Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 38


__ADS_3

" Kamu sudah pulang sayang? " Tanya Shima yang terlihat sibuk menyiapkan piring di meja makan sedangkan Bu Darmi di dapur memindahkan beberapa makanan yang sudah siap.


Darren menghampiri Shima lalu mengecup dahinya " Iya, aku mandi dulu ya sayang " ucapnya kemudian masuk kedalam kamarnya.


" Bu Darmi makan bareng kita aja yuk " Ajak Shima. Shima tahu betapa kesepiannya Bu Darmi sendirian dirumahnya. Tak ada anak ataupun suami yang menemani hari-harinya. Tapi seperti biasa Bu Darmi hanya menggeleng.


" Saya makan dirumah aja nyonya " Tolaknya.


Shima yang tak kaget lagi dengan penolakan Bu Darmi hanya bisa tersenyum sambil memandangi wanita baya itu.


" Baiklah. Kalau begitu Bu Darmi boleh pulang. Biar saya yang teruskan sisanya. Hati-hati dijalan ya Bu "


Bu Darmi hanya mengangguk. Ia segera melepas celemek dan mengambil tasnya lalu pamit pulang. Shima sudah menganggapnya seperti ibunya sendiri. Satu hal yang membuat Shima kagum dengan sosok Bu Darmi adalah semangatnya mencintai keluarga bahkan di usia senjanya. Sama seperti ibunya mencintai ia dan Shila di hari-hari terberatnya hidup sebagai seorang janda.


Darren sudah mengenakan piyamanya dan menghampiri Shima yang sedang menuangkan nasi untuk Darren.

__ADS_1


" Gimana hari ini di kantor sayang? " Tanya Shima.


Deg! Jantung Darren rasanya berhenti berdetak mendengar Shima menanyakan kegiatannya di kantor. Darren tahu betul apa yang ia lakukan dikantor bersama Lisa.


" Ditanya kok diem aja? "


" Em.. biasa.. sibuk " Jawab Darren sekenanya.


" Jangan lupa minum vitaminnya ya sayang. Biar kamu gak drop badannya. Kan kita lagi program punya anak "


" Besok kamu atur janji dengan dokter Adam ya sayang. Haidh ku hari ini selesai biar besok bisa langsung kontrol "


" Nanti aku telepon Dokter Adam ya. Tapi sepertinya kita kontrol sehabis aku pulang kerja ya sayang, biar aku gak perlu ambil cuti lagi "


" Oke, kamu atur aja ya " Shima melanjutkan makannya.

__ADS_1


Darren terhanyut dalam lamunannya. Pantas saja ia tak bisa menahan birahinya, ia lupa kalau Shima sedang datang bulan. Itu artinya hampir seminggu Darren tidak bisa menyalurkan hasrat biologisnya. Ah.. tetap saja hati kecilnya mengatakan kalau apa yang ia lakukan adalah hal yang salah terlebih ia harus menjaga kondisi spermanya untuk keberhasilan program kehamilannya yang sudah jauh-jauh ia persiapkan. Tapi ia malah membuangnya ke wanita yang berbeda.


Tapi saat egonya kembali menguasainya, yang didapatnya hanya sebuah kesenangan belaka. Bisa berselingkuh tanpa ketahuan istrinya bukankah sesuatu yang hebat? Andrenalinnya begitu terpacu saat bersama Lisa, Lebih hebatnya lagi, Lisalah yang dengan sukarela menjadi selingkuhannya tanpa ia minta. Bukankah itu hal yang patut ia syukuri? Mendapatkan cinta dua wanita yang bertolak belakang kepribadiannya. Shima yang begitu menenangkan dan Lisa yang begitu menggairahkan. Sempurnalah hidupnya sebagai seorang pria. Hanya saja Darren terlupa, bahwa setiap perbuatan pasti ada balasannya.


Persetan dengan karma! Selama hidup terasa sempurna, apalagi yang bisa di cari di dunia? Urusan akhirat biar Tuhan yang mengaturnya.


" Sayang, kok dari tadi bengong aja " Tegur Shima yang melihat suaminya melamun dan tidak meneruskan makannya.


" Oh.. itu, aku lagi mikirin ide buat proyek aku besok " Jawabnya gugup.


" Kamu sekarang udah dirumah lho, kerjaannya bisa kan di tinggal sebentar. Kata dokter kita gak boleh stress "


" Iya sayang, maaf ya.. "


" Cepat habiskan makanannya terus kita nonton tv dulu ya.. baru tidur "

__ADS_1


" Siap Ratuku " Darren segera menghabiskan makanannya. Tak ingin istrinya lebih kawatir padanya. Tapi pikirannya terbagi dua, Entah mengapa ia rindu belaian Lisa.


__ADS_2