Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 73. Kembalinya Lettu Vian


__ADS_3

"Vian" panggil Dafa yang berjalan dan duduk disamping Vian


"Alhamdulillah kau masih hidup sampai sekarang, ternyata firasat Hana selama ini benar" Seru Dafa senang


"Benarkah, ceritakan padaku tentang istriku, aku sangat merindukannya sekarang" pinta Vian


"2 tahun yang lalu, saat kau dinyatakan hilang setelah melawan kelompok separatis yang diketuai Tigris, kalian dinyatakan gugur dalam berperang karena jasad kalian yang tak kunjung ditemukan. Tim penyelamatan dan kami terus saja menyisir telaga dan juga laut yang terhubung dengan telaga selama 10 hari, namun usaha kami dalam mencari kalian tidak membuahkan hasil" ucap Dika yang juga duduk disamping kedua temannya


"Benar Vian, saat itu kalian di klaim telah gugur dalam bertugas. Hana yang mengetahui jika kau termasuk perwira yang gugur itu terus menangis histeris. Dia selalu berkata padaku jika suaminya masih hidup, tapi kami tidak mempercayai ucapannya. Hana bahkan menolak menabur bunga di laut karena hatinya mengatakan jika suaminya masih ada di dunia ini. Itu lah sebabnya dia selalu menunggumu setiap saat meskipun kenyataan menaparnya jika kau telah gugur" ucap Dafa menepuk bahu Vian.


Vian yang terharu meneteskan air mata membayangkan penderitaan yang dialami istrinya saat dia dinyatakan gugur 2 tahun yang lalu. Namun Vian kembali tersenyum saat mengetahui jika Hana merasa suaminya masih hidup dan Hana selalu menunggunya setiap saat


"Bagaimana dengan anak yang dikandung Hana? Apa dia baik-baik saja?" tanya Vian menghapus air matanya


"Iyah Vian, dia baik-baik saja. Namanya Viara, dan wajahnya persis sepertimu. Viara adalah alasan Hana untuk tetap hidup dan bertahan sampai sekarang karena dari putri kecilnya, dia melihat bayanganmu disana. Setiap kali Viara tersenyum,Hana selalu merasa kau tengah tersenyum manis padanya" jawab Dafa panjang lebar


"Aku ingin segera menemui mereka" ucap Vian bahagia mendengar penuturan sahabatnya


"Lebih baik jika kita memberikan kejutan pada Hana, bagaimana?" usul Dafa


"Aku setuju, 2 hari lagi pernikahanku akan dilangsungkan tepat dihari putrimu lahir Vian, pasti Hana akan sangat bahagia melihat suaminya masih hidup di acara bahagia kami" seru Dika antusias


"Baiklah, aku menyetujui usulan kalian" balas Vian menepuk bahu kedua sahabatnya


"Wah,udah mau nikah aja lu bang" Ucap Gama yang bergabung bersama temannya


"yah mau gimana lagi, si calon udah mau naik pelaminan aja" balas Dika


"mungkin nggak mau abang selingkuhin kali" ucap Tama mendapat gelak tawa para prajurit


"Ladalah... boro-boro diselingkuhin dilirik cewek lain aja nggak pernah"


"Jangan simpulkan dulu bang, banyak loh yang mau sama abang"


"benar bang, tuh lihat banyak cewek disana. gua perhatikan mereka terus menatap abang sejak tadi" tunjuk gama pada sekelompok wanita yang berdiri tidak jauh dari lokasi mereka


"jangankan yang cakep, yang biasa aja mau loh sama Abang" seru Tama kembali mendapat tawa dari teman-temannya

__ADS_1


"Mereka hanya mencintai seragamku, tidak dengan hatiku"


setelah obrolan singkat, para prajurit segera bergabung dengan prajurit lainnya yang merayakan keberhasilan mereka dengan acara bakar-bakar ikan.


*********


keesokan paginya sebelum meninggalkan desa, Vian dan Dafa menyempatkan diri untuk menemui Laila.


Laila yang telah tahu jika Vian telah mendapatkan ingatannya kembali ikut bahagia dan berhambur memeluk Vian


"syukurlah abang telah mengingat semuanya hiks.. hiks.. "


"Iyah dek, terimakasih telah menjaga abang selama ini. abang berutang budi padamu dek" ucap Vian menghapus air mata Laila


"Maafkan abang yah, hari ini Abang akan segera kembali ke kota untuk menemui keluarga abang disana. abang jadi nggak tega ninggalin kamu sendiri disini" ucap Vian pelan


"nggak apa-apa bang, keluarga abang jauh lebih berhak daripada adek. pasti istri abang sedang menunggu abang pulang disana. temuilah mereka bang"


Vian mengangguk dan tersenyum pada Laila.


"Laila, apa kau mau jika kakak membawamu ke kota dan tinggal bersama ibu kakak. ibu kakak sangat kesepian di rumah karena kakak yang selalu bertugas dan tidak bisa menemaninya selalu. setidaknya kau dan ibuku bisa tinggal bersama dan kalian tidak akan kesepian lagi" ucap Dafa lembut


"kamu bukanlah orang asing Laila, ibuku pernah bertemu denganmu dirumah sakit dulu. ibuku sangat berterimakasih padamu dan ibuku ingin sekali bertemu denganmu. jadi ibuku nggak akan keberatan jika kau tinggal bersamanya. apakah kau bersedia Laila?"


Laila menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Dafa


"Terimakasih Laila, sekarang kemasilah pakaian dan barang-barang mu. kakak akan membawamu ke kota hari ini juga"


"baiklah kak" balas Laila dan beranjak masuk ke kamarnya.


Vian dan Dafa saling pandang dan terseyum satu sama lain


"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu sayang. tunggu abang kembali"


**************


"Wah ponakan tante ternyata datang juga yah di acara pernikahan tante" ucap Mia mengendong Viara

__ADS_1


"Jelas dong, tante Mia juga termasuk tantenya Viara bukan" ucap Hana tersenyum


"Hahaha, selamat ulang tahun keponakanku" ucap Mia mencium Viara hingga Viara tertawa karena merasa geli


"Berikan Viara padaku, lebih baik kau fokus pada riasanmu. Hari ini adalah hari pernikahan mu dan sebentar lagi prosesi ijab kabulmu akan segera dimulai" ucap sisil mengambil Viara dari gendongan Mia


"Ayo sayang, sama tante sisil dulu yah" ucap sisil mengendong Viara. Viara yang tidak nyaman di pelukan sisil mulai memberontak dan menangis histeris


"Cup.. Cup.. Jangan takut sama tante dong, tante nggak akan menganggumu sayang" ucap sisil berusaha menenangkan Viara. Hana dan Mia menahan tawa melihat wajah kesulitan Sisil


"Sini berikan dia padaku" ucap Hana mengambil alih putrinya dari Sisil


"Jangan nangis lagi yah sayang, nanti cantiknya berkurang loh" ucap Hana lembut menghapus air mata putrinya.Viara terus menangis sambil menunjuk kearah luar jendela


"Viara mau jalan-jalan di luar yah" ucap hana lembut. Viara sumringah menyetujui ucapan ibunya


"Tapi sayang, ijab kabul tante Mia akan


segera dimulai" mendengar ucapan ibunya, Viara kembali menangis dan memberontak digendongan Hana


"Tidak apa-apa Hana, ajaklah keponakanku untuk jalan-jalan di luar, mungkin dengan berjalan-jalan bisa menenangkan hatinya"


"Terimakasih ya Mia, maaf aku tidak bisa menghadiri proses ijab kabulmu, tapi setelah kembali dari jalan-jalan, aku akan menghadiri resepsi pernikahanmu"


"Baiklah Hana" ucap Mia tersenyum dan melambaikan tangannya pada Viara yang tersenyum padanya


Setelah Hana keluar dari gedung, Hana segera mengajak Viara menuju taman bermain yang tidak terlalu jauh dari gedung pernikahan


"Sekarang Viara senang nggak?" tanya Hana pada putrinya yang terus tertawa di gendongannya


"Bunda" Viara menepuk bahu ibunya sambil menunjuk kerarah toko mainan yang menjual balon


"Ohh Viara mau beli balon yah. Bunda beliin yah tapi Viara janji nggak akan nangis lagi" ucap Hana lembut sambil berjalan kearah penjual mainan tersebut.


Hana merasa bahagia melihat putrinya yang tertawa riang ketika penjual balon tersebut menyerahkan langsung balon yang dibelinya ke tangan putrinya


"Alhamdulillah, teruslah tersenyum seperti ini sayang. Meskipun tanpa ayah, bunda janji akan selalu membuatmu bahagia"

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2