Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 116


__ADS_3

Shima mematut dirinya didepan cermin. Wajahnya sudah terias dengan natural. Tubuhnya dibalut gaun berwarna putih senada dengan tuxedo Tian.


"Sempurna! kamu cantik sekali, sayang" puji Tian yang sejak tadi memerhatikan penampilan istrinya.


"Iya dong. Istri siapa dulu" Shima mengerlingkan matanya, genit.


Yohan segera menyusul Tian dan Shima dikamar pengantin. "Bos, acara akan segera dimulai" ucapnya.


Tian segera menggandeng tangan Shima lalu mengaitkannya pada lengan kekarnya. Bak raja dan ratu, keduanya berjalan dengan anggunnya menuju pelaminan yang sudah disediakan oleh WO yang mereka sewa.


Tampak riuh decak kagum para tamu undangan menyaksikan pasangan pengantin yang begitu sempurna. Tian dengan ketampanan yang memukau sedang Shima dengan kecantikan alami. Benar-benar pasangan ter-hot tahun ini.


Acara demi acara berlangsung dengan lancar. Para undangan silih berganti datang memberikan doa restu. Tampak pula deretan para aktris memenuhi ballroom hotel.


Hari makin larut. Acara pun telah selesai. Tian dan Shima kembali ke kamar pengantin. Sedang keluarga Shima dan keluarga Tian tinggal kamar yang bersebelahan dengan kamar pengantin.


Tya segera membantu melepaskan pakaian dan aksesoris yang di kenakan Shima. Shima sendiri sibuk membersihkan make up di wajahnya. Sedang Tian sedang mandi. Setelah selesai, Tya pamit untuk kembali ke kamarnya.


Shima mengetuk pintu kamar mandi. Perlahan Tian membukanya.


"Sayang, aku mau pipis"Keluh Shima yang sudah kebelet.


"Pipis aja!" Jawabnya tanpa keluar dari kamar mandi.


"Kamu keluar dulu dong!"


"Pipis aja, nanti aku yang cebokin" Bisik Tian nakal lalu menutup pintu kamar mandi.


################################


Tian mengerjap-ngerjapkan matanya mendengar suara alarm yang berbunyi nyaring ditelinga nya. Dilihatnya Shima masih tertidur pulas disampingnya. Tidak seperti biasanya, Shima sudah membangunkan dan menyiapkan sarapan untuknya. Disentuhnya kening Shima yang berkeringat itu. Tidak panas! Pelan, ia menggoyang-goyangkan tubuh istrinya.


"Sayang, kamu sakit?"

__ADS_1


Shima menggeliat. Perlahan ia membuka matanya. Tapi rasa pening segera menyerbunya.


"Sayang, kepalaku pusing banget" keluhnya.


"Ya udah, kamu istirahat aja. Biar aku telepon dokter untuk memeriksa mu ya"


Tian segera menyabet ponselnya. Di tekannya kontak dokter pribadinya. "Segera kesini! Shima sakit" Ucapnya.


Tak berapa lama kemudian, dokter Hendro datang ke apartemen Tian. Ia segera memeriksa tekanan darah Shima.


"Sudah telat datang bulan berapa Minggu?" Tanya dokter Hendro.


"Sekitar dua mingguan" Shima mencoba mengingat-ingat.


"Suster, tolong bantu nyonya mengambil urine!"


Suster segera memapah Shima ke kamar mandi dan mengambil sampel urine untuk test alat kehamilan.


Dokter Hendro tersenyum begitu melihat alat test kehamilan itu bergaris dua.


"Syukurlah!" Tian segera mencium kening Shima. "Terima kasih sayang" Tak henti Tian mengucap syukur.


"Saya akan memberikan beberapa vitamin dan asam folat untuk nyonya Shima" Dokter Hendro memberikan beberapa resep vitamin pada Tian. "Tolong dijaga kondisi nyonya Shima, baik fisik maupun emosinya ya tuan muda Kim" lanjutnya.


"Pasti, dok!" Tian kembali mencium kening Shima. Lalu mengantar dokter Hendro sampai pintu apartemen.


################################


Yohan mematikan ponsel yang ada di genggamannya. Ia menarik nafas berat. Baru saja sipir rutan memberikan info bahwa Lisa terlibat perkelahian dengan napi wanita yang lain.


Perkelahian itu dipicu karena Lisa meledek seorang napi yang ditahan karena kasus pembunuhan anaknya sendiri. Yang berakhir dengan penusukan Lisa dibagian leher dan kepala dengan menggunakan garpu makan. Petugas lapas segera melarikan Lisa kerumah sakit karena luka tusukan yang berkali-kali pada lehernya yang banyak mengeluarkan darah. Malangnya, nyawa Lisa tidak tertolong sebelum sampai kerumah sakit.


Yohan memutuskan menyimpan rapat-rapat kabar dari rutan karena tak ingin mengganggu kebahagiaan yang tengah dirasakan Tian dan shima.

__ADS_1


################################


Darren perlahan menyesap kopinya. Sesekali diliriknya arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah hampir 30 menit berlalu, tapi klien yang ditunggunya belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Dengan pak Darren Atmaja?"


Suara seorang wanita membuyarkan lamunannya. "iya, benar" Jawabnya singkat. Netranya sibuk memerhatikan paras cantik wanita bergaun hijau botol yang tengah berdiri didepannya.


"Perkenalkan, nama saya Natalia Shima. Saya penulis yang akan menanda tangani kontrak dengan perusahaan penerbit bapak" Wanita itu mengulurkan tangannya.


"Shima?" Ucap Darren pelan tanpa menjabat tangan wanita yang sejak tadi mengulurkan tangannya itu.


"Saya biasa dipanggil Lia, tapi bapak boleh memanggil saya Shima jika bapak mau"


Darren masih mematung. Pikirannya kembali disibukkan dengan kenangan 2 tahun yang lalu. Saat ia bersama Shima.


"Pak Darren, boleh saya duduk?" Tanya wanita itu sambil menarik tangannya yang tidak mendapat sambutan oleh Darren.


"Oh iya, silahkan. Maaf, anda sedikit mengingatkan saya dengan seseorang yang dulu saya kenal" Darren segera tersadar dari lamunannya.


"Apakah dia Shima baru yang kau kirim padaku, Tuhan?" Batinnya.


_**End_


Hai.. para readers setia sang ratu..!!! 🥰🥰🥰


Alhamdulillah, selesai juga novel _sang ratu_ di noveltoon. 🥰🥰🥰


Terima kasih untuk like dan votenya.. 🥰🥰🥰


InsyaAllah, saya akan hadir dengan cerita terbaru.. 🥰🥰🥰


#Salam manis dari othor 🥰🥰🥰**

__ADS_1



__ADS_2