Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 111


__ADS_3

Para jurnalis tampak terkejut begitu mendapat undangan konferensi pers dari hexindo group. Jarang sekali tuan Kim mengadakan konferensi pers secara pribadi kecuali untuk launching produk terbaru dari perusahaannya. Acara akan dilaksanakan Minggu depan bertempat di sebuah ballroom hotel bintang lima.


Berita tentang akan dilaksanakan nya konferensi pers langsung tersebar ke media. Banyak yang menduga-duga isi dari konferensi pers tersebut.


Lisa meremas majalah fashion ditangannya saat salah satu stasiun televisi menyiarkan berita tentang konferensi pers yang akan diadakan tuan Kim. Ia sudah bisa menebak kalau Shima ingin cepat-cepat diakui oleh khalayak bahwa ia adalah milik tuan Kim. Dasar perempuan licik!


Ia segera mengambil ponselnya dan menekan sebuah nomor dari kontaknya.


"Apa kau mau berita online mu menjadi trending nomor satu?" Ucapnya mengawali perbincangan.


"Apa kau punya berita yang hot?"


"Lebih dari hot!"


"Berita tentang apa?"


"Tentang model baru yang sedang naik daun"


"Ashima Nayla?"

__ADS_1


"Iya. Aku tahu apa yang dia lakukan hingga karirnya melesat"


"Apa keuntungan yang bisa ku ambil dari berita itu?"


"Kau akan tahu saat konferensi pers yang akan diadakan tuan Kim berlangsung"


"Berapa harga yang harus ku beri?"


"Terserah kau saja, asal kau buat beritanya heboh di dunia Maya"


"Oke, deal!"


"Akan ku kirim video itu ke emailmu"


Lisa tersenyum puas. Ia berusaha keras mengambil kebahagiaan Shima, tapi ternyata kebahagiaan malah berpihak padanya. Lisa berpikir hidupnya akan bahagia saat berhasil mengambil Darren darinya, tapi kenyataannya hanya kesedihan yang ia dapatkan. Jika ia tak bahagia, maka Shima juga tidak boleh bahagia!


################################


Darren membiarkan asap rokok mengepul memenuhi ruang kerjanya. Ia menyadari bahwa harapannya bersama Shima lagi tak akan terwujud. Surat cerainya sedang diproses oleh pengadilan. Bu Darmi pun sudah pergi meninggalkannya. Kini ia benar-benar sendiri!

__ADS_1


Ia masih syok saat rapat direksi bahwa konferensi pers yang diadakan adalah untuk mengumumkan pernikahannya dengan Shima, mantan istrinya. Ingin sekali ia tidak ikut andil dalam acara itu. Tapi posisinya sebagai general manager membuatnya harus berada di posisi yang sangat tidak menyenangkan baginya.


Meskipun hanya mantan istri. Tapi Shima pernah mengisi hari-harinya dan tak bisa dipungkiri bahwa wanita itu masih mengisi hatinya. Lelaki mana yang sanggup melihat wanita yang dicintainya memilih pria lain didepan matanya? Jujur Darren tidak sanggup!


################################


"Sayang, apa baju ini tidak terlalu bagus untuk acara konferensi pers besok?" Shima mengamati gaun panjang berwarna gold dengan aksen mutiara di leher dan pinggangnya. Payet berwarna hitam berbaris vertikal dari ujung lehernya hingga pinggangnya. Bagian bawah roknya menjuntai panjang menyapu jalan. Gaun itu rasanya lebih cocok digunakan sebagai gaun pengantin daripada gaun biasa. Ia sudah dapat menebak berapa harga gaun itu tanpa melihat bandrol yang masih menempel di bagian dalam kerahnya.


"Kalau kau merasa berlebihan, pilih saja gaun yang lain"


"Yang kasual tapi elegan. Pilihkan untukku!" Shima mencolek hidung mancung Tian.


Tian mengambil sebuah minidress sutra import berwarna hitam yang di padukan dengan bolero semi blazer berwarna pink.


"Bagaimana dengan yang ini. Kasual dan sederhana tapi tetap elegan"


Shima mengambil minidress itu dengan senyuman termanis di bibirnya. "Pintar sekali suamiku ini. Aku coba dulu ya"


Tian mengangguk. Ia kembali membaca buku yang sempat ditunda nya karena memilihkan baju untuk Shima.

__ADS_1


Tak lama Shima keluar dari kamar ganti mengenakan minidress yang dipilih oleh Tian tadi. Ia berputar-putar didepan Tian untuk memastikan minidress yang dipakainya cocok di tubuhnya. Tian mengacungkan dua jempolnya pada Shima tanda minidress itu cocok untuknya. Shima kembali ke kamar ganti untuk mengganti bajunya.


Ia mematung memandangi sosoknya sendiri didepan kaca berukuran raksasa itu. Semua rencana yang sudah dipikirkannya matang-matang menjadi sia-sia karena sifat posesif tian. Ingin menikah dengan Tian tahun depan berubah jadi bulan depan. Ingin mengumumkan pernikahannya tahun depan lagi-lagi jadi bulan depan. Bahkan Shima belum di akui keberadaan nya sebagai model profesional di dunia entertainment. Ia hanya ingin menyamakan posisinya dengan Tian. Semoga saja tak ada aral melintang yang menghadangnya mengingat siapa sosok pria yang dinikahinya itu.


__ADS_2