Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 12


__ADS_3

" Pak yohan? " Sapa Shima.


Yohan menoleh kearah suara. Ia pun mengenal Shima dengan baik melalui biodatanya. Hanya agar tidak terlalu mencurigakan Yohan pura-pura tidak kenal " Maaf, anda siapa ya? "


" Saya istri dari Darren Atmaja, salah satu karyawan di perusahaan yang sama dengan bapak"


" Oh.. Maaf, saya tidak mengenali ibu karna waktu bertemu ibu memakai riasan wajah "


" Tidak apa-apa pak. Bapak sedang berbelanja? "


" Tidak, saya sedang mengecek pembukaan butik saja "


" Butik ini milik perusahaan? "


" Bukan, tapi milik nyonya Kim. Ibunya Tuan Kim "


" Oh.. baiklah. Terima kasih untuk waktunya pak Yohan. Saya berbelanja dulu "


Shima segera menggandeng tangan Shila dan pergi untuk melihat-lihat busana yang tertulis diskon 50% itu.


Shila tampak bergidik saat melihat bandrol yang terpasang pada sebuah kaos rajut yang dipegangnya. Sudah didiskon 50% saja harganya masih semahal ini. Uang segitu bisa buat jajan Shila selama 1 bulan. Mana tega ia minta dibelikan kakaknya.


Tian tampak terkejut saat berpapasan dengan Shima diruang ganti. Matanya segera mencari keberadaan pak Yohan. Begitu bertatap pandang, Tian mengisyaratkan untuk tidak mendekatinya.


" Tian, Kamu lagi belanja? " Tanya Shima yang terkejut melihat Tian di butik dengan memakai setelan jas berwarna hitam.

__ADS_1


Tian hanya mengangguk " Kamu sendiri? " Tanyanya.


" Liat-liat aja, siapa tahu ada yang cocok. Sendirian aja? "


Lagi, Tian hanya menjawab dengan mengangguk " Kamu sendirian? " Tak mungkin Shima kesini dengan suaminya, karna pastinya suaminya sedang bekerja dikantor.


" Aku sama adikku, Shila " Shima menunjuk pada gadis yang berdiri didepan manekin bergaya ala-ala k-popers.


" Oh.. lanjutkan belanjanya. Ambil saja pakaian yang kalian suka. Nanti berikan kartu ini pada cashier! "


" Kartu apa ini? kartu diskon? kamu bekerja disini? "


Tian lagi-lagi mengangguk. " Aku pergi dulu, Selamat berbelanja " Tian segera bergegas keluar dari butik tanpa bicara lagi yang didengarnya hanya teriakan terima kasih dari Shima.


" Udah dapet bajunya? " Tanya Shima


" Gak apa-apa ambil aja, kakak punya ini " Shima menunjukkan sebuah kartu hitam berlogo emas.


" Kartu apa itu kak? "


" Kartu diskon dari temen kakak yang kerja disini. Udah pilih aja! "


Shila mengambil sebuah blouse rajut dan celana baggy. Sedangkan Shima mengambil sepasang kaos couple berwarna biru laut. Keduanya berjalan kearah cashier. Pegawai bagian Cashier tampak ragu saat menerima kartu hitam berlogo emas itu. Kartu itu hanya dimiliki oleh keluarga Kim. Darimana wanita ini mendapatkannya.


" Maaf nona, kartu ini darimana ya? " Tanya pegawai bagian cashier itu.

__ADS_1


" Dari teman saya yang bekerja disini, namanya Destian "


Tampak masih ragu, pegawai itu menelepon pak Yohan.


" Maaf pak Yohan, saya mau bertanya tentang kartu keluarga tuan Kim "


Yohan menoleh pada bosnya " Bos, pegawai butik nyonya Kim menelepon, kartu keluarga Bos ada disalah satu pembeli dibutik "


" Biarkan dia memakai kartu itu. Aku yang memberikannya "


Setelah mendengar dari pak Yohan bahwa Shima boleh memakai kartu itu, Pegawai Cashier langsung membungkus dan memberikannya pada Shima.


" Berapa semuanya mbak? " Tanya Shima.


" Semua belanjaan nona gratis. Silahkan berkunjung kembali " sambil menyerahkan kartu hitam itu pada Shima.


" Apa? gratis..? Ternyata Destian hebat juga ya " Batinnya. " Kapan-kapan aku harus mengucapkan terima kasih secara langsung nih "


" Habis berapa kak? " Tanya Shila harap-harap cemas.


" 100% gratissss "


" Serius? Wah.. hebat ya temen kakak itu. Ganteng lagi "


" Huss!!! jangan mikirin cowo ganteng dulu. Kuliah yang bener "

__ADS_1


" Iya.. iya.. "


__ADS_2