Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 23


__ADS_3

" Sibuk gak? " Shima mengirim sebuah pesan diponselnya.


" Tidak " Balasan dari pesannya.


" Tian, Kamu kenal Tuan Kim? "


" Tuan Besar Kim atau tuan muda Kim? "


" Tuan Muda Kim. Kan kamu kerja di butik Nyonya Kim, pernah bertemu dengannya gak? "


" Tidak, memang kenapa? "


" Aku penasaran sekali pada tuan muda Kim, tapi katanya dia gak suka diekspos "


" Kalau kamu tahu dia tidak suka diekspos, kenapa masih berani penasaran padanya "


" Aku mau bikin cerita tentang CEO yang dingin gitu kaya tuan muda Kim "


" Dingin? memang kamu sudah pernah bertemu dengannya? "


" Kalau bertemu langsung sih belum, tapi kemarin aku liat dia lagi makan sama nyonya Kim dan pak Yohan direstoran perancis "

__ADS_1


" Kalau kamu ketemu kenapa tidak menyapa sekalian biar rasa penasaranmu terobati "


" Tadinya aku mau menyapa sekalian mau ngucapin terima kasih, tapi suamiku sungkan katanya tuan Kim itu tidak suka di ekspos bahkan karyawannya aja belum tentu kenal sama dia "


" Kamu mau ngucapin terima kasih untuk apa? kan kamu saja tidak kenal dengannya? "


" Waktu aku menikah, tuan muda Kim memberikan suamiku tiket bulan madu, tak berapa lama kemudian suamiku naik jabatan dan kemarin suamiku dapat gelar man of the year di perusahaannya. Aku ingin berterima kasih untuk semua kebaikannya pada suamiku "


" Oh.. begitu "


" Karna aku lihat kamu cukup dekat dengan pak Yohan, aku pikir kamu juga dekat dengan tuan muda Kim "


" Kira-kira rumor tentang dia yang misterius benar apa gak sih? "


" Mungkin karna dia cukup pendiam dan terlalu fokus bekerja jadi terkesan angkuh dan dingin. Tapi menurutku dia cukup ramah "


" Angkuh sih kayanya enggak deh, yang aku lihat dari kesejahteraan karyawannya berarti dia cukup peduli. Kayaknya lebih tepatnya lagi dia itu Low profile kali ya, bukan angkuh "


" Kamu tahu banyak tentang dia? "


" Enggak sih, cuma denger-denger aja dari suamiku. Makanya aku chat kamu, siapa tahu kamu kenal sama dia. Aku mau jadiin dia tokoh di novel aku. Tapi aku gak bisa berkhayal sejauh itu karena aku sendiri belum pernah kerja di perusahaan, bayanganku tentang sosok seorang CEO gak sampe ke otakku. Pasti beda dong sama pimpinan redaksi yang hobby ngomel kalo kita gak dapet berita "

__ADS_1


" Apa menariknya dia? "


" Kalau buat aku sih gak menarik, tapi buat abege yang hobby ngehalu pasti bikin baper banget tuh. Kamu bayangin deh, kamu punya pacar atau di nikahin CEO yang super kaya raya, baik banget, ganteng banget, sempurna deh pokoknya. Siapa coba yang gak pengen? "


" Berarti kamu gak pengen? punya suami CEO kaya raya, ganteng, baik dan sempurna? "


" Bukan gak pengen? tapi aku orangnya cukup realistis. Aku gak sampe ngehalu sejauh itu, aku cukup sadar aku siapa dan itu cuma ada di drama korea atau novel-novel aja. "


" Berangan-angan boleh kan? "


" Lebih baik enggak, nanti begitu tahu kenyataan jatuhnya sakit tapi tak berdarah. Buatku, memiliki Darren adalah hal terindah yang Tuhan berikan "


" Maka, bersyukur dengan apa yang kita miliki lebih baik daripada berharap sesuatu yang tidak pasti. Begitu maksudmu? "


" Yup. Wah.. kamu ternyata cerdas sekali ya Tian, pantas saja Nyonya Kim memepercayakan butik itu padamu. Apa jabatanmu lebih tinggi dari pak Yohan? "


" Chatnya dilanjutkan nanti ya, aku ada kesibukan "


################################


Tian segera memasukkan ponselnya ke saku jasnya setelah pandangan aneh pak Yohan tertuju padanya. Siapa yang tidak merasa aneh, jika melihat bosnya yang terkenal pendiam itu tiba-tiba cekikikan sambil membaca chat diponselnya. Biasanya ia hanya akan meladeni panggilan tentang bisnis, itupun lewat Yohan. Tapi sekarang, bosnya lebih senang memainkan ponselnya sendiri. Ah.. cinta memang gila!

__ADS_1


__ADS_2