Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 28. Pedang Pora


__ADS_3

Hana yang saat ini tengah dirias merasa gugup dan cukup gemetar mendengar jika para tamu dan perwira yang akan membantu prosesi pedang pora telah berdatangan


"Sudah selesai nona, anda terlihat sangat cantik" Ucap MUA


"Hana melirik pantulan nya di cermin dan menyakini jika ucapan MUA tersebut benar"


"Alhamdulillah, terimakasih mbak"


"Sama-sama nona, semoga sukses"


Hana tersenyum dan menguatkanku hatinya


"Aku pasti bisa" batin Hana yakin


"Wah istri abang sangatlah cantik" puji Vian mendekati Hana dan menggandeng tangannya. Hana tersenyum dan melingkarkan tangannya di lengan kelar Vian


"Kamu siap sayang?"


"Siap bang" Ucap Hana mantap


"Kamu tenang aja ya, ada abang disini, jangan takut atau gemetar" Hana tersenyum dan mengiringi langkah suaminya menuju tempat resepsi.


Upacara Pedang Pora diawali dengan formasi baris saling berhadapan Pasukan Pedang Pora yang terdiri atas 12 perwira berseragam lengkap dengan pedang pora yang masih bersarung. Komandan Regu kemudian melapor kepada sang pengantin bahwa pasukan telah siap.


Kedua pengantin berjalan melewati gapura yang terbuat dari susunan pedang. Pasangan pengantin kemudian menyematkan cincin pernikahan di bawah gapura itu. Dan bagi pengantin wanita akan mendapatkan pakaian seragam Persatuan Istri Tentara (Persit) menandakan dia telah siap menjadi istri dan pendamping hidup prajurit


Selanjutnya, Komandan Regu menyerukan perintah Tegak Pedang dan pembacaan puisi. Kemudian, sang pengantin dipersilahkan menuju ke pelaminan


Setelah prosesi pedang pora selesai, Hana tersenyum lega

__ADS_1


"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar" Gumam Hana bahagia. Selanjutnya Hana dan Vian melakukan foto bersama dengan para perwira. Senyum bahagia tak luput dari wajah Hana saat berfoto dengan para perwira.


"Selamat ya Lettu Vian" Ucap Letda gama ikut berfoto bersama keduanya.


"Semoga kau bahagia dengan pilihanmu Hana" Ucap Dafa mejabat tangan Hana


"Aamiin, terimakasih kak" Ucap Hana tersenyum pada Dafa. Hana tak sekalipun membenci Dafa, karena dari kisah cintanya pada Dafa mengajarkannya tentang sesuatu yang baru yang dapat dijadikan pelajaran bagi kehidupannya.


Setelah foto bersama selesai Hana menghampiri teman-temannya dan memeluk mereka erat


"Ciee yang udah nikah sama om tentara" Ucap Lita


"Pengen juga lewat dibawah gerbang pora" Ucap Rena cemburu


"Hahha makanya nikah sama tentara" ucap Lita


"Doakan aku ya semoga cepat nyusul" Ucap Mia


"Aaamiin"


Mereka melakukan foto bersama untuk kenang kenangan bersama.


"Sayang, ayo kita mengantar ibu dan ayah ke halte"


"Ayo" Ucap Hana tersenyum dan mengikuti langkah suaminya


"Ada apa sayang?"


"Adek bahagia menikah dan menjadi istrimu Bang, selamanya tetap genggam tangan adek seperti ini"

__ADS_1


"Abang akan selalu dan akan selalu menggenggammu sayang, walaupun maut memisahkan kita, itu tak dapat menghilangkan rasa cinta abang pada adek" Ucap Vian lembut


"Cieee yang udah resmi jadi suami istri" goda pak Doni


"Ayah ini, kayak tidak pernah muda aja" Ucap Bu Lula


Selama dalam berjalan mengantar orang tua mereka ke halte bus, Hana tak henti-hentinya tertawa melihat kekonyolan kedua mertuanya, sedangkan Vian hanya geleng-geleng kepala dan sesekali memuji mereka


"Ayah ini, ingat umur" Ucap Vian


"Kau juga harus seprti ayah nak, selalu buat istrimu bahagia dengan ucapan atau tindakan, agar hubungan kalian selamanya tetap kuat dan bertahan dengan bahagia yang menyertai langkah kalian"


"Iyah, ayahmu benar nak. Kau jagalah menantuku dengan baik. Jika kau berani melukainya maka akan ibu bakar seragammu"


"Siap laksanakan" Ucap Vian


"Yaudah kami pamit dulu ya, sering-sering kunjungi kami ke desa. Kami akan menunggu kalian nak.Assalamu'alaikum"


"Iyah bu, ayah Walaikumsalam" Ucap Hana melambaikan tangannya pada bus yang membawa Kedua mertuanya


"Sayang, kau pasti lelah. Kita pulang yuk" ajak Vian diangguki Hana sambil tersenyum


"Ayah ibu, kalian pasti bahagia diatas sana. Terimakasih telah menemani Hana untuk berjuang selama kalian hidup. Sekarang Hana yang akan berjuang dalam hidup ini, tentunya ditemani oleh pria yang resmi menjadi suamiku, terimakasih untuk segalanya ya Allah" Batin Hana tersenyum bahagia memandang indahnya lampu kota dari jendela kamarnya. Hana membalikkan badannya dan tersenyum mendapati jika Vian telah tertidur sangat pulas


"Abang pasti lelah" Ucap Hana memperbaiki selimut yang menutupi tubuh suaminya dan tak lupa Hana juga mengecup kening Vian sebelum ikut terlelap disampingnya


"Aku mencintaimu prajuritku"


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2