Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 77


__ADS_3

Shima hanya memandangi Tian dari ruang tamu alih-alih menonton televisi. Entah mengapa Tian yang di kenalnya menjadi begitu berbeda saat menjadi tuan Kim. Tian yang di kenalnya sama sekali tidak pernah menyentuhnya, tapi Tian yang kini dengan mudahnya memeluknya. Bahkan ia baru melepaskan genggaman tangannya saat sampai di apartemen. Selama diperjalanan ia terus menggenggam tangannya tanpa bicara sepatah kata pun.


"kemari!" Tian melambaikan tangannya.


Ragu, Shima menghampirinya perlahan. Shima tak punya pilihan lain selain menuruti perintah lelaki itu. Selama semuanya masih masuk akal dan tidak kelewat batas. Ia baru saja bercerai dari suaminya, bukankah sangat tidak lucu jika ia tertimpa masalah baru dengan tuan Kim?


"Ada apa?"Tanyanya. Sejak keluar dari ruangan Darren Shima sama sekali tak bersuara. Jika ada lubang yang besar dan dalam mungkin Shima akan memilih masuk kedalam dan tidak keluar lagi. berurusan dengan tuan Kim memang begitu menakutkan. Pesona dan kharisma nya seperti tak bisa di tentang. ia terlalu bersinar layaknya mentari.


Tiba-tiba Tian mengangkat tubuh mungil Shima dan mendudukkan nya di meja. Kedua tangan kekarnya mengunci tubuh Shima. Wajahnya begitu dekat dengan wajah Shima. Shima hanya bisa menundukkan wajahnya, ia tak memiliki keberanian untuk memandang wajah tampan yang pernah dilemparnya dengan slada itu.


"Kau menghindari ku?" Tanyanya.

__ADS_1


Shima hanya menggelengkan kepalanya tanpa mengangkat wajahnya.


"Kau tahu berapa lama aku menahannya? kau tahu berapa lama aku menunggumu? kau tahu betapa aku ingin memilikimu?Bahkan sampai detik ini aku masih berusaha menahan diriku untuk tidak merusakmu"


"Kenapa harus aku?" Shima memberanikan diri menatap mata pria penuh nafsu didepannya itu.


"Entahlah. Apa kau butuh alasan untuk mencintai seseorang?"


"Aku tak butuh statusmu. saat kau bersamaku, maka semuanya akan selesai"


"Aku takut kau akan malu nantinya" Shima kembali menundukkan wajahnya. Bening perlahan menetes di pipinya.

__ADS_1


"katakan kau mencintaiku! itu sudah cukup bagiku" Tian mengusap pipi wanita itu.


"Beri aku waktu! Semuanya terlalu mengejutkan buatku. Perceraian ku. Kamu dan statusmu. ku mohon!"


Tian mengangguk. Ia masih mengunci tubuh Shima diantara dua lengannya. naluri lelakinya ingin sekali melakukan hal yang lebih padanya. Ia ingin merasakan manisnya bibirnya yang ranum. Ia ingin memeluk dan menguasai tubuh wanita yang tertunduk didepannya itu. sekuat tenaga ia menahan birahinya pada Shima. Entah mengapa bersentuhan dengan Shima sangat membuatnya ketagihan dan otak prianya selalu ingin melakukan yang lebih dan lebih. "Ayolah Shima, cepatlah menikah denganku sebelum pertahananku hilang" gumamnya.


Baru kali ini Tian merasakan jatuh cinta pada seorang wanita. Sejak awal ia berusaha membatasi interaksi dengan Shima terlebih kontak fisik. Ia takut ada efek adiktif saat ia merasakan sentuhan dengan Shima. Benar saja, begitu ia melakukan kontak fisik untuk pertama kalinya dengan Shima saat mengambil foto dengannya, Tian menjadi sangat ingin menyentuhnya. Setelah berhasil memeluk dan mencium keningnya, Tian kini ingin sekali mencium bibirnya. Itulah mengapa pria dan wanita tak boleh bersama. Karena jika tidak bisa menguasai diri, setan bisa saja menghasutnya. mungkin itu hal yang biasa bagi Shima, karena Shima sudah pernah menikah sebelumnya. tapi bagi Tian ini benar-benar untuk yang pertama kalinya.


"Ingatkan aku jika aku macam-macam padamu. Aku akan berusaha menahannya sampai kau bisa membuka hatimu untukku. tapi tolong jangan terlalu lama ya. Aku takut gelap mata. biar bagaimanapun aku tetaplah seorang pria normal" Tian melepaskan kuncian tangannya, menggendong tubuh Shima dan mendudukkannya di kursi.


"Makanlah, aku akan kembali ke apartemen ku. berlama-lama disini membuatku kehilangan pertahanan diri " Tian segera mengambil jasnya dan meninggalkan Shima yang masih terdiam di meja makan.

__ADS_1


__ADS_2