
Rio, Shima dan Tya kembali ke kamarnya. Rio tampak menggandeng erat tangan Shima di ikuti oleh Tya yang berjalan dibelakangnya. Lisa berdecih melihatnya. Kelakuan Shima membuat Lisa geram. Bagaimana bisa janda sepertinya menaklukkan tuan Kim dan Rio sekaligus. Yang lebih menyebalkan lagi mereka melakukannya seolah-olah tak ada dia di kamar.
Pintu diketuk. Tya segera berlari membuka pintunya. Rio segera menjauhi Shima dan berdiri di dekat ranjang. Tuan Kim dan pak Yohan masuk kedalam kamar. Ia segera menghampiri Shima lalu mencium keningnya.
"Bagaimana hari ini sayang?" Tanya Tian.
"Lancar dan menyenangkan" Jawab Shima.
Lisa membuang mukanya ke samping. Muak melihat adegan kisah cinta Shima dan dua prianya. Ujung matanya melirik Rio yang hanya berdiri mematung di sisi ranjang. Tidak seperti tadi, saat tuan Kim belum datang. "Dasar orang-orang bermuka dua" Batinnya.
"Nanti kau pulang denganku ya" Ajak Tian.
"Oke"
"Pak Rio, Shima sudah tidak ada kegiatan lagi kan?" Tanya Tian.
"Sudah free sampai Minggu depan pemotretan dengan lucy's design"
"Baiklah, Shima akan pulang bersamaku. Pastikan tidak ada awak media atau staf Mozza advertising yang melihat. Besok pagi datanglah ke kantorku. Aku akan membuat kontrak paten dengan Shima"
"Baik tuan"
"Pak Yohan, tolong berikan surat kontraknya pada pak Rio agar dipelajari terlebih dahulu"
Yohan memberikan sebuah berkas pada Rio. Rio segera menerimanya.
__ADS_1
"Sayang, aku tunggu dimobil ya. Pak Rio tolong antar Shima ke mobil saya!"
"Baik tuan"
Tian dan pak Yohan keluar dari ruangan. Rio segera menghampiri Shima.
"Cepat ganti bajumu. Aku antar ke mobil. Tuan Kim sudah menunggu"
"Benar-benar muka dua" Cibir Lisa.
Shima menghiraukan omongannya. Ia segera keluar kamar untuk berganti pakaian dibantu oleh Tya.
"Dengar ya bu Lisa, saya tidak tahu persis apa masalah anda dengan saya. Yang saya tahu, andalah yang menjadi masalah bagi rumah tangga Shima. Lebih baik sadar diri daripada malu dikemudian hari" Ucap Rio lalu meninggalkan Lisa sendiri di kamar.
################################
"Besok-besok tidak usah menyusul ke lokasi syuting"
"Memang kenapa?"
"Aku tidak enak dengan para kru yang sedang bekerja"
"Bukan karena Shima?"
"Tidak perlu membawa-bawa Shima dalam masalah kita. Dia tidak ada hubungan apa-apa lagi denganku. Hanya sebatas rekan kerja"
__ADS_1
"Lalu, semua majalah yang kau simpan dilaci meja kerjamu itu maksudnya apa?"
"Kau memeriksa laci meja kerjaku?"
"Asal tahu aja, insting seorang istri itu peka"
"Aku hanya tidak sengaja menyimpannya"
"Apa kau tahu bagaimana kelakuan mantan istrimu itu? Dia menjalin hubungan dengan dua pria sekaligus. Dan kau masih kagum padanya? Dia bukan wanita baik-baik seperti yang kau pikirkan"
"Aku tidak kagum. Hanya kaget saja dia bisa meraih semuanya dalam sekejap. Aku sangat mengenalnya. Semua itu bukan karakternya"
"Kenapa harus kaget? Dengan statusnya sebagai janda tentu saja dia mendapatkannya dengan cara kotor"
"Tapi tuan Kim bukan orang yang seperti itu"
"Tuan Kim juga laki-laki kan? kau pun dulu sangat setia pada Shima. Lalu apa yang terjadi ketika aku menawarkan kenikmatan dunia? Kau lupa segalanya. Jujur saja, aku takut shima kembali mendekatimu"
"Untuk apa dia melakukannya?"
"Ada masanya ia akan di buang oleh tuan Kim. Dan saat karirnya hancur, ia pasti memilih kembali padamu. Berhati-hatilah"
Darren terdiam mendengar ocehan Lisa. Dalam hati kecilnya memang masih berharap bisa kembali merajut cinta dengan Shima. Ia sadar bahwa cintanya adalah Shima. Darren mempercepat laju kendaraannya. Ia ingin segera beristirahat untuk meredakan penat dikepalanya.
Terima kasih para pembaca setia sang ratu..🥰🥰🥰
__ADS_1
Terima kasih yang sudah bantu like dan vote.. 🥰🥰🥰
Yang belum vote dan like jangan lupa segera vote dan like ya readers.. 🥰🥰🥰