Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 15


__ADS_3

" Sayang, nanti kamu pulang jam berapa? " Shima mengirim sebuah pesan pada Darren. 5 menit berlalu, belum ada jawaban dari Darren. Shima mengirim kembali sebuah pesan pada Shila.


" Dek, hari ini full? "


Tak lama kemudian sebuah notifikasi muncul dilayar ponselnya.


" Full kak, kenapa? " Balasan dari Shila.


" Bete.. " Shima kembali mengirim pesan pada Shila.


" Main kerumah ibu, atau ngemall lagi aja " Lagi, Shila membalas.


" Ide bagus tuh, Ngemall dulu baru cuzz kerumah ibu "


" Kak, kalo ngemall mampir ke toko buku ya.. aku nitip beliin buku "


" Oke.. nanti kirim aja nama bukunya.. kakak mau mandi dulu "


Shima meletakkan ponselnya lalu bergegas mandi. Ia akan ke supermarket dahulu untuk membelikan ibu oleh-oleh lalu ke toko buku membelikan buku untuk Shila. Setelah siap, ia berpamitan kepada Bu Darmi yang sedang menyiapkan makanan didapur.


Dikemudikannya motor kesayangannya dengan santai. Ternyata menganggur benar-benar membosankan.


Ia segera memasuki sebuah supermarket didalam Mall. Diambilnya semua kebutuhan pokok untuk ibunya. Shima lebih suka membelanjakan ibunya karena jika diberi uang, ibunya akan menolak dengan alasan masih bisa mencari uang sendiri dan menyuruh Shima untuk menyimpannya. Itu juga yang jadi alasan kenapa Shima bisa membeli motor Cash tanpa kredit.


Tujuan keduanya adalah toko buku, lama berputar, semua buku yang dicari sudah didapatkannya. Ia segera ke cashier dab membayar semua belanjaannya. Saat mengeluarkan ATM untuk membayar, kartu hitam yang terselip dibelakangnya jatuh dimeja kasir. Tiba-tiba dia ingat belum mengembalikan kartu itu. Ia akan mampir kebutik untuk mengembalikan kartu hitam Tian.

__ADS_1


" Selamat datang, silahkan berbelanja " Sapa pegawai butik didepan pintu masuk.


" Maaf mbak, apa pak Tian hari ini masuk? " Tanya Shima.


" Pak Tian siapa ya mba? " Pegawai itu tampak tidak mengenal nama yang disebutkan.


" Pak Destian, yang kerja disini. Saya mau mengembalikan kartu ini padanya "


Pegawai itu tanpak terdiam sejenak. " Tunggu sebentar ya Mbak, saya tanyakan pada supervisor dulu, silahkan tunggu didalam " Pegawai itu segera memanggil supervisornya.


" Ada apa? " Tanya Supervisor.


" Itu pak ada yang mencari pak Destian, katanya dia mau mengembalikan kartu hitam milik pak Destian "


" Suruh tunggu saja, saya akan menelepon pak Yohan dulu. Nanti saya kesana "


Pegawai wanita itu meninggalkan supervisornya dan kembali menghampiri Shima yang tengah menungu disofa. Tak lama kemudian supervisor butik segera menghampiri Shima.


" Maaf, dengan nyonya siapa? " Tanya sang supervisor.


" Ashima pak "


" Ada keperluan apa mencari pak Destian? "


" Saya mau mengembalikan kartu ini pak. Destiannya mana? "

__ADS_1


" Hari ini kebetulan pak destian sedang libur. Nyonya bawa saja kartunya "


" Oh libur ya, kalau begitu apa saya boleh minta nomor HPnya? "


Supervisor itu terdiam. " Lebih baik nyonya yang meninggalkan kartu nama, nanti akan saya sampaikan pada pak Destian kalo nyonya mencarinya "


" Baiklah, Ini kartu nama saya. Tolong suruh Tian untuk segera menghubungi saya ya pak. Penting! " Ashima memberikan sebuah kartu nama pada supervisor butik itu.


" Baik nyonya. Akan saya sampaikan "


Beep.. Beep.. ponsel Shima berbunyi. Sebuah pesan balasan dari Darren, suaminya.


" Aku lembur sayang, kamu makan duluan aja ya takutnya aku pulang kemaleman "


################################


" Bos, Supervisor butik menelepon, Ashima mencari bos kebutik " Yohan menyerahkan ponselnya pada Tian.


" Maaf tuan Kim, Nyonya Ashima datang ke butik dan mencari tuan Kim. Saya harus bilang apa? "


" Bilang saja saya libur bekerja. Untuk apa dia mencari saya? "


" Mau mengembalikan kartu hitam milik tuan Kim "


" Suruh bawa saja dulu kartunya. Nanti biar aku yang menghubunginya "

__ADS_1


" Baik tuan Kim, akan saya sampaikan "


Tian segera mengembalikan ponsel milik Yohan. Diambilnya sebuah kartu nama yang ia simpan didompetnya. Bertemu? Tidak? Bertemu? Tidak? Bertemu ? Tidak... ?


__ADS_2