Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 31


__ADS_3

Shima kembali melotot ke arah jam dinding. Sudah lewat 1 jam tapi Tian belum juga muncul. Diliriknya lagi ponselnya, sepi tanpa notifikasi. Ia mendengus kesal. Shila yang sudah berganti pakaian menghampirinya.


" Temen kakak belum dateng juga? " Tanyanya.


Shima hanya menggeleng. " Gak tau deh datang apa enggak " dengusnya.


" Memang janjiannya gimana? "


" Aku bilang aku tunggu disini 1 jam lagi. Tapi ini udah lewat 1 jam dari perjanjian "


" Dia bilang oke? "


Shima tertegun " Enggak. Langsung aku matiin teleponnya "


Shila membuang nafas berat " Pantesan aja gak dateng-dateng. Dia gak bilang oke "


" Ya.. kalau gak bisa dateng kan harusnya dia ngabarin lah. Tapi gak ada kabarnya sama sekali "


" Mau aku temenin? "


" Gak usahlah.. udah sore, kamu juga capek abis kerja. Sana pulang! met istirahat "


" Terus mau sampe kapan disini? "


" Setengah jam lagi deh. Kalau gak dateng juga kakak pulang aja "


" Ya udah, Shila tinggal ya " Shila melambaikan tangannya lalu bergegas keluar restoran.


Shima menunjuk-nunjuk dahinya dengan telunjuknya. Marah, galau dan penat memenuhi hatinya. Ditekannya nomor tak dikenal yang mengiriminya gambar tadi. Tidak aktif! Shima membuang nafas berat.


Tian menarik kursi didepan Shima lalu mendudukinya. " Sudah lama? " Tanyanya.

__ADS_1


Shima melotot dengan sinis " Apa kau tahu ini sudah jam berapa? "


Tian melirik arlojinya " Jam 5 lewat 15 menit " ucapnya santai.


" Apa kau tahu sudah telat berapa lama? "


" 1 jam 15 menit "


" Terus masih berani tanya " sudah lama " padaku? "


Tian menahan tawanya melihat Shima yang begitu berapi-api " Maaf, aku ada rapat mendadak tadi "


" Kalau tak bisa datang harusnya kamu kabarin dong, biar aku gak nunggu "


" Kalau tahu aku telat begitu lama kenapa masih nunggu? " Padahal Tian berharap shima sudah pergi hingga ia bisa sedikit demi sedikit melupakannya. Tapi ternyata Shima masih menunggunya.


" Ya kamu gak ngabarin, aku takut kalo aku tinggal kamunya dateng. Benerkan, kamu dateng "


" Oke, Maaf! lain kali aku akan mengabarimu. Ngomomg-ngomong ada apa? kamu kelihatannya emosi sekali "


Tian mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Shima " Cuma sekedar kenal saja, Memang kenapa? "


" Berapa kali dalam seminggu kamu ketemu sama pak Yohan? "


Kerutan didahi Tian makin menumpuk tinggi. " Kalau ada hal yang penting aku pasti bertemu dia "


" Pak Yohan itu baik gak? "


" Baik sih. Sebenarnya apa sih yang pengen kamu tahu? kenapa dari tadi yang dibahas pak Yohan terus "


" Kamu kenal sama Darren Atmaja? "

__ADS_1


" Tidak "


" Pak Yohan mau bantu aku gak ya? "


" Bantu apa? "


" Mengawasi suamiku "


Tian langsung memuntahkan tawanya " Memang suamimu anak kecil harus diawasi segala "


" Sebenarnya aku juga gak mau begini. Harusnya aku juga tidak boleh memberitahumu masalah rumah tanggaku. Tapi aku gak punya pilihan lain karena ku pikir kamu satu-satunya orang yang bisa membantuku. Karena kamu kenal dengan pak Yohan dan bisa bolak-balik perusahaan "


" Memang ada masalah apa? "


" Janji ya gak cerita sama siapa-siapa! "


" Oke! "


Shima memberikan ponselnya pada Tian. Di layarnya terdapat gambar Darren yang sedang merangkul pinggang Lisa diLobby sebuah hotel. Kini Tian tahu apa yang membuat Shima begitu emosi.


" Aku dapat kiriman foto itu tadi. Waktu aku menyuruh suamiku untuk segera pulang dia bilang dia ada perjamuan dengan teman-teman kantornya "


" Berarti suamimu kan sudah jujur kalau dia pergi bersama teman-temannya. Kenapa kamu tidak percaya? "


" Aku bukan tidak percaya pada suamiku. Tapi aku rasa lisa suka pada suamiku "


" Kalau kamu sudah memutuskan untuk percaya, harusnya kamu percaya "


Shima terdiam. Instingnya sebagai seorang istri terganggu melihat suaminya tertangkap kamera sedang merangkul pinggang wanita lain " Kamu benar. Sia-sia aku bertemu denganmu "  desahnya.


" Apa yang sia-sia? Kita sudah bertemu, daripada membicarakan hal-hal yang buruk lebih baik kita makan-makan. Aku yang traktir deh "

__ADS_1


" Setuju! Aku lagi badmood tapi aku udah makan sushi tadi, boleh pindah restoran gak? "  Shima tersenyum dikulum malu-malu.


Tian mengangguk. " Tentu saja! Pilihlah restoran mana yang kamu suka " Apa sih yang enggak buat kamu! iya, kamu!


__ADS_2