Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 34


__ADS_3

Darren memejamkan matanya. Mencoba melepaskan kepenatan di kepalanya. Lisa memang seorang wanita yang cantik, Darren pun mengakuinya. wajah cantik dengan tubuh yang sintal mampu menggoda pria yang melihatnya. Sesekali Darren pun merasa nyaman saat Lisa disampingnya. Cerdas dan cekatan adalah hal yang sangat disukai Darren terlebih Lisa sangat detail dengan hal-hal kecil. Tapi untuk menidurinya, Tak ada sedikitpun terlintas di benak Darren.


Darren bergegas pulang kerumah. Ia harus menyusun strategi agar tak kehilangan Shima. Ia cukup tahu bahwa tak ada wanita yang ingin di duakan. Entah sengaja atau tidak, penghianatan adalah hal tersakit untuk makhluk yang bernama wanita. Darren harus mengikatnya agar Shima tidak meninggalkannya. Dan sepertinya ia tahu rencana terbaiknya.


" Sayang, kamu udah pulang? " Sapa Shima saat melihat Darren melepas sepatunya didepan pintu.


Darren menghampiri Shima yang sedang membantu Bu Darmi didapur." Iya, kangen banget sama kamu. Udah masak belum? " Darren memeluk Shima dari belakang. Menghujaninya dengan ciuman di pipinya.


" Belum.. Aku kira kamu bakalan pulang malem lagi jadi belum siapin makanan " Shima berusaha melepaskan pelukan Darren, malu dilihat oleh Bu Darmi.


" Kita makan diluar yuk "


" Sekarang? "


" Iya dong, masa tahun depan "


" Ya udah aku mandi dulu. Bu Darmi gak usah masak ya.. Kita mau makan di luar "


" Baik nyonya "


" Bu Darmi boleh pulang. Terima kasih ya Bu "

__ADS_1


Bu Darmi mengangguk lalu pamit untuk pulang kerumahnya. Shima segera masuk ke kamarnya disusul Darren yang mengikutinya dari belakang.


################################


Darren menarik kursi dan mempersilahkan Shima untuk duduk. Lalu ia duduk didepannya. Seorang pramusaji datang dengan membawa buku menu lalu menyerahkan pada Darren dan Shima.


" Kamu mau pesan apa sayang? " Tanya Darren.


"Aku mau kepiting saos Padang sama jus jeruk "


" Mbak, kepiting saos Padang satu, cumi asam manis sama cah kangkung. Minumnya dua jus jeruk "


" Ada acara apa nih sayang? tumben ngajak keluar " Tanya Shima sambil menunggu pesanan makanan yang belum datang.


" Memang ngajak makan istri sendiri harus punya acara dulu? aku cuma gak tega sama kamu, aku terlalu sibuk kerja sampai gak punya waktu buat nemenin kamu jalan-jalan. Maaf ya sayang "


" Oh.. begitu. So sweet banget sih kamu "


Seorang pramusaji datang membawa makanan dan minuman pesanan mereka lalu meletakkannya di atas meja.


" Sayang, bagaimana kalau kita program untuk punya anak. Kamu setuju gak? " Ajak Darren.

__ADS_1


" Kamu udah pengen banget punya anak ya sayang? "


" Iya, Biar kamu gak kesepian dirumah " Darren takut Lisa akan mengandung karena kesalahannya. Ia ingin mengikat Shima jika sesuatu yang dikhawatirkan Darren terjadi. Ia Takut Shima tidak bisa menerima lalu meninggalkannya.


" Kapan jadwalmu kosong? kita harus bikin janji dulu sama dokter "


" Oke, aku atur dulu ya. Nanti kalo udah dapet cuti dari kantor kita ke dokter. Gak apa-apa kan kalau aku minta segera punya anak? "


" Gak apa-apa dong sayang. Aku juga seneng kalo kita cepet punya anak, biar aku ada temennya "


Sangat wajar jika Darren menginginkan seorang anak, terlebih di usia pernikahannya yang hampir memasuki tahun pertama. Shima begitu bahagia memiliki Darren sebagai suaminya.


################################


Lisa mematut diri didepan cermin. Memastikan bahwa tubuh moleknya mampu menggoda pria mana saja yang melihatnya. Ia harus kembali memikirkan rencana selanjutnya agar bisa membuat Darren bertekuk lutut padanya. Cara apapun akan ia ambil meski dengan resiko di cap sebagai pelakor. Toh mencintai bukan hal yang salah. Hanya saja waktunya yang tidak tepat.


Suara ketukan pintu menghentikan angan-angan yang sedang dibangunnya.


" Lisa, ayo makan malam! " Seru ibunya dibalik pintu.


" Iya Bu " Lisa segera keluar menyusul ibunya ke meja makan.

__ADS_1


__ADS_2