Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 86. Acara di Hotel


__ADS_3

"Dek, hari ini abang ke kota sebelah ya sama temen-temen abang. Hari ini acara pernikahan teman abang disana" ucap Vian


"Ohh iya bang, Hati-hati disana yah, dan ingat jaga mata jaga hati" ucap Hana mengecup pipi Vian


"Kalau jaga milik?"


"Nah juga termasuk, awas kalau ada yang menyentuh milik adek"


"Hahaha Iyah sayangku, adek tenang aja yah. Malam ini abang pulangnya larut dek, karena ada urusan yang harus abang bahas bersama teman-teman abang. Jadi adek nggak usah nungguin abang yah. Abang janji abang akan baik-baik saja kok" ucap Vian lembut


"Iyah bang. Abang kalau pulang langung ke rumah ibu yah, soalnya adek akan menginap disana untuk bersihin rumah ibu" ucap Hana sambil menyalami tangan Vian


"Baiklah sayang, bolehkah malam ini kita bermain besama sayang?" Tanya Vian mencoba menggoda istrinya


"Boleh sayang, tapi adek lagi datang bulan hari ini. Nanti yah sayang, setelah selesai lalu kita bermain bersama" ucap Hana mengecup bibir Vian


"Oke sayang, kalau begitu abang pamit yah, assalamu'alaikum cintaku" Ucap Vian tersenyum melihat istrinya yang menyalami tangannya


"Walaikumsalam kekasihku" balas Hana melambaikan tangannya pada Vian. Setelah Vian pergi bersama teman-temannya, Hana tersenyum dan beranjak menghampiri Viara yang bermain dengan bonekanya


"Sayang, ayo kita ke rumah nenek" ucap Hana mengendong Viara dan bergegas menuju ke rumah ibunya.


Setelah sampai di rumah ibunya, Hana yang akan membuka pintu rumah mendengar sapaan seseorang dibelakangnya


"Hai Hana"


Hana membalikkan badannya dan tersenyum kepada temannya yang berdiri dibelakangnya


"Hai Mika, senang sekali bisa bertemu denganmu lagi" ucap Hana memeluk Mika


"Hehehe aku juga senang bertemu denganmu. Kau makin cantik aja yah setelah berkeluarga"


"Hahah bisa aja kamu. Ngomong-ngomong kau kapan berkeluarganya?" Tanya Hana


"Minggu depan Hana, aku datang kesini untuk mengantar undangan pernikahanku padamu" ucap Mika menyerahkan undangan yang disambut oleh Hana

__ADS_1


"Wah selamat yah, ternyata teman yang dulu ngotot pengen punya pacar udah ketemu yah"


"Iyah Hana, alhamdulillah" ucap Mika senang.


Tak berselang lama, terlihat sebuah mobil putih yang parkir di depan rumah Hana


"Aku pamit dulu yah Han, calon suami ku sudah menjemputku. Jangan lupa datang yah ke pernikahanku"


"Oke siap. Hati-hati dijalan yah"


"Iyah Hana, assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" balas Hana tersenyum. Setelah Mika pergi,Hana segera memasuki rumahnya dan mulai membersihkan ruangan yang telah berdebu.


_______________


Sementara di kota sebelah


"Hei ngapain ke hotel?" Tanya Raka bingung


"Ohh" teman-temannya mengangguk dan segera masuk ke hotel untuk bergabung dengan tamu undangan lainnya.


Dafa, Raka,Dika dan Vian berkumpul dan mulai berbincang-bincang dengan mempelai pria yang merupakan teman mereka. Vian dan Dika yang tengah bercengkrama dan tertawa bersama tak menyadari ada sepasang mata yang mengamati keduanya dari jauh. Orang itu melirik kearah bawahannya dan mulai membisikkan sesuatu


"Baik nona,, akan saya kerjakan" ucap bawahan wanita itu. Bawahan wanita itu segera mengambil 2 gelas minuman dan meletakkan sesuatu didalamnya. Setelah wanita itu memasukkan sesuatu di kedua gelas itu, wanita itu berpura-pura menjadi pelayanan dan ikut membagikan minuman kepada para tamu.


Wanita itu segera mendekati keduanya dan menawarkan minuman yang dibawanya


"Tuan-tuan, silahkan diminum" ucap wanita itu ramah


"Ahh baiklah, terimakasih" ucap Dika tersenyum dan mengambil kedua gelas di nampan wanita itu.


"Terimakasih tuan, saya permisi"


"Iya silahkan nona" balas Dika tersenyum mempersilahkan wanita itu pergi

__ADS_1


"Wah kalau Mia ada disini, udah mati kau Dika"


"Hahha iya yah, untuk nggak ada Mia disini. Jadi akunya nggak dimarahin"


"Tenang aja, kan ada aku. Aku yang akan melaporkannya pada Mia" jawab Vian


"Yeee jangan dong, kan teman harusnya saling mendukung. Aku nggak tega nolak wanita pelayanan tadi, jadi aku langsung ambil minumannya. Nih satu untukmu" ucap Dika menyodorkan segera minuman ketangan Vian


"Hahah Oke" balas Vian dan melakukan tos gelas bersama Dika. Sementara wanita di ujung sana tersenyum smirk melihat kinerja bawahannya


"Bagus, sekarang kita tunggu beberapa menit lagi setelah itu kita akan mendapatkannya" ucap wanita itu tersenyum licik dan diangguki bawahannya. Tak berselang lama, Dika dan Vian merasakan panas pada tubuh mereka. Teman-temannya yang melihat itu segera menghampiri keduanya


"Kalian kenapa bang, kenapa wajah kalian seperti ini?" tanya Raka cemas


"Entahlah, aku merasa gerah disini" ucap Dika menahan panas ditubuhnya


"Lebih baik kalian beristirahat aja di kamar hotel ini, bang jay menyiapkan 2 kamar untuk kita jika ada diantara kita yang ingin beristirahat disini" ucap Dafa mulai memapah Vian, sementara Raka memapah Dika menuju ke kamar hotel untuk mereka beristirahat.


Vian yang telah memasuki kamar hotel merasa gerah dan kembali meronta-ronta menahan sensasi panas ditubuhnya. Vian yang berpegangan pada pintu mengangkat sedikit kepalanya dan tertegun melihat ada seorang wanita berpakaian minim yang duduk di ranjang sambil tersenyum padanya


Wanita itu berdiri dari duduknya dan beranjak mendekati Vian


"Mari, biar ku bantu" ucap wanita itu mulai membuka kancing kemeja Vian. Vian yang sudah tidak tahan segera memegang bahu wanita itu dan membaringkannnya di ranjang


"Tolong bantu aku sayang, kuharap kau bersedia saat ini" ucap Vian yang mengira wanita di depannya adalah Hana. Wanita itu tersenyum dan memegang kedua pipi Vian


"Aku siap membantumu sayang" ucap wanita itu tersenyum smirk dan mulai membuka kancing kemeja Vian.


Vian tersenyum dan membiarkan kemeja bajunya dibuka oleh wanita di depannya hingga Vian kini telah bertelanjang dada. Wanita itu tersenyum dan mulai membuka resleting celana pria di depannya. Wanita itu meraba-raba dada Vian yang membuat Vian makin bergairah dan ingin segera melakukan pelepasan


"Cepatlah sayang, tubuhku sudah panas. Aku tidak sanggup menunggu lama lagi" ucap Vian yang masih tak menyadari wanita di depannya. Wanita itu tersenyum dan mulai melucuti celana Vian hingga menyisahkan dalaman Vian saja. Saat Wanita itu membuka dalaman Vian, wanita itu tersenyum melihat keindahan benda milik Vian yang telah menegang dan siap melakukan pelepasan


"Sempurna"


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2