Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 78


__ADS_3

" Besok adalah sidang pertamamu, kapan kau akan datang melamar ku?" Tanya Lisa.


"Setelah surat cerai ku keluar"


"Perut ini tidak bisa menunggu selama itu, Darren. Setelah sidang pertama d atanglah kerumahku"


"Baik, kita menikah secara agama saja dulu. setelah anak itu lahir baru kita menikah secara resmi"


"Baiklah" Lisa mengambil semua berkas yang sudah di tanda tangani oleh Darren lalu kembali ke mejanya.


Darren mengambil sebatang rokok dari saku jasnya. Semenjak berpisah dengan Shima, ia mulai merokok untuk mengatasi stress yang di deritanya. ucapan tuan Kim dua jam yang lalu selepas rapat kembali terngiang di telinganya.


"Maaf pak Darren, sebenarnya saya tidak ingin mencampurkan antara hubungan pribadi dan pekerjaan. Tapi saran saya lekas selesaikan masalah pribadi anda dengan Sekretaris anda. Dengan jabatan anda yang sekarang ini, akan mudah sekali untuk menjatuhkan nama baik perusahaan. Anda harus memilih salah satu, anda atau sekretaris anda yang akan saya berhentikan"


Asap mengepul keluar dari rongga mulutnya. Dalam hati kecilnya, ia tak ingin menikahi Lisa. Semenjak Shima melayangkan gugatan cerainya, entah mengapa Lisa jadi tidak menarik di matanya. Lisa yang dulu begitu seksi dan menggoda, kini hanya biasa-biasa saja. Jika di bandingkan dengan Shima, Lisa kini tak ada apa-apanya. Dan ia terjerumus karena permainan nya sendiri.


Andai bisa mengulang waktu, Darren ingin memperbaiki semua kebodohannya. Dulu, ia begitu tertarik dengan Lisa yang pintar dan enerjik. Ia juga cantik dan seksi. Saat itu Shima hanyalah ibu rumah tangga biasa. Ia tak pernah bermake up dan berpakaian seksi. Semua baru di sadarinya kini, Lisa yang tadinya menggoda, toh akan menjadi ibu rumah tangga biasa setelah tuan Kim memecatnya. Sedangkan Shima, kini semakin bersinar karena ada tuan Kim di sisinya. Sepertinya menyesal pun tak berguna.


################################

__ADS_1


Dengan hati senang Tian berjalan menuju apartemen Shima setelah mendapat pesan dari Shima untuk segera menemuinya. Perlahan di ketuknya pintu apartemen itu. Tak lama Shima muncul di balik pintu dengan senyum manisnya. Tian segera mengekori Shima yang sudah lebih dulu duduk di ruang tamu.


"Ada apa mencari ku?" Tanya Tian.


Shima mengeluarkan sebuah buku tabungan, ATM dan kunci apartemennya "Besok sidang pertamaku. Ditabunganku hanya ada sedikit uang hasil aku menabung. Untuk kekurangannya akan aku cicil. Aku akan tinggal bersama ibu dan adikku. Terima kasih tuan Kim atas segala bantuan dan kebaikan mu"


"Apa ini artinya aku di tolak?"


"Tidak. Bukan seperti itu. Aku hanya tak ingin terlalu lama merepotkan mu saja. Uang saya juga tidak cukup untuk membayar sewa bulan depan"


"Aku tidak merasa repot. Itu hanya perasaanmu saja"


"Tidak tuan Kim, saya jadi merasa tidak enak"


"Rasanya saya tidak bisa menganggap anda sebagai Tian, membayangkannya saja saya mulai takut"


Tian terkekeh mendengar ucapan Shima "Aku suka kamu yang apa adanya. Kamu bukan Shima yang ku kenal jika bersikap seperti ini"


"Tapi tuan.."

__ADS_1


"Suamimu baru pulang kerja dan perutku sangat lapar, bukankah sebagai istri yang baik harusnya menawarkan makan terlebih dahulu"


"Apa?" Mulut Shima menganga mendengar ucapan Tian.


"Aku cuma bercanda, apartemen ini sudah ku beli. Tinggallah sesuka hatimu. ini hadiah untukmu. Pakailah uang tabunganmu untuk kehidupanmu sehari-hari"


"Tapi.."


"Jika kau menolak, aku akan menikahimu besok"


"Apa? kau mengancamku?" Bentaknya.


Tian memegang dagu Shima dan membisikkan sesuatu di telinganya "Itu bukan ancaman, tapi kenyataan"


Shima melotot sinis ke arah Tian. "Coba saja jika kau berani"


"Besok aku akan kerumah ibumu untuk melamarmu"


"Oh iya tuan, aku mau tanya bagaimana kamu bisa tahu kalau aku ada di kantor saat itu" Shima mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Kamu lupa perusahaan itu milik siapa? kamu juga lupa aku meletakkan kamera CCTV di ruangan itu"


Shima mengangguk-angguk tanda mengerti. Ia lupa kalau sedang berbicara dengan Tuan Kim bukan dengan Tian.


__ADS_2