Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 104


__ADS_3

Shima merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Perjalanan jauh cukup menguras energinya. Tian menghampirinya lalu membelai rambut panjangnya.


"Capek?" Tanya Tian.


Shima mengangguk. "Lumayan" jawabnya kemudian.


"Aku isi bathtub dengan air hangat. Mandilah dulu biar lebih segar!" Suruh Tian.


Shima menggelayut manja pada lengan kekar suaminya itu. "Kamu perhatian banget sih sayang"


"Iya dong. Kan ada maunya" Jawab Tian santai


Shima langsung memukul pundak Tian. "Aku mau mandi. Mau ikut?"


"Ikut dong!" Tian langsung menggendong tubuh Shima ke kamar mandi. Dibukanya satu persatu pakaian yang menempel pada tubuh Shima. Kamar mandi dipenuhi wangi aromaterapi yang begitu menenangkan. Perlahan Tian menuntun Shima masuk kedalam bathtub. Disandarkannya tubuh mulus istrinya didada bidangnya. Tangannya tampak sibuk memijit leher dan pundak istrinya.


"Apa Lisa mengganggumu?" Tanya Tian.


"Tidak. Aku hanya menganggap dia angin lalu"


"Sepertinya Lisa takut kamu kembali pada Darren"


"Rasanya, bukan cuma Lisa yang takut aku kembali pada Darren. kamu juga kan?" Shima memalingkan wajahnya hingga berhadapan dengan wajah suaminya.


Tian segera mendaratkan ciumannya dibibir Shima.


"Ish.. ayo ngaku!" Shima menutupi bibir suaminya dengan telapak tangannya.

__ADS_1


"Enggak tuh" Tian mengelak.


"Terus ngapain tadi tiba-tiba datang kesana?"


"Takut kamu digangguin Lisa"


"Bohong! Tau darimana Lisa datang kesana?"


"Kamu lupa siapa suamimu?"


Shima terkekeh. "Oh iya, lupa kalau suamiku tuan muda Kim yang kaya raya"


"Apa kau tau bagaimana sulitnya aku berusaha menahan diriku saat aku sampai disana? Rasanya aku ingin langsung memelukmu sambil bilang ke seluruh dunia kalau kau adalah milikku!"


"Aku memang milikmu, tuan muda. Selamanya!"


"Aku usahakan yang terbaik ya sayang. Terima kasih untuk segala dukunganmu"


"Tak ada terima kasih yang gratis untukku" Bisiknya nakal.


Shima membuang nafas berat. Ia lupa kalau suaminya pengantin baru, berbeda dengan dirinya yang sudah lebih dulu meneguk manisnya cinta. "Siap sayang, aku milikmu" Shima tak kalah membalas bisikan Tian dengan suara yang mendesah.


Jangan tanya, apa yang dilakukan Tian setelahnya. Ia tak akan menunda-nunda kesempatan yang datang cuma-cuma.


################################


Tya meletakkan semua barang-barang bawaannya di studio. Rio menyusulnya sambil membawa beberapa barang yang masih tertinggal di mobilnya.

__ADS_1


"Rio, aku mau tanya deh. Kamu tahu gak cerita tentang pernikahan Shima?" Tanya Tya sembari merapikan barang-barang yang di bawanya.


"Tau sekilas. Kenapa memang?"


"Aku sempat ngobrol sama Lisa tadi. Dia bilang Shima tidak sebaik kelihatannya. Itu pasti gara-gara tingkah konyolmu yang selalu nempel sama Shima ya"


"Aku cuma mau dia memetik apa yang dia tanam. Dari awal pikirannya selalu buruk pada Shima. Padahal Shima orangnya baik lho. Kita nanti bisa menilai, bagaimana wataknya yang asli"


"Kenapa tidak langsung menegurnya?"


"Orang seperti Lisa tidak akan dengar jika hanya ditegur. Lihat kan tadi, padahal jelas-jelas ia yang mengganggu Shima. Tapi ia bilang pada Darren seolah-olah Shima lah yang mengganggunya"


"Shima sudah berapa lama kenal dengan tuan Kim?"


"Tuan Kim kenal sudah cukup lama, sekitar 1tahunan yang lalu. Saat Shima sudah bersuamikan Darren"


"Aku melihat ada cinta yang membara di mata tuan Kim tiap kali ia memandang Shima. Aku jadi iri pada Shima. Dia begitu beruntung ya, banyak orang-orang yang tulus menyayangi nya"


" Tuhan kan membalas sesuai dengan perilaku hambanya. Kalau orangnya baik pasti balasannya baik juga. Makanya cepet cari pacar sana, biar gak jomblo terus"


"Sesama jomblo tak perlu saling meledek ya" Umpat Tya.


"Aku sih bukan jomblo, cuma belum mau cari pacar aja"


"Kebanyakan ngeles nih"


"Cepat rapikan baju-baju itu. Ayo ku antar pulang. Tak baik anak perawan masih keluyuran malam-malam begini"

__ADS_1


Tya mengangguk pasti. Dipandanginya punggung Rio yang sudah berjalan ke arah parkiran. Ada rasa nyaman dihatinya saat bersama dengan Rio. Entah sudah berapa lama Tya menepisnya karena tak ingin persahabatannya denga Rio rusak gara-gara rasa cintanya. Lagi, Tya memendam rasa yang membuncah dihatinya entah untuk berapa lama.


__ADS_2