
Flashback On
"Apa kau yakin rencana kita akan berhasil Hana?" Tanya Sisil yang berboncengan dengan Hana setelah keluar dari restoran
"Tentu saja sil, percayalah padaku dan Mia" balas Hana tersenyum sambil memperhatikan jalanan
Sisil menegok kearah belakangan dan mulai panik melihat beberapa preman tengah mengejar mereka
"Hana ada beberapa preman yang mengejar kita dibelakang" Ucap Sisil ketakutan. Hana yang mendengar ucapan Sisil mengamati dari balik spion dan benar saja ternyata ada 3 motor yang dikemudikan preman berbadan kekar tengah mengejar mereka. Hana tersenyum licik dan mulai menambah kecepatan motornya
"Pegang yang kuat Sisil" Sisil mengangguk dan berpegang erat di pinggang hana
"Woeeee jangan lari.. " teriak preman kembali mengejar Hana namun hasilnya nihil karena Hana begitu cepat melajukan motornya
"Wah hebat, kau pantas jadi pembalap motor dunia hana" puji Sisil melihat keahlian berkendara Hana
"Haha terimakasih Sisil. Tapi jangan senang dulu"
"Kenapa Hana? Bukannya preman tadi sudah jauh tertinggal"
"Lihatlah diujung persimpangan kiri dan kanan"
Sisil kembali ketakutan setelah melirik ke kiri dan ke kanan. Terlihat diujung persimpangan kiri dan kanan masih ada preman tadi yang mengejar mereka
"Hana bagaimana Ini" ucap Sisil kembali ketakutan
"Pegangan yang erat dan percayalah padaku" Sisil mengangguk dan kembali memeluk Hana erat
"Heii berhenti" teriak preman yang mulai mendekati motor Hana. Mereka menambah kecepatan motornya dan saat berhasil melewati motor Hana, para preman berhenti dan langsung menghadang keduanya
"Hai nona cantik, jangan lari kami hanya ingin bermain-main denganmu kok"
"Menjauhlah" Pinta Sisil ketakutan dan bersembunyi dibalik tubuh Hana
"Jangan takut sayang, aku tidak akan mencelakaimu kok" Ucap salah satu preman dan mulai menarik tangan Sisil agar keluar dari belakang Hana
"Aaaa jangan, kumohon lepaskan aku" teriak Sisil ketakutan
"Jauhkan tanganmu dari temanku" ucap Hana menatap tajam kearah preman didepannya
"Hahah, rupanya kau berani juga ya, aku suka aku suka" Ujar preman itu akan memegang pipi Hana tapi Hana refleks menarik tangan itu dan menelintirnya kebelakang
"Sisil mundur beberapa langkah agar kau aman" perintah Hana. Sisil mengangguk dan mundur beberapa langkah, Sisil segera mengeluarkan ponselnya dan merekam kejadian didepannya
__ADS_1
Flashback off
"Kami memiliki Video selengkapnya. Silahkan diputar Bu sisil" sisil mengangguk dan mulai memutar rekamannya pada layar lebar didinding ruang interogasi
Video dimulai....
"Lepaskan.. " teriak ketua preman kesakitan.
Hana kembali menedang pinggang ketua preman itu hingga dia jatuh tersungkur
"Kalian serang dia" Teriak ketua preman yang meringis kesakitan
2 preman kembali maju mendekati Hana, Hana tersenyum smirk dan mulai menyerang dan membogem mentah kedua preman secara brutal.
Bugh...
Bugh...
Prak.....
"Aaargghh" ucap preman meringis kesakitan
Hana yang pandai bela diri sangat mudah mengindar dan membalas kembali serangan musuh dengan meloncat dan menedang keras kepala salah satu preman hingga preman itu jatuh tak sadarkan diri
Hana menginjak bahu salah satu preman yang terduduk dan kembali menendang kepala ketua preman yang masih bisa berdiri dan siap menyerangnya
"Aaargghh" ringis ketua preman kembali tersungkur ditanah
"HANA AWAS..... " Teriak sisil pada hana yang tak menyadari ada preman dibelakangnya yang siap melayangkan pipa paralon di kepalanya.
Hana refleks menundukkan badannya kebelakang seperti gerakan kayang sehingga pipa paralon itu melayang tepat diatas wajahnya, Hana mengambil alih pipa paralon itu dari tangan preman tersebut dan
"Prakkk" Hana memukulkan pipa paralon dipunggung preman itu sehingga dia jatuh tak sadarkan diri.
"Pintar sekali kau, jangan senang dulu nona" ucap ketua preman yang telah babak belur namun masih bisa berdiri didepan Hana.
Preman itu mulai menyerang Hana tapi Hana dengan mudah menangkis dan menghindari setiap serangan.
Disaat ketua preman itu lengah, Hana mengambil kesempatan dengan meninju kepalanya. Hana tersenyum licik seraya mengangkat kakinya dan menendang cukup keras pada bagian utama ketua preman tersebut
"Aaaarggggg" teriak kesakitan ketua preman sambil memegangi bawahnya yang kesakitan
Para prajurit yang menonton Video itu dari balik dinding kaca merasa ngilu dengan teriakan ketua preman itu dan refleks memegangi bagian bawah mereka
__ADS_1
Kembali ke Video
Sisil tertawa senang sambil berlari memeluk Hana dengan girang setelah Hana menghajar pada preman yang menghadang mereka
"Kau hebat Hana, ini minum dulu" Ucap Sisil memberikan sebotol air pada Hana
"Hahhaha rasakan kalian semua" ucap Sisil menjulurkan lidahnya pada para preman yang terbaring lemah dijalanan. Hana tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kekonyolan Sisil
"Bu Hana, apa yang terjadi" tanya sertu Denis yang berpatroli disekitar jalanan yang dilewati Hana
"Bang Denis, tolong bawa mereka ke ruang introgasi batalyon. Aku akan meminta izin pada komandan batalyon agar aku saja yang menginterogasi mereka"
"Baik Bu Danton" para preman digiring satu persatu untuk masuk ke truk yang akan membawa mereka ke batalyon
Video selesai
Prok.. Prok. Prok.. Semua orang bertepuk tangan karena kagum dengan keberanian Hana yang melawan para preman dan berusaha menegakkan kebenaran yang sebenarnya. Vian tersenyum bangga pada Hana
"Sertu Denis, sekarang bawa mereka ke kantor polisi. Biarlah polisi yang mengurus mereka disana" Pinta Hana meletakkan senjatanya
"Tapi Bu Hana, bukankah kau ingin melenyapkan kami jika kau ternyata benar. Kami telah berdosa dan berbohong pada kalian semua. Kami siap menerima hukuman kalian apapun itu" ucap ketua preman diangguki Anggotanya
"Aku tidak berhak mengambil nyawa kalian. Biarlah tuhanku saja yang membalas kalian"
"Terimakasih Bu Hana" Ucap Ketua preman berterimakasih pada Hana. Hana tersenyum dan mempersilahkan Sertu Denis membawa ketua preman dan anggotanya.
Semua ibu-ibu maju dan berterimakasih atas keberanian Hana dalam mencari dan menegakkan kebenaran.
Sebelum meninggalkan ruang interogasi Batalyon, Vian kembalikan badannya dan tersenyum manis pada Hana. Hana membalas senyuman suaminya dengan memainkan mata dan tersenyum manis kepada suaminya
"Asmara cinta Bu Danton Dan pak Danton" goda Bu Danyon mendapat gelak tawa dari ibu-ibu yang berada di sekitar Hana. Hana tersipu malu dan berpamitan untuk pulang pada Bu Danyon
"Ijin Bu, saya pamit pulang dulu"
"Istirahat lah Bu Danton, kau pasti lelah setelah semua yang terjadi hari ini"
"Baik Bu, assalamu'alaikum semua"
"Walaikumsalam Bu Danton" Ucap ibu-ibu serentak menjawab salam Hana
"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar hari ini. Terimakasih ya Allah" batin Hana tersenyum melangkah keluar dari ruang interogasi
Bersambung.....
__ADS_1