Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 85


__ADS_3

Shima menatap lekat pria yang tengah berlutut didepannya. Wajah tampannya terlihat begitu sendu. Shima melihat ketulusan Dimata elangnya, akan tetapi Shima masih terlalu takut untuk mengambil keputusan.


"Tian, surat cerai ku baru terbit bulan depan"


"Setelah surat cerai itu terbit apakah kita bisa menikah?"


Shima menggeleng pelan "Aku belum tahu pasti"


"Apa aku kurang baik dimatamu?"


"Tidak Tian, justru kau terlalu baik bagiku. Aku bukan hanya merasa tak pantas mendampingimu dengan segala kekuranganku, perceraian yang baru saja terjadi membuatku takut untuk melangkah maju. Aku takut terluka lagi"


"Kau tidak percaya padaku?"


"Bukan begitu Tian, butuh waktu untuk memulai sebuah hubungan yang baru. Aku sangat nyaman bersamamu, tapi nyaman saja tidak cukup untuk membina suatu rumah tangga"


Tian terduduk lunglai dilantai. Matanya bersitatap dengan mata indah Shima. Ia meletakkan kepalanya dipangkuan Shima.


"Aku tidak akan memaksamu. Aku akan menunggu sampai kau siap. Aku sungguh mencintaimu, Shima"

__ADS_1


Dibelainya rambut Tian lembut, Tian memeluk lutut Shima erat. Perlahan kantuk mulai menyerang Tian. Tak lama kemudian ia tertidur di pangkuan Shima.


Shima mengambil ponselnya dan menghubungi Rio. Shima paham betul betapa lelahnya Tian. Mengurus perusahaan sebesar itu sendirian ditambah kini ia sibuk mengejar Shima yang pastinya sangat melelahkan.


Rio membuka pintu kamar Shima. Ia terperanjat melihat pamannya yang super cool itu tidur dilantai sambil memeluk lutut Shima. Berkali-kali Rio menahan tawanya bahkan ia sempat mengabadikan foto pamannya dalam ponselnya.


"Cepat bantu aku pindahkan pamanmu. Kakiku mulai kesemutan"Pinta Shima yang gusar akan tingkah Rio.


"Iya iya. Aku panggil Sam dulu. mana bisa aku pindahkan pamanku sendirian" Rio segera berlari keluar kamar untuk mencari Sam yang tengah duduk di balkon villa.


Sam bergegas masuk bersama Rio. keduanya mengangkat tubuh Tian yang tengah tertidur pulas itu ke atas ranjang lalu keduanya kembali keluar.


Shima sudah mengenakan kaos dan celana jeans-nya didalam kamar mandi wanti-wanti Takut Tian tiba-tiba terbangun. Shima duduk di meja rias sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah. Setelah setengah kering ia mengambil hair dryer untuk mempercepat keringnya rambutnya. Saking asyiknya mengeringkan rambutnya, tanpa ia sadari Tian sudah duduk sambil memperhatikan gerak-gerik Shima.


"Astaga, kaget aku" Pekiknya melihat Tian yang duduk sambil memangku dahinya dengan kedua telapak tangannya.


"Kamu cantik sekali" Puji Tian.


"Sana mandi! aku akan menunggu di luar"

__ADS_1


Tian segera menarik tangan Shima yang akan beranjak pergi hingga terduduk dipangkuannya. " Biarkan aku memelukmu, sebentar saja"


Shima hanya diam tak bergerak. Tian menyandarkan kepalanya pada punggung Shima. Perlahan diciuminya punggung shima, ia menyibakkan rambut Shima dan kembali mendaratkan cumbuan dileher jenjangnya. Sial! Tubuh Tian bereaksi secara berlebihan. Hasratnya tiba-tiba membuncah. Ia menjatuhkan Shima ke ranjang. Shima mencoba bangkit tapi kekuatan Tian jauh lebih besar darinya.


"Tian.. Tian.. lepaskan aku!" Ucapnya sambil memberontak. Tapi Tian masih sibuk mencumbu leher jenjangnya.


"Tian, kumohon! Sadarlah! Aku mencintaimu, tapi jangan begini!"


Tian menghentikan aksinya. Ia memandangi wajah Shima yang tengah di gagahinya itu.


"Aku mencintaimu, Tian. Mari kita menikah setelah surat cerai ku resmi keluar"


"Benarkah?" Tian perlahan bangkit. "Kita akan menikah bulan depan?" Tanyanya tak percaya. Karena dua jam yang lalu Shima dengan tegas menolaknya.


Shima mengangguk. "Berjanjilah untuk tidak melakukan itu sebelum kita menikah!"


Tian terdiam. Ada perasaan bersalah di hatinya. Bagaimana ia bisa kehilangan kendali didepan wanita yang di cintainya itu. Ia menundukkan wajahnya dalam. "Maafkan aku Shima, aku tak bisa mengendalikan diri. Terima kasih sudah mengingatkan ku"


"Pergilah mandi, ku tunggu di luar ya" Shima segera meninggalkan Tian yang masih berdiri dengan wajah tertunduk.

__ADS_1


__ADS_2