
Shima menatap malas ponselnya yang berdering entah untuk yang keberapa kalinya. Nama Darren tertera sebagai id pemanggilnya.
" Hallo "
" Kenapa lama sekali ngangkatnya "
" Ada apa lagi? bukankah aku sudah bilang untuk menghubungi pengacaraku "
" Kita harus membicarakan ini dengan kepala dingin Shima "
" Kepalaku selalu panas jika melihatmu "
" Kamu jangan egois Shima, tak apa kamu membenciku. Tapi, menurut aturan tidak boleh menceraikan wanita yang sedang hamil "
__ADS_1
" Lalu? "
" Pikirkanlah dulu baik-baik. Setidaknya sampai anak itu lahir. Aku berjanji akan memperbaiki semuanya. Kita mulai dari awal lagi ya, Shima "
" Anak siapa yang akan lahir? Aku saja tidak hamil bagaimana mau melahirkan? "
" Apa maksudmu? "
" Aku tidak hamil Darren "
" Memang benar saat aku kesana aku ternyata hamil tapi sekarang tidak lagi "
" Kamu menggugurkannya Shima? "
__ADS_1
" Lebih tepatnya keguguran. Dan itu semua karena mu! "
" Apa? "
" Apa masih kurang jelas? Aku mengalami kecelakaan saat aku berlari keluar dari kantormu. Saat itu aku seperti orang bodoh yang dengan bahagianya ingin memberi sureprise pada suamiku bahwa aku tengah mengandung anak yang sudah lama di inginkan oleh suamiku. Tapi nyatanya aku melihat hal menjijikan dikamar mandi ruangan suamiku. Apa kau tahu bagaimana perasaanku saat itu? Hancur lebur, Darren! Bisa kamu bayangkan, aku menjalani program kehamilan demi memenuhi keinginan suamiku yang ingin segera memiliki keturunan, tapi suamiku sendiri malah asyik membuat anak dengan wanita lain " Berondong Shima berapi-api.
Perlahan ponsel Darren terlepas dari genggaman tangannya yang melunglai. Jika ia tak salah ingat, saat itu Shima bilang pergi ke Jogja untuk menziarahi makam papanya. Ternyata saat itu Shima sedang mengalami kecelakaan yang membuatnya keguguran. Kenapa saat itu Shima tidak berterus terang padanya? Jika saja ia tahu akan semua itu, ia akan segera memperbaikinya meskipun sudah terlambat. Kenikmatan dunia benar-benar membuatnya kehilangan istri sekaligus anaknya.
Tidak! Darren tidak ingin kehilangan Shima! Ia akan melakukan segala cara agar Shima membatalkan gugatannya dan kembali padanya. Darren cukup sadar kalau ia sudah membuat kesalahan yang fatal yang mungkin tak akan Shima lupakan seumur hidupnya. tapi egonya membuatnya menutup mata dan menginginkan satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semua kesalahan yang pernah dilakukannya. Hanya satu kesempatan saja!
################################
Lisa mengelus perutnya yang belum membuncit. Kehamilannya cukup membuatnya kepayahan. terlebih Darren memilih meninggalkannya dan kembali pada Shima. Semua lelaki sama saja, sejauh manapun mereka bersenang-senang pada akhirnya mereka akan kembali kepada istri sahnya. Tapi Lisa tidak akan membiarkan itu terjadi. Kandungannya sudah memasuki Minggu yang ketujuh dan semakin lama akan semakin membesar. Ia harus segera membuat Darren menikahinya apapun caranya.
__ADS_1
Lisa tulus mencintai Darren hanya saja ia datang terlambat karena Darren mengenal Shima terlebih dahulu. Lisa bukan sengaja merebutnya, ia hanya mengatakan kesungguhan hatinya yaitu cinta! Ya.. Lisa memang mencintai suami orang. Apa itu salah? Toh Darren dengan senang hati menjamahnya. Salahkah keserakahannya yang ingin memiliki Darren seutuhnya? Toh Shima ingin bercerai darinya. Jika semua perasaan nya salah, kenapa Tuhan memberikan perasaan itu padanya? Bukankah ini merupakan bagian dari takdir Tuhan yang harus dijalaninya?
Lisa kembali membelai perutnya " Tenang sayang, mama berjanji akan membuat papa mengakuimu. Mama berjanji kamu akan lahir sebagai anak yang sah. Mama berjanji.. " Tak terasa bening membasahi kedua pipinya.