
Hana menyiapkan makan malam sambil bersenandung kecil
"🎶Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktu pun enggan untuk berlalu
Ku berjanji 'tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapa pun itu
Semakin kulihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu🎶"
Hana yang mendengar suara gitar berbalik badan dan tersenyum melihat suaminya yang berdiri di pintu dapur sambil bermain gitar, Vian membalas senyuman istrinya dan mulai menyambung lirik lagu yang dinyanyikan istrinya tadi
"🎶Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh
'Tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku 🎶"
Vian meletakkan gitarnya dan membimbing Hana untuk duduk di kursi
"Abang nggak lagi sakit kan?"
__ADS_1
"Nggak dong sayang, abang sehat kok" balas Vian tersenyum sambil menyendokkan makanan di piring Hana
"Lalu abang kenapa, kok wajah abang memerah sekarang?" Tanya Hana sambil mengusap pipi Vian
"Abang bahagia karena bisa bersamamu sayang. Mungkin doa ibu sangatlah kuat demi kebahagiaan abang sehingga abang bisa memilikimu.Adek adalah permata hati abang" ucap Vian mengecup bibir Hana yang menjadi candunya.
Hana tersenyum manis pada suaminya dan mulai menyuapi Vian
"Terimakasih sayangku"
"Sama-sama sayang" balas Hana kembali menyuapi Vian
"Sayang, Viara dimana?"
"Viara sudah tidur sejak tadi bang. Sekarang abang istirahat yah, pasti abang capek setelah bekerja seharian"
"Bareng aja dek, kita istirahat yuk"
"Adek lagi nungguin jam tayang film bang, adek penasaran dengan ceritanya" ucap Hana sambil menyiapkan camilan
"Jam berapa mulainya sayang?"
"Sebentar lagi bang, kemungkinan jam tayangnya sampai tengah malam"
"Serius bang? Tapi abang nanti lelah"
"Nggak apa-apa sayang, abang udah biasa bekerja keras kok. Abang juga sering melawan musuh ditengah malam saat bertugas dulu, jadi kemarilah sayang, kita nonton bersama" ajak Vian diangguki Hana sambil tersenyum.
Hana duduk disamping Vian dan mulai menyalakan TV
"Filmnya udah dimulai bang" seru Hana dan mulai mencari posisi yang nyaman untuk duduk
"Ohh filmnya tentang TNI juga yah" batin Vian menonton film di depannya
Di dalam film, seorang tentara muda jatuh cinta pada seorang gadis sederhana di pandangan pertama mereka. Semakin berjalannya waktu, hubungan mereka semakin dekat dan sebentar lagi mereka akan segera menikah.
Vian tersenyum melirik Hana yang berbinar disampingnya
"Jadi keingat kisah kita dulu yah sayang" ucap Vian diangguki Hana sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Kembali ke film
Setelah tentara muda itu menikah dengan gadis pilihannya, ibunya justru tak menyetujui hubungan mereka. Ibu tentara itu berusaha untuk memisahkan keduanya, dan mulai memfitnah menantunya saat anaknya pergi memenuhi panggilan negara, namun berkat cinta mereka yang begitu kuat, sehingga rencana ibunya selalu berakhir gagal. Ibu tentara muda itu berencana untuk menyiksa menantunya saat anaknya pergi menjalankan tugas lagi.
Hana yang juga pernah mengalami hal yang sama ikut menjatuhkan air mata saat melihat ucapan perpisahan gadis muda itu pada suaminya yang akan pergi bertugas. Gadis itu memeluk erat suaminya seolah tak mau melepas kepergiannya. Gadis itu terus menangis dan melambaikan tangannya pada kapal yang mulai menjauh
"Sayang, kok nangis sih?" tanya Vian menghapus air mata istrinya
"Adek terharu bang, adek ikutan sedih membayangkan perasaan gadis itu. Adek juga pernah mengalaminya, jadi adek sangat mengerti perasaanya" lirih Hana terisak di dada bidang suaminya.
Setelah kepergian suaminya di medan tugas, gadis itu mendapatkan perlakuan kasar dari mertuanya. Berkali-kali gadis itu mendapatkan perlakuan kasar dan diperlakukan layaknya pembantu di rumah mertuanya. Bu Danyon yang mengunjungi rumah gadis itu tertegun melihat jika anggotanya tengah menangis histeris saat ibu mertuanya akan melakukan tindakan kasar selanjutnya. Untung bu danyon segera bertindak dengan melaporkan ibu mertua gadis ke pihak berwajib atas dasar penganiayaan. Bu danyon berusaha menenagkan gadis itu dan membawa anggotanya untuk tinggal di asrama.
Selama tinggal di Asrama, kehidupan gadis itu perlahan membaik meskipun terkadang gadis itu sering menangis diam-diam karena merindukan suaminya yang jarang memberi kabar.
"Kalian memang wanita yang hebat" batin Vian melirik kearah Hana dan juga gadis didalam film yang mereka tonton.
Hana mengenggam erat tangan Vian sambil terus menjatuhkan air mata saat melihat aksi dimana TNI angkatan laut tengah berusaha melumpuhkan musuh yang berhasil memasuki wilayah mereka. Hana memeluk Vian erat saat melihat para prajurit menembak musuh dan terjadi pertumpahan darah disana. Akibat baku tembak itu, 8 prajurit dinyatakan gugur dan jasad mereka diceburkan ke dalam laut oleh para perompak. Tak berselang lama, pasukan pembantu telah datang dan mulai menyerang para perompak tersebut hingga para perompak tewas karena timah panas yang menembus tubuh mereka. Pada prajurit yang terluka juga tak sedikit, namun mereka berhasil mengalahkan para perompak itu meskipun terdapat 8 prajurit tangguh yang gugur dimedan perang.
Para istri yang mengetahui suami mereka gugur di medan perang menangis histeris dan bahkan ada yang jatuh pingsan karena syok. Begitu juga dengan gadis itu, air matanya terus mengalir dan mulutnya terus mengucapkan nama suaminya.
Tim pun berhari-hari melakukan pencarian di tengah laut namun hanya 2 jasad prajurit saja yang ditemukan, sedangkan 6 prajurit lainnya tak kunjung ditemukan. Sudah sebulan tim penyelamatan mencari, namun hasilnya tetap nihil sehingga dengan berat hati pencarian tersebut dihentikan. Gadis itu seperti telah kehilangan hidupnya setelah suaminya pergi meninggalkannya, apalagi saat mengetahui jika tim pencarian menghentikan pencarian.
Gadis itu menguatkan hatinya menabur bunga di hamparan laut. Air matanya terus mengalir dan tangannya yang gemetar hebat saat melakukan tabur bunga.
Gadis itu berjanji akan terus hidup dan hanya akan mencintai suaminya seorang meskipun pendamping hidupnya kini tinggal nama saja. Meskipun sangat sulit, tapi gadis itu berusaha untuk tetap tegar menjalani takdirnya. Setiap malam, gadis itu melepaskan rasa rindunya lewat foto seorang prajurit yang dijaga nya selalu. Gadis itu melanjutkan hidupnya dengan mengurus anak-anak di panti asuhan. Melihat tawa dan kebersamaan anak-anak di panti asuhan membuat hati gadis itu menghangat. Gadis itu perlahan-lahan kembali tersenyum pada dunia meski kenangan akan suaminya selalu datang menghampiri.
60 tahun kemudian, gadis itu kini tengah memasuki masa tuanya. Setiap hati-harinya dia lewati dengan mengurus anak angkatnya. Sudah banyak anak angkatnya yang menjadi sukses berkat jerih payahnya. Anak-anak itu juga sangat senang dan menghormati ibu angkat mereka. Mereka berpikir sekarang sudah saatnya untuk mereka membahagiakan ibu mereka setelah semua kasih sayang yang diberikannya. Anak angkat termuda wanita itu yang telah menjadi seorang perwira TNI mengajak ibunya untuk mengunjungi tempat terakhir suaminya. Lelaki itu bersama kakak-kakaknya mengajak ibu mereka menggunakan kapal pesiar salah satu dari mereka
"Ibu, sekarang kita telah sampai di tempat terakhir ayah" mendengar ucapan anak bungsunya, wanita itu meneteskan air mata bahagia memeluk anak-anak nya. Dengan langkah pelannya, wanita tua itu berjalan mendekati pagar pembatas kapal. Anak-anak wanita itu ikut terharu melihat senyuman ibunya yang begitu semangat berjalan ke pembatas pagar.
Setelah sampai ke pembatas pagar kapal, wanita tua itu tersenyum dan menjatuhkan air matanya ke hamparan laut yang luas
"Walau namamu tinggal kenangan, tapi kau selalu hidup di hatiku. Kau pernah berjanji akan terus menemani hidupku sampai kita menua bersama, terimakasih telah menepati janjimu. Kau tidak pernah pergi dariku sayang, kau selalu hidup dihati ini. Aku selalu melihatmu saat aku menutup mata,bahkan aku ingin menutup mataku selamanya agar aku bisa terus melihatmu. Tunggu aku di surga-Nya sayang, aku mencintaimu" ucap wanita itu menjatuhkan gelang pemberian suaminya didalam gelapnya lautan.
Setelah kembali dari tempat terakhir suaminya, wanita itu membaringkan tubuhnya dikamarnya. Wanita itu tersenyum dalam mimpinya saat melihat wajah cerah suaminya yang mengulurkan tangan padanya
"Sekarang sudah saatnya untuk kita bersama, bahkan waktu tak akan memisahkan kita lagi" wanita itu mengangguk dan mulai mengikuti langkah suaminya yang terus mengenggam tangannya. Mereka bertatapan dan saling membalas senyuman dan perlahan-lahan menghilang dibalik pintu cahaya yang sangat terang. Wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan wajahnya yang teduh dan dihiasi senyuman
"Hanya wanita kuat dan hebat yang mampu mencintai seorang abdi negara"
__ADS_1
Tamat
Bersambung.....