Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 13. Aku Suka Gadis Sepertimu


__ADS_3

"Loh Hana, kau kan bosnya, kenapa kau sibuk sekali menyiapkan dan mengantar makanan di meja pelanggan" Gerutu Mia


"Nggak apa-apa kali Mia, daripada cuman nyantai di ruangan, mending bekerja sekalian olahraga"


"Tapi Hana, jika kau melakukan tugas kami, lalu apa yang akan kami lakukan?"


"Kita sama-sama bekerja, kalian semua sahabatku dan tak ada kata bos dan anak buah disini, kita semuanya sama hanya pekerjaannya saja yang membedakan"


"Baiklah Hana, kalau begitu aku akan menyambut pelanggan di pintu depan ya"


"Siap bos"


"Yang bosnya itu kau, bukan aku, hadeh"


"Hehe maaf" Mia tersenyum dan berdiri di samping pintu menyambut kedatangan para pelanggan


Mia mengamati 2 orang pria memakai Celana loreng dan kemeja tengah berjalan ker arahnya. Mia yang tak asing dengan keduanya tersenyum jika pria itu adalah sepupunya Vian dan kekasihnya Dika


"Hai sayang, rupanya kau bekerja disini setelah lulus SMA ya" Ucap Dika memeluk Mia


"Benar bang, aku bekerja disini untuk membantu perekonomian orang tuaku"


"Hai Mia" Sapa Vian


"Ahh Vian, bagaimana kondisi paman dan bibi di kampung"


"Alhamdulillah mereka baik-baik aja Mia"


"Kalian bedua bertugas di kota ini? Sejak kapan?" Tanya Mia


"Sejak 3 hari yang lalu Mia. Apa kau akan terus menginterogasi kami dan tidak mengizinkan kami masuk?"


"Hehe maaf, baiklah silahkan masuk"

__ADS_1


"Terimakasih Mia" Vian dan Dika berjalan masuk dan duduk di salah satu kursi restoran


"Kalian mau pesan apa?" Tanya Mia


"Kami pesan 2 porsi Ayam geprek sambal bawang dan juga seporsi sate Ayam yah" Ucap Dika


"Baiklah Tuan-tuan, pesanan anda akan segera datang"


Tak berselang lama, Mia dan Lita datang membawa pesanan Keduannya. Lita tak berkedip menatap dua pria di hadapannya yang terlihat sangat tampan bak pangeran


"Apa mereka pangeran Mia?" Bisik Kita


"Bukan nona, kami hanyalah tentara dan manusia biasa" Ucap Dika tersenyum yang dapat mendengar bisikan Kita


"Ah.. Ya.. Saya permisi" Ucap Lita salah tingkah dan langsung beranjak pergi dengan wajah yang merah merona


"Lita... Lita" Gumam Mia geleng-geleng kepala melihat tingkah Lita


"Kalau begitu aku permisi ya Pak tentara, aku harus membantu lagi di dapur"


Vian geleng-geleng kepala melihat tingkah dua kekasih di hadapannya,namun saat Vian akan memasukan sesendok nasi di mulutnya, tangannya terhenti dan matanya langsung menatap gadis manis yang baru saja keluar dari dapur


"Hana" Gumam Vian mengulas senyumnya


"Ada apa Vian?Apa masakannya tidak enak?" Dika yang tak mendapat respon dari Vian mendongkakan kepala dan mengikuti arah pandang Vian


"Ohh rupanya gadis itu ya" Goda Dika


"Ehh mana ada, aku hanya mengamati pengunjung kok" Sangkal vian dan langsung menakan makanannya. Dika tersenyum melihat Vian yang terus saja mencuri pandang pada Hana yang tengah berdiri di depan kasir


"Bagaimana Tuan-tuan, apa makannya enak"


"Tentu saja sayang, makanan ini sangatlah enak" Ucap Dika mengelap mulutnya

__ADS_1


"Hana, apa aku boleh tau, siapa wanita berjilbab biru yang berdiri di kasir itu? Apakah dia pekerja di restoran ini?" Tunjuk Vian yang langsung mengarah pada Hana


"Ohh dia itu pemilik restoran ini, hanya saja dia suka bekerja membantu kami dibanding duduk di ruangannya. Kami sudah melarangnya untuk bekerja, tapi dia bersikeras untuk tetap bekerja membantu kami" Ucap Mia menjelaskan


"Ternyata dia wanita yang rajin" Batin Vian tersenyum menatap Hana


"Cantik" Gumam Dika mellirik kearah Hana dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari dua orang yang ada didepannya


"Apa katamu tadi bang? coba ulangi lagi" Ucap Mia sedikit kesal


Dika yang menyadari ucapannya salah langsung menutup mulutnya.Mia yang kesal langsung menjewer telinga Dika


"aduh..aduh maafkan abang yank"


"Masih mau ngulang lagi hmm?"


"enggak yank, abang janji nggak ngulangin lagi"


"janji"


"iya yank, abang janji"


"oke adek pegang janji abang. kalau abang lakuin lagi tuh mata bakalan adek cungkil"


"hahaha iya dek, abang janji" Ucap Dika menahan tawa


"Punya pacar galak amat sih" gumam Dika yang masih bisa didengar Mia


"apa katamu bang!! "


"Ahh nggak ngomong apa-apa kok, kami pamit ya sayang, jangan lupa hubungi abang nanti malam, Assalamu'alaikum sayang" Ucap beranjak keluar


"Walaikumsalam" Mia tersenyum dan melambaikan tangannya pada Dika dan juga Vian. Sebelum hilang dibalik pintu, Vian membalikkan tubuhnya dan tersenyum mengamati Hana yang sibuk bekerja

__ADS_1


"Aku suka gadis sepertimu"


Bersambung....


__ADS_2