
" Sayang... udah belum? " Tanya Darren sambil melihat arloji ditangannya. Semenjak menjadi General manager, melihat arloji adalah kebiasaan barunya. Darren adalah tipe pekerja yang disiplin dan tepat waktu terlebih jabatannya kini memaksanya untuk lebih bekerja keras dan disiplin waktu sebagai contoh untuk bawahannya.
" Sebentar sayang, dandan dulu " Teriak Shima dari dalam kamar. Tentu saja Shima ingin terlihat cantik didepan teman-teman suaminya kan.
" Jangan cantik-cantik ah.. tar dilirik teman-temanku lagi "
" Iya.. iya.. ini udah selesai kok. Shima segera keluar dari kamarnya. Ia memakai kaos berwarna biru senada dengan kaos suaminya yang ia beli dibutik Nyonya Kim.
" Ayo, nanti kita telat "
Sebenarnya Shima hanya berdandan tipis-tipis seperti biasanya, hanya saja bayangan tentang Lisa sedikit mengganggunya. Pasti Lisa itu cantik dan sexy. Begitu pemikirannya. Sepertinya Shima Termakan isu bahwa sekretaris itu harus cantik dan sexy, bahkan ia lupa jika tak semua sekretaris itu wanita. Yang membuatnya lama adalah warna lipstik yang akan ia kenakan. Berulang kali ia mengganti warna lipstiknya lalu saat dirasa tidak cocok maka ia kan menghapusnya lagi. begitu seterusnya. Entah sudah berapa warna lipstik yang sudah dicobanya. Dan akhirnya pilihannya jatuh pada warna lipstik yang pertama dipakainya tadi. Warna nude dengan kesan natural. Wanita memang benar-benar membingungkan ya...
__ADS_1
Shima segera berlari dan meraih uluran tangan Darren yang sudah menunggunya lalu bergegas keluar rumah, tak lupa berpamitan dengan Bu Darmi karena mereka akan pergi selama 2 hari 1 malam.
Bus sudah menunggu dititik yang sudah ditentukan perusahaan. Mereka sudah diatur untuk naik bus yang terdekat dari rumah mereka untuk mempermudah perjalanan. Shima Dan Darren mendapat bangku pertama dibelakang sopir. Darren segera menaikkan kopernya ke bagasi sedangkan Shima menunggu didalam bus.
Perjalanan dilalui cukup sepi karena isi bus yang memang berdasarkan jarak rumah, bukan satu bagian jadi mereka jarang yang mengenal satu sama lain. Hanya sesekali tegur sapa berbasa-basi dengan teman sebangku ataupun sebelahnya.
Hotel Sheraton adalah tujuan utamanya, setelah itu mereka melaksakan apel diballroom hotel lalu acara bebas. Hotel sudah dipesan sedemikian rupa. Untuk yang sudah berkeluarga akan disewakan satu kamar khusus. Sedang untuk yang belum berkeluarga disewakan satu kamar dengan tiga tempat tidur yang cukup mewah. Sudah menjadi hal yang biasa jika perusahaan memberikan mereka fasilitas terbaik sebagai penghargaan untuk kerja keras mereka dalam mengembangkan perusahaan.
Setelah sampai mereka meletakkan koper mereka dan beristirahat sejenak karena satu jam kemudian mereka akan melakukan apel perusahaan diballroom. Shima merebahkan tubuhnya diatas kasur, punggungnya lumayan pegal karna perjalanan yang lumayan jauh itu. Sementara itu Darren bergegas mandi agar badannya yang lelah menjadi lebih segar.
" Jangan ada yang tahu kalau aku ada disini ya pak " Pinta Tian.
__ADS_1
" Siap bos! Lalu sambutan nanti? "
" Seperti biasa, kau yang mengisi "
" Adakah pesan khusus yang ingin bos sampaikan? "
" Tidak ada, sampaikan saja rasa terima kasihku untuk kerja keras mereka "
" Baik bos "
Yohan segera keluar dari kamar Tian dan menuju ke arah ballroom untuk mengecek semua persiapan apel perusahaan. Yohan adalah orang yang sangat teliti dalam masalah pekerjaan. Ia juga yang selama ini mendampingi Tian selama merintis perusahaan. Tak heran Tian mempercayakan semua pekerjaan pada Yohan, karna Yohan satu-satunya orang yang ia percayai setelah ibunya.
__ADS_1
Tian menyesap kopi dari cangkirnya. Ia sudah sampai dua jam sebelum Bus karyawan sampai dan akan pergi dua jam sebelum bus karyawan berangkat. Ia berangkat bersama Yohan dan satu pengaawal pribadinya, Sam. Sebagai ganti jika nanti Yohan lelah membawa kendaraan. Ia berjalan ke arah balkon sambil menyandarkan punggungnya pada dinding.
" Dimana kau gadis bermata indah? Aku ingin melihatmu! " Kembali ia menyesap kopinya sambil memandangi pemandangan hotel dari balkon. Menerawang jauh membayangkan wajah wanita cantik bermata indah menari-nari diatas awan.