Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 70


__ADS_3

Darren memarkirkan mobilnya dibasemen. Ia bergegas naik menggunakan lift dari parkiran. Pekerjaan hari ini membuatnya begitu lelah. Tiba-tiba ia teringat Shima. Andai saja ia tidak termakan rayuan Lisa mungkin masih ada Shima yang tiap sore menyambutnya dirumah dengan senyum manisnya. Mungkin masih ada Shima yang dengan lembutnya memijat punggungnya yang pegal. Mungkin masih ada Shima yang akan memeluknya tiap malam menjelang tidur. Mungkin..


Pintu lift yang terbuka menghentikan hayalan Darren. Ia segera melangkah keluar dan berjalan ke arah pintu apartemennya. Matanya terpaku pada sendal yang tertata rapi di rak sepatunya. Sendal itu milik Shima. Darren segera berlari ke dapur rumahnya. Shima terlihat sedang sibuk membantu Bu Darmi di dapur. Ia bahkan menampar pipinya memastikan bahwa wanita yang sedang bersenda gurau didapur itu benar-benar Shima.


Seulas senyum mengembang di bibir Darren. Shima melambaikan tangannya sambil tersenyum manis ke arahnya. Benar dugaannya bahwa syarat yang ia ajukan terlalu berat untuk Shima. Tidak mungkin secepat itu mendapatkan pengganti dirinya. Dan sekarang Shima pasti memutuskan untuk kembali padanya.


" Kamu udah pulang? " Sapa Shima.


Darren mengangguk " Aku mandi dulu ya " Ucapnya. Ia segera masuk kedalam kamarnya. Dengan keras membanting tubuhnya ke atas ranjang dengan tawa yang ditahannya. Bahkan ia meloncat-loncat diatas kasur empuknya. Sadar akan ulah konyolnya, ia bergegas mandi. Ia ingin segera memeluk tubuh mungil istrinya itu. ia rindu pada wangi tubuhnya yang natural tanpa parfum.


Darren menghampiri Shima yang sudah duduk di meja makan. " Bu Darmi mana? " Tanyanya.


" Sudah pulang " Jawab Shima sambil mengambilkan nasi dan lauknya untuk Darren.


" Kamu gak makan? " Tanya Darren yang melihat Shima kembali duduk tanpa mengambil makanannya.


" Aku diet "

__ADS_1


" Untuk apa diet. Buatku mau seperti apapun bentuk badanmu nanti, tak akan merubah cintaku "


Shima terkekeh mendengar ucapan Darren. " Masalahnya aku udah mau jadi janda. Harus berpenampilan menarik dong "


Darren mengerutkan keningnya. Ditundanya suapan ditangannya. " Maksudnya? "


" Kamu memang gak nuntut aku harus berbody ideal. Tapi aku sekarang belajar dari pengalaman. Kalau lelaki sukanya sama perempuan yang sexy dan nakal. Kebetulan pacar baruku ingin aku terlihat lebih sexy dan sensual makanya aku diet dan perawatan ke salon "


Darren segera menghentikan makannya " Bukannya kamu pulang karena kamu akan membatalkan gugatan ceraimu? karena kamu tidak sanggup memenuhi persyaratan yang aku minta "


" Lalu untuk apa kamu kembali kesini? "


Shima berdiri lalu berjalan ke kamarnya. Tak berapa lama ia kembali lagi ke meja makan. " Aku mau mengambil ini " Shima menunjukkan sebuah kamera CCTV kecil pada Darren. " Sepertinya aku tidak perlu bukti apa-apa lagi. ini saja sudah cukup " Imbuhnya.


" Jadi kamu meletakkan kamera CCTV itu di kamar? "


" Iya. Dari CCTV ini aku tahu bagaimana kelakuanmu selama aku tidak ada. Awalnya aku ingin sekali memberikan kesempatan lagi padamu setelah melihat adegan panasmu di kamar mandi. Tapi, urung ku lakukan begitu aku melihat rekamanmu di kamar itu. Bagaimana bisa kamu membawa wanita lain tidur diatas ranjang cintaku "

__ADS_1


Darren menghampiri Shima dan berlutut di kakinya. Ia memeluk erat lutut wanita yang tengah duduk didepannya itu. " Maafkan aku Shima, aku khilaf. Tolong berikan lagi satu kesempatan itu. aku berjanji akan memperbaiki semuanya. Aku baru sadar kalau aku tidak bisa hidup tanpamu "


" Aku wanita. Lisapun wanita. Aku sudah merasakan bagaimana rasanya kehilangan bayiku karena kebodohan kita. Aku tak ingin Lisa mengalami hal yang sama. Jangan sampai anak itu kehilangan masa depan karena kesalahan kalian "


" Shima, aku mohon! Aku akan menyuruh Lisa menggugurkan kandungannya. Aku hanya bersenang-senang dengannya, Shima. Aku tidak mencintainya "


" Maka lanjutkan lah bersenang-senang mu itu. Akupun akan melanjutkan hidupku dengan orang yang baru "


Darren menggenggam tangan Shima erat " Aku mohon Shima, beri aku satu kesempatan lagi "


" Maaf Darren, Aku sudah memenuhi persyaratan terakhirmu. Aku sudah punya calon suami dan tentunya jauh lebih baik daripada kamu! "


" Baiklah! Jangan hanya omong kosong belaka. Hari Minggu aku ingin bertemu dengannya. Jika ia tidak datang, maka gugatanmu ku anggap batal. Dan jangan coba-coba untuk menipu ku! "


" Oke. Setuju! Lanjutkan lah makanmu. Aku mau pulang bye! "


Darren mengepalkan tinjunya dengan geram. Ia merasa telah dipermainkan oleh Shima. Kita lihat saja nanti, Shima. akan ku buat kau menyesal karna sudah melakukan ini padaku!

__ADS_1


__ADS_2