Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 43


__ADS_3

Tian segera menghampiri Shima dan duduk di sisi ranjang. " Kamu sudah sadar? "


Lagi, Ponsel Shima berdering. Terlihat id pemanggil " Suamiku " terpampang pada layar ponsel.


" HP mu sejak tadi berdering " Tian menyerahkan ponsel itu pada Shima.


Shima mengambilnya lalu menyeret tombol berwarna hijau keatas.


" Sayang, kamu dimana? kok gak ada dirumah. Bu Darmi juga udah pulang "


" Aku lagi dirumah ibu. Sayang untuk beberapa hari ini aku menginap dirumah ibu ya.. aku kangen sama ibu "


" Kamu mau aku temani disana? "


" Tidak usah sayang. Aku mau mengajak ibu dan Shila jalan-jalan ke luar kota sebentar. Mau menengok makan ayah "


" Baiklah.. hati-hati ya sayang. Nanti kalau sudah pulang segera kabari aku biar aku jemput "


" Oke.. dah sayang " Shima segera mematikan ponselnya. Matanya bersitatap dengan mata Tian.


" Kenapa tidak jujur pada suamimu? pasti dia sangat khawatir "


Shima tersenyum sinis mendengar ucapan Tian. " Aku tak ingin dia tahu keadaanku. "


" Apa suamimu tahu kamu sedang mengandung? "

__ADS_1


" Percuma saja, Tian. Toh aku kehilangan bayiku "


" Kamu baik-baik saja? "


" Jauh dari kata baik " Bening perlahan menetes dari ujung matanya. " Bagaimana kamu bisa menolongku? "


" Aku kebetulan lewat "


" Entah apa takdir yang Tuhan buat untukku, disaat situasi memburuk aku pasti selalu bertemu denganmu " keluhnya.


" Aku tak merasa begitu. Itu hanya perasaanmu saja "


" Kapan aku bisa keluar dari rumah sakit? "


" Tiga sampai empat hari. Tergantung kondisimu nanti "


" Apa itu? "


" Tolong Carikan aku tempat tinggal "


" Apa? untuk apa? lalu bagaimana dengan suamimu? "


" Tolong Carikan aku pengacara juga "


Tian terdiam. Apa yang akan dilakukan oleh wanita didepannya ini? " Untuk apa mencari pengacara? "

__ADS_1


" Aku ingin bercerai "


" Apa? Shima, kamu belum sehat. Istirahatlah dulu. Setelah sembuh, barulah memikirkan yang lain lagi "


" Tekadku sudah bulat Tian. Tak bisa diubah. Aku butuh tempat tinggal sementara sampai berkas perceraian ku selesai. Aku tak ingin adik dan ibuku tahu sebelum semua masalah ini selesai. Aku butuh pengacara handal untuk segera mengurusnya "


" Baiklah " Hanya itu yang bisa Tian ucapkan. Api kebencian terlihat berkobar di matanya Tian pun tak ingin ikut campur dengan rumah tangga Shima. " Aku beli minuman dulu, kamu istirahatlah " Tian segera meninggalkan kamar rawat Shima.


Tian mengambil ponsel lalu menghubungi Yohan. " Tolong sewakan 1 apartemen untuk Shima. Carikan yang paling dekat dengan apartemenku. Panggilkan juga pak Wayan untuk menemui ku besok "


" Baik bos "


Tian segera ke kantin membeli beberapa makanan dan minuman untuk Shima.


################################


Shima memandangi foto USG ditangannya. Rasa sesal menghimpit hatinya. Karena egonya ia harus kehilangan calon bayi yang sudah satu tahun ditunggunya. Ia segera mengambil ponselnya. Bu Darmi adalah satu-satunya orang yang tahu bahwa ia mengandung.


" Hallo Bu Darmi, lagi ngapain? " Tanya Shima basa basi.


" Sedang menonton televisi nyonya "


" Oh iya Bu, beberapa hari ini saya pergi keluar kota. Titip Darren ya Bu.. Oh iya saya belum sempat memberi tahu Darren tentang kehamilan saya, biar nanti sureprise setelah saya pulang "


" Baik Nyonya, jaga kesehatan ya "

__ADS_1


" Iya Bu " Shima memutus panggilannya. Entah salah atau tidak keputusan yang diambilnya. Hanya rasa sakit yang kini hinggap di hatinya. Adegan itu terus muncul dikepalanya. Membuat hatinya semakin terluka. Semoga keputusan yang diambilnya benar!


__ADS_2