Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 47


__ADS_3

" Kamu mau langsung pulang atau lihat apartemenku dulu? " Tanya Tian.


" Serius nih aku harus pulang kerumah? " Tanya Shima. Ia benar-benar takut tak bisa menguasai perasaannya ketika bertemu Darren nanti.


" Serius. Kenapa? Takut? "


Shima mendengus kesal, Lama-lama ia merasa Tian seperti seorang Bos yang kerjaannya memerintah seenaknya. " Tidak! "


" Ingat! Misimu adalah untuk mencari bukti perselingkuhan suamimu "


" Lama-lama kamu kayak bos ya "


" Aku memang bos "


" Terserahlah. Ya udah ayo lihat apartemen dulu sebelum aku pulang kerumah "


Shima mengekor dibelakang Tian yang sudah berjalan terlebih dahulu. Sam tampak menunggu di dalam mobil. Shima terlihat mengerutkan keningnya, untuk karyawan sekelas Tian mobil ini terlalu mewah untuknya. Pakai supir lagi.


Mobil mewah itu tampak memasuki area parkir apartemen. Tian segera mengajak Shima ke lantai Lima. Benar saja , apartemennya hanya dua blok dari apartemen Tian.


" Bagaimana? suka? "


Shima tak merespon omongan Tian. Ia memutarkan bola matanya ke kiri dan ke kanan memandangi sudut demi sudut ruangan bergaya klasik itu. Barang-barangnya sudah terisi lengkap dan mewah. Berapa harga yang harus dibayar untuk apartemen ini?

__ADS_1


" Wah.. " Shima tak melanjutkan kata-katanya. Antara takjub dan takut ia menghadapi kenyataan di depannya. Yang lebih ia takutkan lagi, sanggupkah ia membayar sewanya sedangkan dia sedang tidak bekerja. Jika ia kembali menjadi jurnalis, gajinya sebulan tak akan cukup untuk menyewa apartemen sekelas ini.


" Ada yang kurang? "


" Tian, kamu mau membunuhku ya " Makinya.


Tian mengerutkan keningnya " Maksudnya "


Shima langsung terduduk dilantai " Bagaimana aku membayar semua ini? belum pengacara. Ah.. bahkan kalau aku kembali lagi jadi jurnalis gajiku tak akan cukup untuk membayarnya " Shima merengek.


Tiba-tiba Tian tertawa geli melihat sikap Shima yang seperti anak-anak itu " Semua sudah ku bayar " Lanjutnya.


Shima memandangi sosok tampan yang masih terkekeh itu " Serius? "


Shima kembali menundukkan wajahnya. " Aku benar-benar harus bekerja keras nih "


" Percepat misimu. Apartemen ini sudah ku sewa, sayang kan kalau tidak buru-buru ditempati "


################################


" Bu Darmi " Sapa Shima lalu memeluk wanita bertubuh gemuk itu.


" Nyonya sudah pulang? " Tanyanya.

__ADS_1


" Sudah Bu. Gimana, ada masalah gak dirumah? "


" Tidak ada nyonya. Hanya tuan Darren sering pulang malam selama Nyonya tidak dirumah "


" Oh.. ya sudah, Aku mau istirahat dulu Bu, capek " Shima bergegas masuk ke kamarnya. Ia segera meletakkan Kamera kecil tepat diatas lemarinya.


Shima segera menghubungi Tian. " Bagaimana? apakah jelas? " Tanya Shima.


" Cukup jelas "


" Awas kalau kamu melihat yang macam-macam ya! " Ancam Shima.


" Justru ini akan mengingatkanmu supaya kamu tidak macam-macam "


" Ish.. ya sudah aku mau mandi. Sebentar lagi Darren pulang "


################################


Mata Tian tak lepas dari ponselnya. Sebuah rekaman CCTV terhubung langsung pada ponselnya. Ia tak berkedip melihat Shima yang tengah mengeringkan Rambutnya. Entah mengapa Tian merasa bahwa Shima begitu sexy dengan rambut basahnya. Wajah polosnya sangat ayu tanpa polesan make up sedikitpun. Ingin segera Tian memilikinya. Satu hal yang Tian yakini, Shima masih mencintai Darren.


Darren tampak memasuki kamar lalu memeluk punggung Shima. Di kecupnya pipi istrinya gemas " Kangen banget aku " Bisiknya.


" Sana mandi dulu! " Shima meremas handuk yang masih dipegangnya. Tak mampu menguasai dirinya. Kebencian begitu menyeruak di hatinya apalagi begitu melihat wajah Darren, seketika bayangan adegan Darren dan Lisa. Membuatnya merasa jijik saat Darren memeluk dan menyentuh tubuhnya. " Tahan Shima! " Batinnya.

__ADS_1


Disana Tian mematahkan pena yang dipegangnya saat melihat adegan Darren memeluk Shima. Ingin rasanya ia menghancurkan manusia yang tidak tahu malu seperti Darren. Tunggulah saatnya!


__ADS_2