Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 102


__ADS_3

Sesi pemotretan telah selesai. Shima kembali ke ruangannya untuk istirahat sejenak. Rio pergi membeli beberapa camilan sambil menunggu persiapan syuting.


Begitu sampai di kamar, Shima tak mendapati Lisa berada di ruangannya. Entah kemana perginya wanita itu. Ah.. masa bodo dengan Lisa. Akan lebih baik jika tak ada dia, Shima bisa menenangkan dirinya sejenak.


"Bu Lisa kemana ya?" Tanya Tya.


"Entahlah, mungkin dia bosan jadi keluar mencari udara segar" Jawab Shima sambil menyandarkan kepalanya pada kursi rias.


"Dia, Istri mantan suamimu ya, Shima?"


"Iya"


"Berarti, dia teman selingkuh mantan suamimu?"


"Iya"


"Punya muka juga dia masih berani bertemu denganmu"


Obrolan keduanya terhenti saat terdengar suara ketukan pintu. Tya segera membukakannya. Darren terlihat sedang memapah Lisa dan mengantarkannya kembali ke kamar. Setelah memastikan Lisa duduk dengan baik di ranjang, Darren menghampiri Shima.


"Maaf sebelumnya Bu Shima, Lisa sedang hamil besar, jadi agak sensitif. Tolong lebih bijaksana padanya" Ucapnya.

__ADS_1


Belum sempat Shima membalas ucapannya, Darren keburu pergi meninggalkan ruangan. Shima melayangkan pandangan sinisnya pada lisa. Lisa menekuk wajahnya seolah-olah dia adalah korbannya. Padahal jelas-jelas dia yang memulainya tadi.


"Sayang, aku bawakan vitamin c dan cemilan untukmu" Rio menghampiri Shima dan membawa sekantong plastik makanan ringan.


"Kamu udah pulang?" Tanya Shima.


"Udah dong, kenapa kangen ya?"


"Ish.. kangen apaan? Baru juga ketemu"


Lisa mengeluarkan ponselnya, diam-diam ia merekam adegan Shima dengan Rio. Jika Shima mengganggu rumah tangganya, ia akan menyebarkan video itu ke media.


################################


Dengan penuh penjiwaan, Shima begitu natural menjalankan lakonnya. Wajah ayunya membuat sebagian kru berdecak kagum termasuk Darren sendiri. Perlahan ia berlari- lari kecil mencari pintu keluar labirin. Aktingnya begitu natural tanpa kesalahan sedikitpun.


Seluruh kru bertepuk tangan begitu syuting selesai. Baru kali ini mereka syuting tanpa harus mengulang adegan.


"Yang mau ngopi, mari merapat. Nona Shima sudah menyiapkan mobil makanan untuk para kru" Teriak Aldo


Shima mengerutkan keningnya. Mobil makanan? Perasaan dia tidak pernah memesannya. Ulah siapa lagi kalau bukan Tian.

__ADS_1


Aldo menghampiri Shima yang masih berdiri di pintu keluar labirin. "Nona Shima, terima kasih banyak. Senang sekali bisa bekerja sama dengan nona. Jika ada kesempatan, bolehlah kita bekerja sama lagi"


"Sama-sama pak Aldo. Saya juga senang bisa bekerja sama dengan Mozza advertising. Silahkan di nikmati jamuannya"


Dari kejauhan, Tian dan Yohan berjalan beriringan. Semua kru terlihat terkejut karena biasanya Tian tidak pernah datang ke lokasi syuting. Ia menghampiri Aldo dan Shima yang sedang berbincang.


"Selamat sore, pak Aldo" Sapa Tian.


"Wah, suatu kehormatan bagi saya tuan Kim bisa menyempatkan hadir di lokasi syuting"


"Aku hanya ingin melihat bagaimana kinerja model baru bawaan pak Rio. Ternyata pilihannya layak untuk di beri apresiasi lebih"


"Iya tuan Kim. Saya juga tidak menyangka kalau nona Shima sehebat ini untuk kelas model yang baru terbit"


"Nona Ashima, tolong panggilkan pak Rio dan suruh dia menghadap saya diruangan!"


"Baik tuan muda Kim. Saya akan segera mencarinya"


"Kamu juga harus ikut dengan pak Rio. saya mau membicarakan sebuah kontrak penting"


"Baik tuan muda Kim"

__ADS_1


Shima bergegas pergi mencari Rio yang entah ngelayap kemana. Pasti ia sedang asyik sendiri dengan kameranya.


__ADS_2