Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 52


__ADS_3

Shima melambaikan tangannya ke arah pemuda yang tengah menunggunya di sebuah kafe. Warna kemejanya tampak cocok dengan ketampanannya yang memukau. Sayang sekali wajah tampannya hanya terpampang di sebuah butik, jika ia gunakan di dunia entertainment sudah pasti laku keras.


" Sudah lama " Tanya Shima.


" Tidak juga "


" Kenapa tidak bertemu di butik saja? "


" Aku ingin jalan-jalan sebentar "


" Maaf ya, aku jadi ganggu kerjaan kamu terus "


" Tak apa. Sudah dapat ide untuk pergi menginap? "


" Sudah. Kebetulan temanku menikah di Bali jadi aku punya alasan menginap disana selama seminggu "


" Darren setuju? "


" Awalnya tidak. Tapi akhirnya dia setuju juga "


" Baiklah kalau begitu. Bagaimana dengan tuan Kim? "

__ADS_1


" Bagaimana apanya? "


" Salamnya tidak kamu balas "


" Tian... aku lagi begini malah kamu ledekin terus sih "


" Aku gak ngeledek kok. Beneran, kamu mau gak menikah dengan Tuan Kim? "


" Ish.. aku aja gak pernah lihat mukanya. Lagian aku baru mau jadi janda. mana mungkin aku mikirin hal yang gak penting seperti itu "


" Menikah dengan Tuan Kim itu hal paling penting buatmu. Darren akan sangat menyesal sudah mengkhianati kamu "


" Entahlah aku masih bisa mencintai orang lain atau tidak. Darren itu cinta pertamaku cukup sulit melupakannya "


Shima mengangguk. " Sekeras apapun aku berusaha membencinya, aku tetap mencintainya. Saat aku teringat kejadian itu, Sakitnya memang luar biasa, tapi jika bersamanya meskipun membencinya, aku tetap mencintainya. Makanya aku ingin cepat-cepat bercerai darinya. Takut perasaanku goyah ketika ia memintaku kembali padanya "


" Masih sedalam itu perasaanmu padanya? "


Lagi, Shima mengangguk. " Justru itu yang membuatku makin terluka karena harus membenci orang yang ku cintai "


" Kapan kamu pergi ke Bali? "

__ADS_1


" Minggu depan. Darren akan ikut selama dua hari diasana lalu ia segera pulang. Aku pulang di hari yang sama dengannya, hanya beda jam penerbangan saja "


" Baiklah.. berhati-hatilah disana. Aku kembali ke kantor dulu. Ini kartu kreditku, silahkan pakai dulu untuk membayar makanan yang sudah di pesan "


" Tidak usah! aku bawa uang cash kok "


" Simpan uangmu baik-baik. Karena hutangmu menumpuk padaku " Tian meletakkan kartu itu di meja lalu pergi meninggalkan Shima yang masih duduk disana.


Shima mendengus kesal. Tian hobby sekali meledaknya, Padahal ia tahu persis bahwa perjodohannya dengan Tuan Kim adalah lelucon yang ia buat. Makin kesini tingkahnya makin aneh saja. Lagaknya bikin Shima sakit kepala. Tak hanya hobby memerintah, Kini dia dengan seenaknya mengambil keputusan tanpa persetujuan Shima. Untung orangnya baik banget, kalau tidak pasti Sudah Shima hajar!


################################


Yohan mengetuk pintu sebanyak tiga kali kemudian segera masuk kedalam ruangan Tian.


" Bos memanggil saya? " Tanyanya.


" Iya. Bisa siapkan tiket pesawat untuk penerbangan ke Bali Minggu depan "


Yohan mengingat-ingat jadwal Tian seminggu kedepan. Sepertinya tidak ada acara di Bali " Ada acara apa bos? Di jadwal bos tak ada kunjungan ke Bali "


" Aku mau menjemput Shima di Bali "

__ADS_1


Ya Tuhan..! Harusnya Yohan menyadari sikap bosnya yang aneh itu. Jika ada permintaan yang diluar kebiasaannya pasti semua gara-gara Shima. Kenapa masih bertanya lagi? Sebenarnya Yohan cukup bingung, apa yang membuat Bosnya begitu tergila-gila pada Ashima. Wajahnya biasa-biasa saja. Latar belakang keluarganya pun menengah ke bawah. Sangat tidak cocok jika harus disandingkan dengan Tian yang punya segalanya. Apakah perkataan seorang pepatah itu benar adanya, bahwa cinta itu buta!


__ADS_2