
" Istrimu sudah pulang? " Tanya Lisa.
" Sudah, kemarin sore "
" Mandi basah dong " Ledeknya.
" Zonk, lagi datang bulan "
" Programmu belum sukses juga? Mungkin istrimu mandul "
" Tidak, dia sehat-sehat saja. Mungkin Tuhan belum mempercayakan momongan untuk kami "
" Apa kamu begitu menginginkan seorang anak "
Darren terdiam. Awalnya ia ingin segera memiliki anak agar bisa mengikat Shima jika ia sampai ketahuan. Lama kelamaan Darren menikmati hubungan terlarangnya dengan Lisa.
" Jika kau memang menginginkan seorang anak, aku bisa memberikannya untukmu. Tapi ceraikanlah Shima! "
" Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak mengganggunya? Kan kamu sendiri yang menawarkan diri menjadi selingkuhannku. Kenapa sekarang tiba-tiba kamu ingin aku menceraikan Shima? "
" Sepertinya aku mulai serakah. Aku tak ingin milikku di ganggu orang "
Darren terkekeh " Aku bukan milikmu, kamulah milikku " Darren melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Lisa.
" Jangan pakai pengamanmu, aku ingin benih itu tumbuh dirahimku " Bisik Lisa.
Darren hanya tersenyum lalu mengangguk. Shima saja yang sudah program kehamilan sampai sekarang belum hamil. Kemungkinan besar Lisa juga tak akan hamil meski tidak pakai pengaman. Toh dulu pertama kali pun tidak pakai pengaman.
" Aku tunggu di kamar mandi ya " Bisik Lisa.
################################
__ADS_1
Shima mendapati ponselnya berdering. Ia segera mengangkatnya begitu tahu siapa yang menghubunginya.
" Ada apa? " Tanyanya
"Aku sudah dapat buktinya "
Deg! Hati Shima terasa begitu hancur mendengarnya. Darren melakukannya lagi? Padahal baru semalam ia bilang rindu, tapi sekarang...
" Hallooo, Shima... "
" Iya, aku denger kok "
" Ke apartemen ya nanti siang "
" Untuk apa? "
" Bertemu pak Wayan "
Berada di kamar sendirian membuatnya semakin terluka, mengingat kamar itu adalah tempatnya dan Darren memadu kasih. Tapi kini Darren punya tempat lain yang lebih istimewa dari kamarnya, yaitu kamar mandi ruangannya. Tak akan lagi Shima menginjakkan kakinya disana.
" Bu.. aku pergi jalan-jalan dulu ya.. kalau Darren pulang duluan, bilang saja aku ke rumah ibuku "
" Baik nyonya "
Shima segera turun kebawah dan menunggu taxi di depan pintu masuk apartemen. Tujuannya adalah apartemen sewaannya. " Aku bisa menunggu sambil menulis novel disana " Batinnya.
Begitu sampai, Shima segera naik ke lantai Lima. Ditengoknya sekilas apartemen milik Tian yang terlihat begitu sepi. " Berapa gajinya di butik nyonya Kim sampai dia bisa menyewa apartemen semewah ini? Bahkan punya mobil mewah yang lengkap dengan seorang supir. Apa melamar di butik nyonya Kim saja? " Pikirnya.
Shima segera membuka pintu apartemennya. Ia merebahkan tubuhnya pada kasur empuk berseprei berwarna hijau itu. " Ah.. nyamannya " Gumamnya. Kini ia tahu kenapa apartemen ini harganya begitu mahal. Karena memang kenyamanan adalah hal yang paling utama disini.
Tak terasa kantuk mulai menyerangnya. Ia melirik jam yang tertempel di dindingnya. " Aku masih punya waktu dua jam untuk tidur sebelum Tian dan Wayan datang " Ujarnya lalu terlelap.
__ADS_1
################################
Tian mengambil kunci apartemen di sakunya. Ia datang lebih awal dari perjanjian. Ditangannya ada sekeranjang buah, makanan dan minuman untuk mengisi kulkasnya yang kosong. Selama Shima belum tinggal disini, Tianlah yang rutin bolak-balik memeriksa apartemennya. Ia juga menyuruh orang untuk membersihkannya setiap hari.
Tian memastikan bahwa yang dilihatnya tidaklah salah. Ada Shima yang tengah tertidur lelap diranjang. Ternyata ia datang lebih awal. Perlahan Tian mendekatinya. " Shima " Panggilnya. Tak ada sahutan. " Shima " Panggilnya lagi, tetap tak bergeming. " Tidur apa pingsan sih? " Makinya lalu membiarkannya tetap terlelap disana. Tian segera memasukkan belanjaannya kedalam kulkas lalu duduk di depan televisi sambil makan buah apel yang di bawanya.
Shima menggeliat. Ia menggaruk-garuk kepalanya dengan keras. Ingin sekali ia melanjutkan tidurnya tapi alarm ponsel membangunkanny, itu artinya ia sudah tertidur selama satu jam.
Sayup-sayup terdengar suara televisi yang menyala. Seingatnya, ia tak menyalakan televisi saat datang ke apartemennya. Perlahan ia bangkit dan berjalan menuju ruang televisi.
" Tian, Gimana kamu bisa masuk? " Ujarnya terkejut.
" Aku masuk pakai kunci lah "
Shima lupa kalau Tian memegang kunci cadangannya " Sejak kapan kamu disini? "
" satu jam yang lalu "
" Ish.. kenapa tidak bangunkan aku "
" Sudah! Tapi kamu tidak dengar "
" Masa sih? "
" Kamu tidur apa pingsan? "
Shima terkekeh " Aku tidak pernah bisa tidur kalau malam. Jadi kebablasan deh "
" Masih ada 1 jam lagi. Jika masih mengantuk tidurlah, nanti aku akan membangunkanmu "
" Q ikut nonton tv aja " Bagaimana bisa Shima tertidur lagi sedangkan ada pria lain diruangan ini bersamanya? Memang aku sudah gila apa!
__ADS_1