
Shima perlahan mendekati Tian lalu duduk disampingnya " Tian, aku boleh lihat rekaman videonya? " Tanya Shima.
" Tidak perlu! "
" Kenapa? "
" Mengandung pornografi "
" Ish.. aku juga tahu. Aku cuma pengen lihat "
" Tidak usah "
" Ih.. kenapa pelit amat sih, nanti kalau di pengadilan aku ditanya sama hakimnya aku jawab apa? "
" Kamu ke pengadilan nanti saja kalau putusan cerai sudah jatuh "
" Emang bisa? "
" Bisa. Nanti Wayan yang atur "
" Tapi aku penasaran "
" Aku bilang tidak! " Tian takut begitu Shima melihatnya lukanya akan bertambah parah. Belum lagi ditambah menangis seharian. Yang ada nanti dia tidak fokus dengan rencananya sendiri.
bel berdering. Shima tidak melanjutkan perdebatannya dengan Tian dan memilih membuka pintu. Tampak Wayan berdiri disana. Shima segera mempersilahkannya masuk kedalam. Wayan segera menghampiri Tian yang tengah duduk di ruang tamu. Shima segera membuka kulkas untuk mengambil air dingin tapi ia cukup kaget begitu melihat kulkas sudah terisi penuh dengan buah-buahan, cemilan dan minuman ringan. " Perasaan tadi aku Dateng kulkasnya kosong deh, pasti Tian yang ngisi " Batinnya.
__ADS_1
Diambilnya tiga kaleng soft drink lalu diletakkannya diatas meja. Shima kemudian ikut duduk bergabung dengan mereka berdua.
" Apa ada KDRT yang anda alami nyonya Shima? " Tanya Wayan tiba-tiba.
" Tidak pak. Sikapnya selalu baik, hanya perselingkuhan saja yang membuat saya ingin bercerai dengannya "
" Jika Hakim mengajukan mediasi, apakah akan anda terima "
" Tidak pak, tekad saya sudah bulat ingin bercerai dengannya "
" Perceraian bukan masalah sepele, saya hanya mengingatkan agar anda tidak menyesal dikemudian hari "
Shima mengunci mulutnya. Benarkah ia akan menyesal nanti? Akankah ia dapatkan laki-laki yang seperti Darren lagi? Jujur saja, semuanya baik menurut Shima, hanya ia tak bisa jika di khianati. Wanita mana yang sanggup melihat suami yang dicintainya mendua?
" Jika nyonya tidak berubah pikiran. Besok saya akan mengajukan bukti ini pada pengadilan " Wayan menunjukkan sebuah flashdisk pada Shima.
" Bukti fisik video rekaman dirumah apa masih dibutuhkan? " Tanya Tian.
" Masih, Kita bisa ambil itu untuk lebih menguatkan bukti. Apalagi diambilnya di rumah sendiri saat kondisi istri sedang tidak ada dirumah "
" Itu akan aku atur dengan Shima nanti "
" Baiklah, saya akan kembali ke kantor lagi.
Wayan segera menyalami Tian dan Shima lalu bergegas pergi. Setumpuk pekerjaan masih menunggunya dikantor.
__ADS_1
" Tian, bagaimana cara kita mengatur rekaman CCTV yang dirumah? "
" Kamu boleh pilih dua alasan. Pertama kamu akan menginap dirumah ibumu. Kedua kamu ikut karya wisata bersama teman-teman kantormu dulu "
Shima berfikir sejenak. Akan terlalu aneh jika ia memilih menginap dirumah ibu karena seminggu yang lalu Shima beralasan kerumah ibu. Tapi jika ia memilih ikut karya wisata juga tidak mungkin karena ia sudah tidak bekerja lagi Disana. Tiba-tiba ponselnya berdering.
" Iya Bu Darmi, ada apa? " Tanya Shima.
" Ini nyonya, ada temennya yang Dateng kerumah namanya mbak Novi "
" Oh iya, ada apa Bu? "
" Mba Novi mau memberikan undangan pernikahan "
" Bisa tunggu saya gak Bu? "
" Bisa nyonya "
" Baik, saya segera pulang. " Shima memutuskan panggilan dari Bu Darmi. " Tian, aku pulang dulu ya. Ada sahabatku Novi yang datang kerumah "
" Baiklah, ayo ku antar "
" Tidak usah, aku naik taxi saja "
" kelamaan kalo nunggu taxi. Aku antar aja "
__ADS_1
" Oke. Tapi cepet ya "
Tian segera mengambil jasnya. " Sam, siapkan mobil aku segera turun dengan Shima! " ia langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Sam. Sedang Shima hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Tian yang sok jadi bos itu.