
"Jauhkan tangan kotor kalian dari istriku" Tegas Vian menatap tajam kearah pada berandalan
"KAU" geram pak Romi kesal karena yakin Vian pasti akan mengagalkan rencananya untuk menghabisi Hana.
Vian tertegun melihat kondisi istrinya yang diikatkan di pilar bangunan dengan kondisi yang sangat kacau. Hana membuka matanya dan tersenyum melihat suaminya yang berdiri tidak jauh darinya
Vian mengepalkan tangannya dan berjalan mendekati pak Romi yang ketakutan melihat wajah penuh amarah Vian
"Jangan mendekat, atau ku lukai istrimu" Ancam pak Romi menyembunyikan ketakutannya namun tidak diindahkan oleh Vian.
"Anak-anak, serangan orang ini" perintah Pak Romi. Para berandalan mengangguk dan mulai mendekati Vian. Vian dengan mudah menghindari setiap serangan lawan dan membalas mereka dengan brutal. Vian sama sekali tak mengeluarkan keringat saat melawan berandalan yang mengepungnya.
Bruk...
Bruk...
Bruk....
Vian berkali-kali mendaratkan bogem mentah ditubuh setiap berandalan sehingga mereka ambruk dan jatuh tersungkur.
Para berandalan berusaha bangkit dan kembali menyerang Vian. Vian kembali menyerang dan memukul pada berandalan hingga mereka kembali tersungkur dan menghantam pilar bangunan.
Pak Romi yang ketakutan melihat keganasan Vian segera melarikan diri namun langkahnya terhenti saat mendengar tembakan peringatan polisi
Doooor....
"Jangan coba-coba melarikan diri sebelum peluruku bersarang di tubuhmu" Tegas Mika menodongkan pistolnya kearah pak Romi
Para polisi yang berhasil melumpuhkan pada berandalan di luar segera masuk ke gudang dan langsung meringkus para berandalan yang telah babak belur
Vian berjalan kearah pak Romi dengan tatapan elangnya. Mika yang menyadari jika Vian telah naik pitam segera berlari dan meminta pasukannya untuk meringkus pak Romi
__ADS_1
"Pak Vian, biarlah kami yang mengurus mereka. Lebih baik temuilah istrimu" ucap Mika berhasil meredakan amarah Vian.
"Silahkan bawa mereka" perintah Mika pada pasukannya. Setelah para pasukannya memborgol Satu-persatu berandalan, para polisi segera keluar diikuti Mika dibelakangnya.
"Mika, terimakasih" ucap Vian sebelum Mika hilang dibalik pintu.
Mika menghentikan langkahnya dan mengangguk pada Vian. Setelah itu Mika kembali berjalan mengikuti langkah pasukannya.
Vian berjalan mendekati istrinya dan membuka ikatan yang melilit tubuh istrinya. Setelah ikatan yang melilit tubuh Hana terlepas, Hana membuka lakban yang menutupi mulutnya dan berhambur memeluk Vian erat
"Abang hiks... hiks..." lirih Hana terisak sambil memeluk suaminya erat. Vian mengelus lembut punggung Hana yang bergetar mencoba untuk memenangkannya
"Tenanglah sayang, semuanya sudah baik-baik saja"
"Adek pikir setelah ini adek nggak akan ketemu abang lagi hiks.. hiks.. "
"Selama abang ada di dunia ini, abang janji akan selalu menjagamu sayang. Selama abang hidup, tak akan abang biarkan seorangpun menyentuh istri abang. Kau tahu sayang, aku akan selalu melindungi wanita yang selalu bersamaku, karena aku mencintaimu selalu" ucap Vian menghapus air mata istrinya dan membawanya bersandar di dada bidangnya.
Hana yang mendengar ungkapan indah dari suaminya tersenyum dan perlahan-lahan menutup mata. Vian yang menyadari tak ada gerakan lagi dari istrinya tersenyum dan mulai menggendong tubuh istrinya yang mungkin tak sadarkan diri akibat kelelahan
*************
Hana terbangun dan mendapati dia telah berada di sebuah ruangan yang dia yakinin sebagai kamarnya. Hana mengulas senyumnya mendapati tangan kekar yang melingkar di tubuhnya dan memeluknya erat seperti memeluk bantal guling.
"Terimakasih telah datang menolongku kemarin. Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama kalian lagi" gumam Hana mengecup kedua pipi Vian dan Viara. Hana segera beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi
______________
"Ibu mau kemana?" Tanya Hana bingung melihat bu lula yang memasukan pakaiannya kedalam koper
"Ibu mau pulang sayang, kasihan ayahnya Vian di rumah, nggak ada yang jagain" ucap bu lula tersenyum
__ADS_1
"Ohh begitu yah bu, lebih baik ibu sarapan dulu yuk sebelum berangkat. Abang sama Viara udah di dapur tuh. Biar Hana aja yang beresin semua pakaian ibu"
"Baiklah nak, syukurlah kau baik-baik saja" ucap Bu lula memegang bahu Hana dan berjalan menuju dapur
Hana segera masukan semua barang-barang milik ibu mertuanya kedalam koper, tak lupa Hana memasukkan beraneka kue kering yang dibuatnya beberapa hari yang lalu kedalam koper bu lula.
Hana tersenyum saat mendengar tawa bahagia dari arah dapur. Hati hana menghangatkan mendengar tawa keceriaan itu, namun terbesit rasa aneh di hatinya saat bu lula mengatakan jika dia akan segera pulang. Hana sangatlah nyaman dengan ibu mertuanya itu, namun ibu mertuanya juga memiliki banyak tanggung jawab di desa jadi tidak selamanya dia akan tinggal di rumah Hana
**********
"Ibu pamit yah, jaga diri kalian baik-baik disni. Dan sesekali datang dan berkunjunglah ke desa, pintu rumah ibu terbuka lebar untuk kalian"
"Iyah bu, ibu juga hati-hati dijalan yah"
"Iyah sayang, ibu pamit yah assalamu'alaikum semuanya"
"Walaikumsalam ibu" balas Hana membalas lambaian tangan bu lula. Hana terus menatap bus yang membawa ibu mertuanya hingga tak terlihat lagi diujung jalan
"Ada apa dek? Kok wajahnya mendung gitu" Tanya Vian
"Ahh nggak kok bang, adek hanya sedih aja harus berpisah dengan ibu mertua" balas Hana merangkul lengan suaminya dan berjalan bersama
"Benar begitu dek?"
"Iyah sayangku. Abang tau? Tidak semua wanita mendapatkan mertua yang menganggap menantunya seperti putrinya sendiri. Adek bersyukur memiliki ibu mertuanya sebaik ibu" balas Hana tersenyum
"Alhamdulillah jika adek bahagia dengan keluarga abang"
"Iyah bang, abang temanin adek yuk, kita ke supermarket untuk beli keperluan Viara" ajak Hana
"Ayo sayang" balas Vian tersenyum dan mulai melajukan motornya membelah jalanan kota
__ADS_1
"Terimakasih Ya Allah, kau telah memberiku banyak kebahagiaan hari ini. Tolong janganlah lagi kau timpakan padaku kesedihan dan juga kesulitan. Jika jalanku masih kau persulit, mudahkanlah hatiku untuk menerimanya dengan lapangan dada. Karena aku yakin, dibalik kesulitan yang kau berikan, pasti ada kemudahan dan hikmah yang terpendam disana" batin Hana berdoa
Bersambung......