, boleh saya mampir kemari pak? "
" Tentu saja, silahkan sering-sering mampir. Siapa tahu karena sering mampir kamu jadi ingin kembali bekerja disini " kelakarnya sambil tertawa.
" Pak Joe bisa aja! saya permisi dulu pak, senang bisa bekerja dengan bapak. Saya mau pamit dan mengemas barang-barang saya dikantor "
" Baik, Hati-hati Shima. Aku tunggu kembalimu disini "
Shima hanya menjawab dengan senyuman pada direkturnya itu. Ah.. sebenarnya Shima juga tak ingin berhenti bekerja tapi karna Darren terlalu mencemaskan dirinya akhirnya ia mengambil keputusan untuk berhenti.
Shima menghampiri meja kerjanya. Disentuhnya komputer yang biasa ia pakai untuk menulis narasi berita. Novi menghampirinya.
" Kami pasti rindu sama kamu, Shima " Ucapnya dengan mata yang mulai mengembun.
" Aku juga, Novi "
" Sering-sering main kesini ya, Shima "
__ADS_1
" Kalau aku kangen pasti aku mampir kesini deh "
" Setelah berhenti kerja, rencanamu apa? "
" Seperti kata suamiku, Menulis novel "
" Suamimu perhatian sekali ya. Beruntung sekali kamu punya suami seperti dia. Udah ganteng, baik lagi. Aku jadi pengen cepet-cepet nikah nih "
" Udah sana buruan.! Keburu jadi jombo tulen lho "
" Ih.. jahatnya "
Mereka tertawa bersama. Lalu sedetik kemudian menangis. " Aku juga sedih " Batin Shima.
" Ini biodata Ashima Nayla yang bos minta " Yohan menyerahkan sebuah amplop coklat pada Tian.
Tian tampak membolak-balik lembar demi lembar. Biodata tentang perjalanan hidupnya lengkap tertulis bahkan Foto semasa kecil sampai ia dewasa ada disana.
" Jadi dia istri salah satu karyawan kita? "
" Iya bos. Darren atmaja dari bagian personalia "
" Apa posisi General manager sudah ada yang mengisi? "
__ADS_1
" Belum bos. Kita sedang mengadakan seleksi ketat untuk posisi itu "
" Bagaimana kinerja Darren? "
" Sangat baik bos. Dia masuk 5 teratas jajaran karyawan yang lolos seleksi "
" Aku ingin menyeleksi sendiri 5 orang itu. Bawa mereka semua kesini! "
" Baik bos! " Yohan segera keluar ruangan dan memanggil 5 orang karyawan bagian personalia.
Tian menyandarkan kepalanya pada kursi " Ternyata dia sudah menikah " Batinnya. Entah mengapa Tian ingin mengetahui kualitas Darren sebagai suami Shima. Apakah shima memilih orang yang tepat untuk menghabiskan hidupnya? ataukah orang yang salah?. Kembali Tian menepuk-nepuk dahinya sambil mengingatkan bahwa shima adalah istri orang.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya " Masuk! " ucapnya. Pak Yohan datang dengan 5 orang karyawan bagian personalia. " Pasti itu yang namanya Darren " Tebaknya saat melihat seorang pria tampan berdiri berbaris di depan mejanya.
" Apa kalian tahu kenapa saya memanggil kalian kesini? " Tanya Tian.
" Tidak tuan Kim " jawab mereka serentak.
" Posisi general manager sedang kosong sekarang. Dan saya ingin menyeleksi sendiri untuk posisi tersebut. Saya hanya akan memilih 1 orang untuk posisi tersebut. Pak Yohan silahkan memberikan mereka program perusahaan yang akan mereka tangani nantinya! dan tugas kalian adalah mencari problem solving untuk setiap masalah yang ada pada program tersebut. Selesaikan itu pada pukul 3 sore ini! "
" Baik tuan Kim "
Mereka satu persatu menerima Map yang diberikan oleh pak Yohan dan membawanya kembali ke ruang kerja mereka.
__ADS_1
Tian kembali menyandarkan kepalanya pada kursi kerjanya. " Semoga kamu tidak salah memilih, Shima ".