
" Lho sayang, kok udah pulang? " Tanya Darren saat melihat Shima menyeret kopernya kedalam apartemen.
" Kenapa? kaget amat kayaknya "
" Ya enggak, katanya mau seminggu. Tahu kamu pulang hari ini aku jemput tadi di bandara. Kamu kenapa gak ngabarin aku sih "
" Kamu yang gak pernah chat aku "
" Maaf ya sayang. Akhir-akhir ini aku sibuk banget "
Shima tak menggubris ucapan Darren. Ia tetap menyeret kopernya ke dalam kamarnya. Matanya menyelidik ke setiap sudut demi sudut ruang kamarnya itu. Ia sedikit bergidik ngeri melihat ranjang denga sprei berwarna biru itu.
Darren memeluknya perlahan. Mendaratkan cumbuan demi cumbuan dileher Shima. " Haidh nya udahan kan? Aku kangen banget nih " Bisiknya.
" Belum! " Shima segera melepaskan pelukan Darren dan segera masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
" Sayang, belakangan ini kamu emosian amat sih. Ada apa? cerita sama aku dong " Teriak Darren di balik pintu kamar mandi.
" Udah jadi bawaan kalo haidh emang sensi "
" Ah.. ini gak kaya biasanya deh. Kamu gak apa-apa kan? "
" Gak apa-apa. Tar juga sembuh sendiri " Shima membuka pintu kamar mandi lalu mengambil laptop didalam tasnya.
" Mau kemana lagi? "
" Ke ruang kerja. Mau nulis novel. Kamu tidur duluan aja " Tanpa menoleh lagi Shima meninggalkan Darren sendirian di kamar.
__ADS_1
Shima segera mengunci pintu ruang kerjanya. di sambungkannya kabel data pada ponselnya ke laptop miliknya. Satu persatu di putarnya video yang tersimpan di ponselnya.
################################
" Istrimu sudah pulang? " Tanya Lisa.
" Belum. Pulangnya nanti masih Minggu depan "
" Kesepian dong kamu "
" Enggaklah. Kan ada kamu "
" Aku boleh menginap dirumahmu? "
" Boleh gak ya? " Darren tampak berpura-pura berfikir.
" Kamu emang paling pinter kalo ngerayu ya "
" Darren, kalau aku hamil apa kamu mau menceraikan Shima? "
" Tidak! "
" Kenapa? "
" Kalau aku bisa memiliki keduanya. Kenapa harus melepaskan salah satunya "
" Jahatnya kamu ya! Kalau Shima tahu perangai aslimu, aku jamin Shima akan menceraikan mu "
__ADS_1
" Tidak akan! aku sangat mengenal Shima. Ia benar-benar mencintaiku dan pastinya tidak bisa hidup tanpaku. Apa kau tahu, aku cinta pertamanya "
" Hey.. jangan besar kepala dulu. Shima itu wanita mandiri. Aku rasa dia bisa melakukan itu "
" Dia cuma seorang ibu rumah tangga yang menggantung kan hidupnya padaku. Untung saja ia mau saat aku suruh berhenti kerja. Bukankah dia istri yang taat "
" Jadi kamu menyuruhnya berhenti kerja bukan karena alasan ingin cepat punya anak, tapi karena agar dia bergantung padamu? "
" Bukan itu saja, di kantornya banyak sekali karyawan pria yang tiap hari bergantian meliput berita dengannya. Sebagai suaminya pasti aku cemburu melihat istrinya berboncengan dengan pria lain kan "
" Pintar sekali kamu. Istrimu kamu cemburui, tapi kamu malah bertingkah "
" Bukankah tingkahku ini menyenangkanmu "
Lisa memeluk pinggang Darren " Aku mencintaimu Darren. Biarkan aku jadi satu-satunya wanita di hatimu "
" Aku bahagia sekarang. Karena aku memiliki dua wanita yang sangat mencintaiku. Karakter kalian jelas sangat berbeda dan perbedaan itu membuatku merasa sempurna. Jangan minta aku untuk memilih karena aku benar-benar tak mampu. Biarlah semua seperti ini saja "
" Kamu tidak takut kalau Shima akan tahu? "
" Satu-satunya orang yang bisa memberitahu Shima hanyalah kamu. Jika Shima sampai tahu, berarti itu juga dari kamu "
Lisa mengeratkan pelukannya. " Cepat atau lambat kau akan memilihku Darren " Batinnya.
################################
Shima mematikan laptopnya. Ia harus segera menyusun rencana. Baginya tak ada lagi yang harus di pertahankan. Ia akan segera melepaskan diri dan menjadi pribadi yang baru!
__ADS_1