Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 76


__ADS_3

Shima melangkah pasti memasuki hexindo grup, perusahaan terbesar di ibu kota. Perusahaan milik Tian, eh.. milik tuan Kim sekaligus kantor mantan suaminya. Mumpung Tian belum pulang dari luar kota, Shima menyanggupi permintaan Darren untuk mengambil surat gugatan cerainya di kantor.


Setelah mendapat kartu kunjungan dari resepsionis di lobby, ia segera menuju ruangan Darren di lantai 6.


" Hai Lisa" Sapanya pada wanita selingkuhan mantan suaminya itu.


"Shima, ada apa kemari?" tanyanya ragu. Ia sudah mendengar sedikit banyak cerita dari Darren, Ia cukup terpukul saat tahu siapa kekasih mantan istrinya itu.


"Aku mau menemui Darren. kamu tidak cemburu kan?"


Lisa menyunggingkan seulas senyum sinis pada Shima "tentu tidak. Bukankah kau dapat lelaki yang lebih hebat dari Darren? Aku harusnya banyak belajar darimu, bagaimana cara menaklukkan pria-pria hebat sepertimu"


"Cukup mudah sebenarnya. Pakai ketulusanmu, bukan kecantikanmu"


"Jadi.. ketulusanmu pula yang membuatmu kehilangan rumah tanggamu?"


"Tidak, ketulusanku membawaku pada orang yang tepat. Terima kasih karna sudah mengambil orang yang salah. Oh iya, salah untukku semoga tak salah untukmu" Shima segera masuk ke ruangan Darren tanpa menunggu jawaban dari Lisa.

__ADS_1


Lisa terlihat mengeraskan rahangnya. Bagaimana bisa jadi seberuntung itu? setelah kehilangan Darren, ia malah bersama tuan Kim. Bahkan Darren pun tak berkutik di buatnya. Menanda tangani surat gugatan cerainya adalah pilihan terbaik daripada harus kehilangan semua kejayaannya.


"Mana surat gugatannya?" Pinta Shima.


Darren memandangnya lekat. Ingin sekali ia memaksanya untuk membatalkan gugatannya dan memulai lagi dengannya. Tapi pria yang berdiri disisinya kini adalah tuan Kim, membuat lidahnya kelu tak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia tidak punya pilihan lain. Baginya, kehilangan semuanya membuatnya terlalu takut setelah kehilangan Shima. Darren menyerahkan map berwarna coklat itu pada Shima.


"Terima kasih banyak. Baik-baiklah pada Lisa! ia sedang mengandung anakmu. Segera nikahi dia. Bertanggung jawablah sebagai seorang pria"


"Sayang, kenapa tidak bilang akan kesini?"


Shima perlahan menoleh ke arah suara yang begitu di kenalnya. Ia tersenyum kaku melihat Tian sudah berdiri di depan pintu ruangan Darren.


"Sudah. Tadi begitu sampai aku langsung ke apartemen, tapi kamu tidak ada"


"Oh.. begitu ya. Aku mengambil surat gugatan cerai ini"


"Kenapa tidak menyuruh Sam saja?"

__ADS_1


"Ini urusan pribadi. tidak enak kalau menyuruh sam"


"Apa kau tidak merindukanku?"


"Apa?" Shima terkejut dengan pertanyaan konyol Tian dan itu di lontarkannya di depan Darren.


"Kemari peluk aku, aku merindukanmu"


"Sayang, aku malu" Elaknya. Gila apa! masa disuruh peluk didepan Darren.


"Ya sudah, aku yang peluk" Tanpa menghampiri Shima dan memeluknya erat. "Aku sungguh merindukanmu" ucapnya lagi. Shima hanya diam tak berkutik. sedangkan Darren diam-diam mengepalkan tangannya.


"Sayang sudah, gak enak di lihat orang" Shima mendorong tubuh Tian. Pelukannya yang begitu erat membuatnya kesulitan bernafas.


"Oh iya, aku lupa. Maaf ya pak Darren, aku begitu rindu pada kekasihku. Maklum, sudah 3 hari aku tak bertemu dengannya. pak Darren tahu sendiri kan betapa menggemaskan nya Shima"


Darren tersenyum kecut. " Tidak apa-apa tuan Kim. Saya sudah menandatangani surat gugatan cerainya. Secara agama Shima sudah bukan istri saya lagi" Ucapnya dengan rahang yang gemeretak. Ada sakit yang berulang kali menghujam hatinya. Apakah ini yang Shima rasakan saat melihatku bersama Lisa dulu?

__ADS_1


"Ayo kita pulang sayang. Aku ingin menghabiskan malam ini denganmu" Bisik Tian nakal. Bukan hanya sengaja membuat Darren terbakar api cemburu, Ia juga ingin cepat-cepat membawa Shima pergi dari ruangan itu. Entah mengapa Tian merasakan cemburu saat Shima kembali bertemu dengan mantan suaminya itu. Apakah ini pertanda Tian sudah menjadikan Shima sebagai miliknya utuh? Karena tak ada satupun pria yang boleh mengganggu wanita miliknya!


__ADS_2