Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 61


__ADS_3

Shima membuka pintu apartemennya. Dibiarkannya kedua koper bawaannya teronggok di depan pintu. Ia ingin segera membenamkan wajahnya pada bantal empuk miliknya.


Shima mengurungkan niatnya ketika mendengar suara air mengalir dari dalam kamar mandinya. " Apa ada Tian didalam? " Batinnya. Diketuknya pintu kamar mandi perlahan " Tian, kamu didalam? "


Tak terdengar sahutan dari dalam kamar mandi. Shima mencoba membukanya tapi terkunci dari dalam. " Siapa lagi yang bisa bebas keluar masuk disini kalau bukan Tian " Gerutunya. Ia memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan menuju dapur.


Dibukanya kulkas yang selalu penuh dengan makanan meskipun apartemennya jarang ada penghuninya. Diambilnya sebuah melon lalu dikupasnya dan dipotong menjadi potongan-potongan kecil berbentuk dadu.


Tak lama kemudian Tian keluar dari kamar mandi dengan kaos santai dan celana panjangnya. " Sudah lama? " Tanyanya sambil mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk.


" Ish.. emang kamu gak punya rumah sendiri. Kenapa jadi mandi disini sih "


" Aku kira kamu tidak pulang hari ini. Jadi aku berniat tidur disini "


" Apa? Tidur disini? "


" Kalau kamu gak ada aku memang tidur disini kok "


" Terus apartemen mu buat apa? "


" investasi. Kamu udah makan? "


" Belum. Gak nafsu ah. Makan melon aja "


" Gimana surat gugatannya? "


" Seperti yang ku bilang, semuanya gak akan mudah. Darren tidak mau menceraikan ku "


" Sudah kau beri nomornya Wayan? "

__ADS_1


" Sudah "


" Baiklah tinggal kita tunggu nanti hasilnya "


" Kalau Darren tidak mau tanda tangan, surat gugatannya gak bisa disidangkan ya? "


" Iya. Tapi kamu gak usah khawatir. cepat atau lambat dia pasti menandatanginya "


" Apa yang membuatmu begitu yakin? "


" Karena dia tahu akan berhadapan dengan siapa "


" Dengan siapa? "


" Dengan Tuan Kim "


" Memang begitu adanya. Semua ini tuan Kim yang mengaturnya "


" Tian.. daripada sama tuan Kim aku lebih senang kalau pria itu kamu! yang jelas-jelas nyata di depan mataku. Bukan Tuan Kim yang bahkan wajahnya saja aku belum pernah melihatnya "


" Kalau disuruh memilih antara Tian dan tuan Kim, kamu pilih siapa? "


" Pilih Tian lah "


" Kenapa Tian? Dia bukan apa-apa. Sedangkan tuan Kim kan seorang bos kaya raya "


" Kau pikir aku percaya dengan cerita Cinderella? atau kamu berpikir Cinderella modern itu ada? Aku ini wanita yang berfikiran logis. Lebih baik mempertahankan apa yang ada di depan mata, daripada mengejar sesuatu yang tidak terlihat "


" Kamu bahkan tidak percaya pada dirimu sendiri. Apa menurutmu semustahil itu? "

__ADS_1


" Ya jelas mustahil lah Tian. Kamu aja yang tiap hari sama aku belum tentu suka sama aku apalagi Tian Kim. Lihat aku aja belum pernah. Udah gitu statusku janda. Tuan Kim bisa dapat wanita manapun yang dia mau. Dan aku juga berani jamin, tak akan ada wanita yang menolak dia "


" Kamu jelas-jelas menolaknya "


" Kalau aku beda. Aku takut terluka lagi. Darren sudah cukup menggoreskan luka yang mungkin tak akan ku lupa seumur hidupku. Dan aku tak ingin terluka untuk kedua kalinya "


" Tuan Kim tidak akan membuatmu terluka. Ia akan benar-benar menyayangimu "


" Darren dulu juga bilang begitu. Tapi hanya satu tahun, gelar ratu ku sudah diambil wanita lain "


" Tuan Kim akan menjadikanmu satu-satunya ratu di dunia ini "


" Hei, sudah malam. Sana pulang! jangan bilang kalau kamu mau tidur disini "


" Kalau kamu mengizinkan "


" Dasar gila! apa kata orang nanti? "


" Apa kamu lupa fungsi apartemen ini? PRIVASI! "


" Ah.. masa bodo dengan privasi! cepat sana keluar! " Shima mendorong tubuh Tian ke arah pintu. Shima tahu Tian tidak akan melakukan apa-apa padanya. Hanya saja Shima ingin sendiri, ingin meratapi kesedihannya.


" Baik aku pergi. Pastikan kamu tidak menangis seperti orang gila. Oh iya, hapus lagu yang biasa kamu dengar itu. 1 lagi jangan lupa mengunci pintu! "


" Sudah sana keluar! Kukunci pun percuma, kamu punya kunci cadangannya "


Tian memperlihatkan seringaian nakalnya. " Awas, nanti malam aku datang. Kalau aku lihat kamu menangis, aku akan menginap disini "


Shima tidak memedulikan ucapannya. Didorongnya tubuh dengan tinggi 185 cm itu hingga keluar apartemennya. Segera ia tutup dan mengunci pintunya. Sepertinya Shima harus membeli gembok tambahan agar Tian tidak bisa masuk seenaknya.

__ADS_1


__ADS_2