Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 29


__ADS_3

" Kamu terlambat pulang lagi sayang, macet? " Tanya Shima sambil mengambil tas yang ada ditangan Darren.


" Enggak, tadi mampir dulu kerumah sakit " Darren melonggarkan dasi yang melilit dikerah kemejanya.


" Siapa yang sakit? " Shima membantu Darren melepas dasinya lalu membuka satu persatu kancing kemejanya.


" Ibunya Lisa "


Shima menghentikan aktifitasnya lalu memandang Darren tajam " Apa harus seorang general manager seperhatian itu pada sekretarisnya? "


" Aku cuma mengantarnya karena rumah sakitnya searah dengan jalan pulang "


Shima meninggalkan Darren yang masih berdiri didepan lemari dan memilih duduk ditepi ranjang. Ia tampak kesal sekali dengan perlakuan istimewa Darren pada Lisa.


" Kenapa sayang? " Tanya Darren yang bingung melihat istrinya mendadak murung.

__ADS_1


" Aku tidak suka kamu terlalu berlebihan pada Lisa " ucapnya ketus.


" Kamu cemburu? " Tanya Darren lalu duduk disamping Shima.


" Iya! " Shima memalingkan wajahnya ke dinding tak mau melihat wajah Darren.


Darren malah tertawa dengan keras melihat tingkah Shima yang tengah cemburu buta.


" Kok malah ketawa? apanya yang lucu? " Maki Shima.


" Sana tertawa sampai puas! " Shima memonyongkan bibirnya lalu kembali memalingkan wajahnya.


" Aku bahagia sekarang, bahagia banget " Darren menghentikan tawanya dan mulai berkata serius.


" Oh.. jadi kamu bahagia sekarang? karena ada Lisa gitu " Shima makin ngotot.

__ADS_1


" Kok karena Lisa sih? aku bahagia sekarang, akhirnya aku bisa lihat kamu cemburu juga. Cemburu kan tandanya cinta " Darren menyentuh jari-jari Shima.


Shima segera menepisnya. " Tau ah! " makinya.


Darren segera merangkulnya " Hei, sayang. Dari dulu aku mengira kamu tidak cinta padaku karena kamu terlalu cuek dan tidak pernah sekalipun cemburu padaku. Aku senang sekarang kamu cemburu. Itu artinya kamu takut kehilangan aku kan? "


Shima menatap wajah tampan suaminya itu. Iya, memang benar. Shima begitu takut kehilangan Darren. Darren adalah cinta pertamanya, yang sekarang menjadi suaminya. Bukankah itu suatu anugerah? kata orang cinta pertama itu sulit dilupakan. Dan bisa bayangkan bagaimana bahagianya Shima ketika ia bisa menikah dengan cinta pertamanya. Memberikan segala kepada satu-satunya lelaki yang ia cintai. Bagaimana bisa ia tidak merasa takut ketika ada sosok wanita lain yang mengambil perhatian suaminya?


" Kok malah bengong? Terima kasih sayang, sudah cemburu padaku " Darren mencium dahi Shima yang masih terdiam memandangnya. " Aku sangat mencintaimu " lanjutnya lalu mengulum bibir ranum istrinya.


Shima terbuai dengan permainan Darren yang begitu lembut. Nafasnya sudah mulai naik turun tak beraturan. " Sana mandi dulu " Shima mengendalikan dirinya.


" Tanggung, entar aja mandinya " Darren kembali melanjutkan cumbuannya pada Shima. Tak dipedulikannya kemeja dan celana yang ia lempar kesembarang arah. Yang jadi tujuannya hanya satu, membuat Darren juniornya.


################################

__ADS_1


Bu Darmi memandangi pintu kamar majikannya yang belum terbuka sejak Tuan Darren pulang kerja tadi. Jika hanya mandi dan berganti pakaian biasanya tidak selama ini. Bu Darmi melihat ke arah jam dinding, Sudah hampir 2 jam tapi belum keluar juga. Ia memilih menyiapkan masakan untuk makan malam dan meletakkannya dimeja makan. Agar majikannya bisa langsung memakannya setelah keluar dari kamarnya. Setelah selesai menyiapkan semuanya ia segera pulang tanpa pamit terlebih dahulu. Ia tak ingin mengganggu majikannya. Ia tahu majikannya masih tergolong pengantin baru meskipun sudah 5 bulan menikah. Tinggal menunggu hadirnya seorang anak untuk melengkapi pernikahan mereka yang bahagia.


__ADS_2