Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 99


__ADS_3

Lusi bergegas turun dari kamarnya dan bergabung dengan Tian, Shima dan Rio di ruang tamu. Tak lupa ia membawa beberapa berkas contoh pakaian dan kontrak yang akan di tanda tangani oleh Shima.


"Bagaimana kabarmu, Shima?" Tanya Lusi.


"Baik kak. Kak Lusi sendiri bagaimana kabarnya?" Jawab Shima.


"Ya.. beginilah. Makin tua, makin gampang lelah, makin banyak pula keriputnya" Selorohnya sambil memegangi pelipisnya.


"Kak Lusi tetep cantik kok aku aja iri lihatnya" Canda Shima.


"Kamu bisa aja, shima. Ini ada beberapa model busana yang akan kau kenakan saat pemotretan nanti. Pilihlah yang paling kau suka"


Shima memerhatikan satu persatu gambar busana yang diberikan oleh kak Lusi. Ia tampak bingung memilihnya karena hampir semuanya bagus. "Sayang, bisa bantu aku pilihkan baju yang cocok untukku?" Pinta Shima.


"Apapun pasti terlihat bagus kalau kamu yang pakai" Ucap Tian tanpa mengalihkan pandangan dari buku yang dibacanya.


"Ish.. bajunya bagus-bagus semua. Aku bingung harus pilih yang mana" Shima masih sibuk membolak-balik lembar demi lembar file yang ada ditangannya. Shima tahu kalau selera Tian sangat bagus untuk model busana yang terbilang mewah dan kekinian.


Tian menutup bukunya. Diambilnya file yang dipegang oleh Shima. Matanya tampak sibuk memilah-milah "Butuh berapa busana untuk pemotretan, kak?" Tanya Tian.

__ADS_1


"Sepuluh"


" Baiklah. Yang ini.. ini.. ini.." Tian langsung menunjuk satu persatu busana yang menurutnya terbaik. Lalu menyerahkannya pada Lusi.


Lusi langsung bertepuk tangan begitu melihat pilihan Tian. Adik tirinya itu memang sangat lihai dalam melihat peluang bisnis "Pilihan yang bagus. Selera kamu memang retro sekali, Tian" pujinya.


Shima menundukkan wajahnya. Ia merasa minder karena belum terlalu paham masalah modelling. Sepertinya ia harus lebih rajin belajar bisnis di dunia modelling.


"Sebenarnya selera Shima juga bagus kak, hanya ia agak sungkan untuk memilih karena menurutnya baju buatan kak Lusi bagus-bagus semua"


Shima menatap lelaki yang duduk disebelahnya itu. Bagaimana Tian sangat mengerti apa yang ada dipikirannya. Apa dia seorang peramal?


"Aduh.. so sweet banget ini pengantin baru. Sampe lupa kalau ada jomblo yang dari tadi duduk disini" Sindir Rio yang merasa terabaikan.


Lusi berulang kali tertawa melihat aksi paman-ponakan yang dari dulu tidak pernah akur itu.


"Shima, kapan pemotretan untuk iklan kosmetik di hexindo?" tanya Lusi.


"Lusa, kak"

__ADS_1


"Oke.. akan segera ku jadwalkan. Rio, kosongkan jadwal Shima selama 2 Minggu kedepan. Suruh Tya mempersiapkan semua kebutuhan shima"


"Siap, ma!" Rio menjawab dengan lantang.


"Kak, kita makan siang bareng ya. Aku sudah booking restoran Jepang"


"Oke. Dimana?"


"Di Yamada"


Shima langsung menoleh begitu mendengar nama restoran yang disebutkan Tian. "Kamu kapan bookingnya?" Tanya Shima saat tahu tian membooking restoran tempat adiknya bekerja.


"Bukan cuma ku booking. Tapi ku beli"


"Apa? kamu membeli Yamada? Untuk apa?" Mata Shima membulat penasaran.


"Nanti kau akan tahu"


Shima menyipitkan matanya sambil berdecih "Ish.. sok rahasia"

__ADS_1


"Ayo berangkat, mama, ibu dan Shila sudah menunggu disana"


Tian menggenggam tangan Shima erat. Pria yang baru satu hari menjadi suaminya itu selalu penuh kejutan. Entah kali ini apa lagi yang direncanakannya? Mereka segera masuk ke mobil masing-masing dan bergegas ke restoran Yamada untuk menikmati makan siang bersama.


__ADS_2