Sang Ratu

Sang Ratu
Episode 37


__ADS_3

Darren menyesap kopi yang ada di mejanya. 2 bulan berlalu, tapi belum ada juga tanda-tanda kehamilan pada Shima. Ia menekan pelipisnya. Berharap rasa pening yang menggelayuti kepalanya segera enyah.


Lisa mengetuk pintu kemudian masuk kedalam ruangan Darren. Ia menyerahkan beberapa berkas yang harus ditanda tangani Darren.


Darren memandangi Lisa lekat. Tak ada perubahan pada tubuhnya. Sepertinya perbuatannya dua bulan lalu tidak menyebabkan kehamilan pada Lisa. Sikapnya pun sama sekali tidak berubah, masih manis dan ramah padanya. Padahal Darren sudah mengambil kehormatannya.


" Nanti pukul dua siang ada rapat dengan dewan direksi pak " Ujarnya sambil membuka beberapa catatan di tangannya.


Darren hanya mengangguk lalu kembali memegang pelipisnya.


" Bapak kenapa? sakit? " Tanya Lisa seraya mendekat pada Darren lalu memegang dahinya.


Darren agak tersentak dengan perlakuan Lisa " Aku tidak apa-apa. Hanya agak pusing saja " Ucapnya lalu menghindar. Terus terang saja, Darren agak takut jika harus berdekatan dengan Lisa. Lelaki mana yang tidak tergoda oleh kecantikan dan kemolekan tubuhnya.


" Saya ambilkan obat sakit kepala ya pak "


" Tidak usah, istirahat sebentar juga baikan "

__ADS_1


" Dua jam lagi bapak ada rapat, saya takut bapak tidak konsen karena sakit kepala bapak " Tanpa menunggu persetujuan dari Darren, Lisa segera keluar ruangan untuk mengambil air hangat dan obat.


Tak berapa lama kemudian, Lisa masuk kembali dengan segelas air dan obat di tangannya. Diletakkannya di atas meja Darren. Darren segera mengambilnya lalu meminumnya. Lisa kembali keluar membawa gelas kopi yang sudah diminum Darren lalu kembali ke mejanya.


Lisa menatap arloji di pergelangan tangan manisnya. Lima menit sudah berlalu. Sepertinya obat itu sudah mulai bereaksi. Lisa segera masuk kembali ke ruangan Darren. Tampak Darren yang masih bersandar di kursinya dengan mata terpejam.


Lisa perlahan menghampirinya lalu duduk di pangkuannya. Darren kembali tersentak melihat Lisa yang sudah duduk di atas kedua pahanya.


" Lisa " Gumamnya.


Perlahan ciuman itu berpindah pada bibir Darren, Lisa melumatnya perlahan. Darah Darren mulai bergejolak. Tak sanggup menahan birahinya yang mulai memuncak. Ia bangkit dari duduknya sambil menggendong Lisa yang masih berada dipangkuannya. Membawa tubuh sintalnya ke kamar mandi di ruangan kerjanya. Melepaskan hasrat yang tak mampu di tahannya.


###############################


" Kenapa kau lakukan ini? " Tanya Darren sambil merapikan dasinya.


" Karena aku mencintaimu " Jawab Lisa yang tengah duduk disampingnya.

__ADS_1


" Tapi aku sudah berkeluarga, Lisa "


" Aku tidak peduli. Selama kamu bisa bersamaku sudah cukup untukku "


" Hubungan ini tidak bisa dilanjutkan. Aku tak ingin menyakiti hati istriku "


" Kamu sudah menyakitinya dua kali pak Darren Atmaja "


Darren terdiam. Ia mengakui Lisa lebih hebat dari Shima untuk urusan ranjang. Lisa lebih Liar dan tahu apa yang Darren mau. Sedangkan Shima masih terlalu malu-malu bahkan di usia pernikahan yang sudah berjalan satu tahun.


" Aku tidak akan mengganggu keluargamu. Cukup kamu bisa membagi waktu antara aku dan istrimu. Toh waktumu lebih banyak denganku daripada dengan istrimu "


Darren masih larut dalam diamnya. Sambil mencerna kata-kata yang di ucapkan oleh Lisa. Bukankah itu artinya Lisa bersedia menjadi selingkuhannya?


Lisa memeluk Darren erat lalu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Darren " Jika istrimu adalah kewajibanmu, maka aku adalah kenikmatan untukmu. Apa yang Shima tidak bisa lakukan, akan aku lakukan. Aku memilih seperti ini karena aku sangat mencintaimu Darren. Meski berulang kali aku mencoba menepisnya karena aku tahu kamu sudah beristri, tapi aku tetap tak mampu. Malah cintaku semakin lama semakin dalam padamu. Tak apa aku menjadi yang kedua, asal aku bisa memilikimu. Salahkah aku? " Lisa terisak pelan.


Darren membelai lembut rambut Lisa. " Baiklah. Asal kamu janji tidak mengganggu Shima. Aku akan tetap bersamamu "

__ADS_1


__ADS_2