
Perlahan Tian membuka pintu kamar rawat Shima. Mendekatinya dan membetulkan selimutnya hingga menutupi dadanya. Wajah ayunya kian sayu dengan kelopak mata yang bengkak, entah berapa lama ia menangis.
Tian menarik kursi lalu mendudukinya, matanya mulai mengantuk tetapi pandangannya tak bisa jauh dari wajah ayunya. Ia bertekad membantu semua masalah Shima. Menjadikannya wanita kuat dan mandiri seperti sebelumnya.
Rasa kantuk perlahan menyergapnya. Tak terasa ia meletakkan kepalanya di atas ranjang sambil memegang tangan Shima kemudian terlelap.
################################
Shima membuka kelopak matanya saat sinar matahari menerpa tepat diwajahnya. Diliriknya sosok yang tertidur disisi ranjang sambil menggenggam tangannya " Tian " Pekiknya pelan takut membangunkannya. " Sejak kapan ia disini? " Tanyanya dalam hati.
Tian tampak menggeliat. Shima kembali memejamkan matanya pura-pura tidur. Tian melepaskan genggaman tangannya " Untung dia belum bangun, aku nanti jawab apa kalau dia lihat aku menggenggam tangannya semalaman. Tapi berada disisinya benar-benar sangat nyaman. Bodoh sekali kalau Darren melepaskan Shima demi wanita selingkuhan nya " Ujarnya.
Tian bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukanya karena ia akan bertemu dengan Wayan, pengacara pribadinya. Lalu ia bergegas ke rumah makan yang terdekat dari rumah sakit membeli sarapan dan ke minimarket membeli beberapa buah dan camilan untuk Shima.
" Kamu udah bangun? " Tanya Tian saat melihat Shima duduk bersandar dikepala ranjangnya.
" Iya, baru saja " Bohongnya. Padahal ia tahu semua aktivitas dan omongan Tian dikamarnya tadi pagi.
" Ini ku belikan sarapan, makanlah! "
Shima memandangi ayam goreng tepung dan semangkuk sup jagung di mejanya. Tian sendiri sibuk mengupas buah apel di sofa.
" Kamu beli di mana? " Tanya Shima.
" Di restoran cepat saji dekat rumah sakit. Hanya itu yang sudah buka pagi ini. Restoran nasi Padang masih tutup, lagipula pasti pedas. Kamu kan belum sembuh " Celotehnya sambil meletakkan apel yang sudah dikupas ke piring dan memberikannya pada Shima.
" Kamu gak makan? "
" Aku tidak makan makanan cepat saji, aku akan makan buah apel dan sebotol susu "
" Kemarilah! " Shima memanggil Tian.
" Ada apa? "
__ADS_1
" Buka mulutmu! " Shima mencomot ayam tepung di tangannya.
" Aku tidak.. "
Belum selesai Tian bicara, Shima menyuapkan Sepotong kecil ayam tepung itu ke mulut nya " Makan ini gak bikin mati kok " Candanya lalu tertawa melihat Tian yang salah tingkah. " Ayo makan denganku! "
" Tidak.. tidak.. kau makanlah! "
" Kalau kamu tak mau makan, aku juga tidak makan "
Tian terdiam tak bereaksi. Sebenarnya rasanya lumayan juga. Tapi ia terlalu malu untuk makan bersama Shima.
" Mau aku suapin lagi? " Ancamnya.
" Tidak.. tidak.. aku akan makan sendiri " Tian duduk disisi ranjang dan memutuskan makan bersama Shima. Buatnya ini makanan terlezat yang pernah ia makan. karena ia makan dengan orang yang ia cintai.
" Apa sudah ada pengacara untukku? " Tanya Shima setelah selesai makan.
" Ada, nanti dia kesini "
Tian terkekeh " Nanti aku atur " Karena Wayan adalah pengacara yang khusus dibayar olehnya.
" Tempat tinggal ku gimana? "
" Sudah ada. Beda 2 blok dengan apartemenku "
" Apa? gak salah kamu sewa apartemen itu? uangku mana cukup " keluhnya.
" Cukup, tenang saja "
" Berapa? "
" Banyak pokoknya "
__ADS_1
" Ish.. ditanya serius juga. "
" Kamu gak usah khawatir masalah itu. Yang penting sekarang kamu butuh ketenangan. Tau sendiri kan bagaimana apartemenku, penuh privasi. Masalah pekerjaanmu bagaimana? "
" Aku belum tahu "
" Untuk sekarang, fokuslah pada kesehatannya terutama kesehatan mentalmu "
" Hei, kamu pikir aku gila? " Bibir Shima mengerucut.
" Bukan gila, hanya tidak waras saja. Bagaimana bisa kamu menangis seharian. Apa kamu tidak lihat bagaimana bentuk matamu "
" Aku benar-benar terluka Tian. Kehilangan suami dan anak secara bersamaan. Jika hanya menangis saja itu lebih baik untukku. Kamu tahu kenapa aku kecelakaan kemarin? Karena aku ingin mengakhiri hidupku. Jika aku mati aku tidak akan merasakan sakit seperti ini "
" Pendek sekali pikiranmu! Belum tentu saat kau mati segalanya selesai, siapa tau kamu akan jadi hantu pendendam nantinya "
Shima tergelak " Bisa jadi " Ucapnya.
" Kalau kamu memang ingin membuat Darren menyesal, maka lakukanlah yang terbaik untukmu. Aku akan membantumu menjadi Ashima Nayla yang baru. Ashima Nayla yang kuat dan mandiri. Ashima yang bisa mendapatkan apapun yang ia mau. Untuk bisa seperti itu kamu harus tegar! "
" Aku baik-baik saja jika ada yang menemaniku, tapi begitu aku sendiri aku teringat semuanya "
" Sibukkanlah dirimu, aku akan memberi banyak pekerjaan padamu "
" Aku? bekerja dimana? "
" Itu rahasia. Selama kamu belum bisa menguasai dirimu, kamu bekerja dirumah. Setelah tepat waktunya, kamu akan pindah ke perusahaan "
" Sebagai apa? "
" Istri pemilik perusahaan "
Shima kembali tergelak. " Kamu mau menjodohkan ku dengan siapa? dengan tuan Kim? "
__ADS_1
" Iya, kamu akan menjadi istrinya! "