Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 32


__ADS_3

Shima melemparkan pandangannya pada jalanan yang ramai. Ia melirik jam diponselnya, sudah pukul delapan malam. " Sedang apa ia disana? " Batinnya. Taxi berjalan dengan santai menuju apartemennya membuatnya matanya mulai mengantuk. Shima menyandarkan punggungnya pada kursi kemudian memejamkan matanya.


" Maaf mba, kita sudah sampai " Pak supir membangunkan.


Perlahan Shima membuka matanya. Mengambil uang didompetnya lalu memberikannya pada pak supir. Ia berjalan gontai menuju lantai 5 apartemennya.


Shima segera membuka pintu rumahnya, ingin cepat-cepat merebahkan tubuh letihnya ke atas ranjang empuknya. Dilihatnya sepatu Darren sudah berada di rak sepatunya. Ia segera ke ruang keluarga, Darren duduk menonton televisi sambil makan keripik disana.


" Kamu udah pulang? " Tanya Shima yang berfikir Darren akan pulang malam.


" Aku sudah dirumah dari jam tujuh tadi "


" Katanya kamu ada perjamuan. Kamu gak ikut? "


" Ikut.. cuma aku langsung pulang setor muka doang. Kepikiran kamu terus disana. Takut kamu marah. Eh.. kamu malah gak ada dirumah. Kamu habis darimana? "


Shima terdiam. Ternyata suaminya begitu memikirkan dirinya. Ah.. bodohnya ia curiga pada suaminya sendiri sampai ingin memata-matainya. " Aku habis jalan sama temen. Aku kan tahunya kamu pulang malem jadi aku makan diluar sama temenku "


Darren membelai lembut rambut istrinya " Maaf ya.. kamu pasti kesepian sendirian dirumah "


Shima hanya menggeleng sambil tersenyum. Memeluk erat suaminya " Aku mencintaimu, suamiku " Gumamnya.


################################

__ADS_1


" Ini laporan jadwal Darren Atmaja selama seminggu ini bos " Yohan menyerahkan file tentang kegiatan Darren selama seminggu ini.


Satu persatu berkas itu dibacanya. Matanya tertuju pada jadwal kemarin sore. Ada sebuah reservasi kamar hotel pada pukul 4 sore dan keluar pukul 7 malam.


" Dengan siapa Darren pergi? " Tian menunjuk sebuah jadwal reservasi hotel.


" Dengan sekretarisnya bos, Lisa "


" Bukan dengan teman-teman sekantornya? "


" Tidak bos, mereka hanya berdua. Mereka memesan makanan untuk diantar ke kamar hotel "


" Sudah cek CCTV? jangan sampai ini jadi fitnah bagi Darren ataupun Lisa "


" Menurutmu, untuk apa mereka kesana? "


" Kalau yang itu saya kurang tau bos. Karena CCTV hanya sampai lorong hotel saja. Saya tidak tahu aktifitas didalam kamarnya.


Tian terdiam. Darren tidak bohong kalau ada perjamuan di hotel, tapi kenapa dia tidak bilang kalau hanya bersama Lisa bukan teman-teman kantornya.


" Maaf bos, kalau boleh saya tahu untuk apa bos meminta semua jadwal Darren? "


" Hanya ingin tahu saja "

__ADS_1


" Tidak biasanya bos penasaran dengan kehidupan orang lain "


Tian segera melemparkan pandangannya pada jendela ruangannya, menghindari tatapan mata Yohan yang terlihat menyelidik.


" Apa karena Ashima Nayla? " Yohan menegaskan.


" Entahlah. Aku cuma agak terganggu saja mendengar curhatannya " Jawab Tian yang ragu dengan perasaannya sendiri.


" Saya sepertinya paham dengan perasaan bos. Tapi kalau saya boleh memberi saran, sebaiknya jangan ikut campur urusan rumah tangga orang lain. Saya hanya khawatir bos akan disalahkan jika terjadi apa-apa dengan pernikahan mereka "


" Tidak. Aku tidak pernah ikut campur urusan rumah tangga mereka. Aku hanya berusaha menguatkan Ashima saja. Dia terlihat begitu ragu pada suaminya. Aku juga tidak ingin rumah tangga mereka rusak, karena Ashima begitu mencintai suaminya "


" Lalu apa yang akan bos lakukan? "


" Aku bisa apa lagi selain mendengarkan curhatannya. tenanglah, aku tahu batasanku. Aku hanya berteman dengannya "


" Bos bisa memilikinya jika bos mau, bos kan punya segalanya. Perempuan mana yang akan menolak bos? "


" Ashima bukan type wanita yang seperti itu. Sampai hari ini aku menyembunyikan identitas ku. Biarlah dia tahu kalau aku hanya seorang pegawai di butik mama "


" Hanya ada dua kemungkinan saat dia tahu identitas asli bos, mendekat atau menjauh. Saat itulah kita tahu sifat aslinya "


Tian hanya terdiam mencerna kata-kata sekretarisnya. Apa yang akan kamu lakukan jika tahu siapa aku? mendekatiku atau malah menjauhiku? Tian memijat keningnya yang mulai pening.

__ADS_1


__ADS_2