Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 33


__ADS_3

" Lisa.. maafkan aku! Entah kenapa aku melakukannya. Tapi sungguh itu diluar kehendak ku bahkan berfikir sampai sana pun tidak " Darren memandangi wajah gadis yang berdiri terdiam di hadapannya itu.


Lisa tersenyum kecut " Tak apa pak Darren, saya juga tahu kalau bapak sudah berkeluarga. Saya tidak akan mengungkitnya" Jawabnya getir.


Darren membuang nafas berat. Ia sangat bingung bagaimana bisa ia tidak mengontrol dirinya.


" Bapak tidak perlu kawatir, saya akan menyimpannya dengan rapat. Saya juga tidak mau mengganggu rumah tangga bapak. Mungkin ini salah saya juga "


" Kenapa kamu tidak berontak atau berteriak saat itu? "


" waktu itu saya mengalami sakit perut hebat karena maag saya yang kambuh, saya tidak cukup punya tenaga untuk berteriak apalagi memberontak " Lisa makin menundukkan wajahnya.


" Aku benar-benar tidak sadar Lisa, percayakan pada ucapanku? Aku sangat mencintai Shima, tidak mungkin aku sengaja melakukannya "


" Lalu menurut bapak, saya yang sengaja menggoda bapak? bukankah bapak sendiri yang mengantar saya ke kamar hotel karena maag saya kambuh. Apa karena saya yang mengajak bapak untuk makan malam jadi bapak menuduh saya seperti itu "


" Tidak, Bukan begitu maksudku Lisa. Tapi aku benar-benar tidak sadar "


" Sudahlah pak Darren. Mau berdebat seperti apapun saya akan tetap kalah. Berdoa saja semoga tidak sampai tumbuh janin dirahim saya. Sampai situ saya rasa sudah aman. Saya akan berusaha menanggungnya sendiri "


" Aku bukan lelaki bejat Lisa, Hanya saja aku.. " Darren menghentikan ucapannya. Bingung ingin berkata apalagi mengingat kejadian itu benar-benar dilakukannya tanpa kesadaran.


" Kalau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan, saya permisi kembali ke meja saya pak " Lisa segera keluar ruangan Darren dengan senyum sinisnya.


################################


" Kamu tidak perlu repot-repot Lisa, Aku hanya sekedar menjenguk ibumu dan memberikan bonus sebagai hadiah kerja kerasmu "

__ADS_1


" Saya sangat bahagia karena punya atasan yang baik seperti pak Darren. Anggap saja ini sebagai ungkapan rasa terima kasih saya ke bapak "


" Tidak perlu sampai mentraktir saya kan, apalagi dihotel bintang Lima ini "


" Tolong jangan menolak pak "


" Baiklah "


Darren dan Lisa berjalan beriringan memasuki hotel, sesampainya di lobby Lisa tampak mengasuh sambil memegangi perutnya.


" Kenapa Lis? " Daren memegang pundak Lisa yang sedang berjongkok.


" Sepertinya Maag saya kambuh pak " Rintihnya.


" Kita kerumah sakit saja ya "


" Jangan pak, nanti juga baikan kok setelah makan dan minum air hangat, saya sudah terbiasa seperti ini kalau telat makan "


Lisa berjalan tertatih. " Pak, saya tidak kuat. Tolong bantu saya memesan kamar untuk istirahat "


" Saya antar pulang saja ya "


" Tidak usah pak, saya sudah memesan makanan khusus untuk bapak. Saya juga tidak bisa pulang kerumah. Nanti merepotkan ibu saya yang baru keluar dari rumah sakit "


" Ya sudah, ayo tunggu di sofa, aku akan memesankan kamar dan menyuruh pelayan untuk membawa makannya ke kamar hotel "


Lisa hanya mengangguk sambil memegang erat perutnya. Darren segera menuju resepsionis dan memesan sebuah kamar untuk Lisa beristirahat.

__ADS_1


Darren membiarkan Lisa menyandar di kepala ranjang. Tak lama kemudian pegawai hotel datang membawa makanan yang Lisa pesan.


" Pak, bisa minta tolong ambilkan saya handuk kecil dikamar mandi? "


" Baiklah, Tunggu sebentar " Darren bergegas ke kamar mandi dan mencari handuk kecil untuk Lisa.


Lisa segera mengambil obat berwarna putih dari dalam tasnya, ia memasukkan satu butir kedalam gelas Darren. " Kamu akan jadi milikku! " Gumamnya dengan seringai sinisnya.


Darren membawakan sebuah handuk untuk Lisa. Lisa mengambilnya lalu mencelupkan handuk itu kedalam baki berisi air hangat lalu mengompreskan ke perutnya.


" Cepat makan dan minum obat " Darren mengambil sepiring nasi dengan daging panggang diatasnya.


" Terima kasih pak. Bapak makanlah dulu. Maaf saya jadi merepotkan bapak begini " Ucap Lisa sesekali meringis menahan nyeri diperutnya.


Darren segera menghabiskan makanan yang sudah dipesan. Ia terlalu canggung tinggal bersama seorang wanita yang bukan istrinya dikamar hotel.


" Bagaimana perutmu? "


" Sudah lebih baik pak "


" Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu. Cepat istirahatlah! "


Lisa hanya tersenyum. Perlahan pandangan Darren memudar. ia memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing. Ia segera bangkit untuk segera pulang kerumahnya. Dinding-dinding kamar terlihat sangat berputar. Darren kembali menjatuhkan tubuhnya di sofa. Didepan matanya samar-samar sosok seorang wanita berjalan kearahnya sambil membuka kancing kemejanya lalu melemparkannya ke wajah Darren. Darren menghempaskan kemeja dari wajahnya.


" Shima " Ucapnya.


Lisa segera duduk di pangkuannya sambil melingkarkan tangannya pada leher Darren yang mengira dirinya adalah Shima. Darren segera mencumbunya, sambil menggendongnya ke ranjang. Melampiaskan seluruh hasratnya.

__ADS_1


################################


Darren perlahan membuka matanya. Dipandanginya sosok wanita yang tengah memakai kemejanya disisi ranjang. Darren cukup terperanjat menemukan dirinya tidak berbusana. Dan yang membuatnya lebih kaget lagi, wanita yang duduk di sisi ranjang itu bukanlah Shima, istrinya.


__ADS_2