Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 56. Rencana Membujuk Istri


__ADS_3

Hana terbangun pukul 4 dini hari dan terkejut melihat tangan kekar yang masih memeluknya erat. Hana membalikkan tubuhnya dan mendapati ada setitik air mata di sudut mata suaminya. Hana mengusap lembut air mata diwajah orang yang sangat dicintainya sambil tersenyum


"Walaupun aku marah padamu, tapi aku selalu merindukanmu sayang. Jangan pernah berpaling dariku. Sungguh, aku takut jika harus kehilanganmu"


Hana menyingkirkan tangan vian pelan dari tubuhnya dan mulai berusaha menaiki kursi rodanya. Hana bergegas kedapur dan mulai melakukan kewajibannya sebagai seorang istri


"Alhamdulillah selesai juga" ucap Hana setelah selesai menyiapkan sarapan di meja maka


"Ohh ya, aku lupa jika surat tanah di rumah ibu belum kuambil. Setelah ini aku akan kesana dan mengambilnya" gumam Hana.


Hana berusaha bankit dari kursi roda dan mulai melatih kakinya untuk berjalan sambil berpegangan pada dinding. Karena kurangnya keseimbangan, Hana yang akan terjatuh ke samping langsung ditangkap oleh Vian yang baru saja keluar dari kamar


"Hati-hati dek, adek belum sepenuhnya pulih. Lebih baik adek duduk di kursi roda dulu" Ucap Vian sambil mendudukkan Hana di kursi roda.


Hana hanya terdiam sambil menggerakkan kursi rodanya ke kamar


"Adek" panggil Vian yang tidak dihiraukan oleh Hana. Vian menghela nafas kasar dan bergegas duduk di kursi untuk menyantap sarapannya


"Ternyata dia masih mengingat makanan kesukaanku setelah lama terpisah" gumam Vian sambil melahap makanannya.


Setelah selesai sarapan,Vian yang berjalan kearah kamar tertegun mendapati Hana telah berada di depan pintu sambil menggerakkan kursi rodanya keluar


"Adek mau kemana?"tanya Vian. Hana yang mendengar pertanyaan suaminya lekas menjawab namun hana tak menatap mata suaminya


"adek mau ke rumah ibu,ambil surat tanah"


"Sama abang aja, nanti abang anterin kok"


"Nggak usah bang, taksi pesanan adek udah sampai di depan" ucap Hana kembali mendorong kursi rodanya menuju taksi online pesanannya. Vian hanya tersenyum kecut melihat taksi yang membawa istrinya telah menjauh


*********


"Loh, kok wajah abang kusut begitu, kayak pakaian belum disetrika aja" Ucap Gama yang nongkrong di warung kopi bersama teman-temannya


"Apa masalahmu dengan istrimu belum selesai?" tanya Dika yang diangguki Vian


"Sudah kuduga jika marwah memiliki perasaan padamu sejak kita bertugas di perbatasan dulu"


"Benar bang, lagipula apa marwa nggak tau jika lelaki seganteng bang Vian udah punya istri. Enak saja dia memeluk suami orang tepat di depan istri sendiri" kesal Raka

__ADS_1


"Aku juga heran bang, karena kejadian kemarin istriku masih marah padaku"


"Tentu saja dia marah bang"


Marwa yang melihat Vian dan para prajurit yang nongkrong di warung dekat tempat tinggalnya tersenyum dan mendekati mereka


"Assalamu'alaikum bang" sapa marwa


"Walaikumsalam"


"Mau ngapain kau kesini. Setelah merusak rumah tangga orang kau masih berani menunjukkan wajahmu disini" geram Raka


"Maafkan aku bang, aku tidak tahu jika abang telah memiliki istri" ucap Marwa tertunduk


"Lebih baik jika sekarang kau pergi, aku tidak mau bertemu denganmu"


"Kumohon maafkan aku bang, aku janji akan memperbaiki kesalahanku" pinta Marwa menahan air matanya


"Apa kau tidak dengar ucapannya? Lebih baik kau pergi dari sini"


"Enggak bang, aku tidak akan pergi" jawab Marwa.


Para prajurit langsung beranjak meninggalkan warung kopi meninggalkan Marwa sendiri bersama pemilik warung. Asti yang mendengar dedas desus jika ada seorang wanita yang memeluk Vian tepat di depan mata Hana, tersenyum mendapati wanita yang dicarinya tengah bediri sendirian di depan warung kopi


Marwa segera menghapus air matanya dan mulai menatap Asti


"Maaf mbak, mbak siapa yah?"


"Perkenalkan nama saya Asti, kelihatannya kau orang baru disini"


"Benar mbak, nama saya marwa, salam kenal" ucap marwa menjabat tangan Asti


"Apa kau memiliki masalah dengan para prajurit tadi? Aku perhatikan matamu seolah tidak lepas dari salah satu diantara mereka"


Marwa menghela nafas dan mulai bercerita kepada Asti


"Salah satu diantara mereka, aku sangat mencintainya. Aku sudah memendan perasaanku cukup lama padanya. Tapi saat aku ingin mengatakan padanya tentang perasaanku ini, aku ditampar kenyataan jika orang yang aku cintai telah memiliki istri" lirih Marwa berlinang


"Apakah orang yang kau maksud adalah bang Vian?" tanya Asti yang diangguki Marwa

__ADS_1


"Sepertinya dia orang yang tepat untuk membantuku membalas dendam pada Hana. Untung ayahku berhasil mengeluarkan ku dari penjara sehingga aku bisa kembali menghancurkan hidup musuhku" batin Asti tersenyum licik


"Aku bisa membantumu mendapatkan Vian" Marwa membulatkan matanya sempurna mendengar ucapan Asti


"Apa maksudmu? Apa aku bisa memiliki bang Vian setelah dia memilih seorang istri?"


"Tentu saja bisa, maukah kau bekerja sama denganku. Aku jamin kau akan mendapatkan cinta dan berhasil memiliki Vian seutuhnya" ucap Asti berusaha mencuci otak Marwa


"Sepertinya wanita ini memiliki niat yang tidak baik. Biar aku ikuti saja permainannya, mungkin dengan ini aku bisa membayar kesalahanku pada bang Vian dan istrinya" batin Marwa menghapus air matanya


"Baiklah, kedengarannya tawaranmu menarik. Aku akan bekerja sama denganmu" ujar Marwa meyakinkan Asti


"Baiklah, aku akan memberitahumu sebuah rencana untuk mendapatkan Vian" ucap Asti antusias dan diangguki marwa sambil tersenyum


***********


"Halo assalamu'alaikum sayang, kok adek belum pulang? Ini udah malem loh, apa abang jemput adek di rumah ibu?" tanya Vian setelah Hana menjawab panggilannya


"Walaikumsalam, adek menginap sehari di rumah ibu bang. Besok adek pulang ke asrama"


"Tapi dek.. " ucap Vian tertahan karena Hana mematikan sambungan secara sepihak. Vian menghela nafas kasar dan meletakkan ponselnya di atas meja


"Apa dia masih marah lagi padamu?"


"Seperti yang kau duga dika, dia masih marah padaku" ucap Vian lesu


"Aku punya rencana agar istrimu tidak marah lagi padamu" ucap Dika antusias


"Bagaimana caranya?" seru Vian


"Besok malam jika kau pulang bertugas, jangan langsung buka baju atau sepatu. Lebih baik kau tidur masih mengenakan seragam dan sepatumu. Jika istrimu masih peduli padamu, maka dia akan mengurus dan membantumu membuka seragammu. Kau harus tetap terjaga dan teruslah mengamati istrimu besok. Jika rencana ini gagal, akan kupikirkan rencana selanjutnya"


"Wah hebat, rencanamu memang hebat dika" seru Vian menepuk bahu dika


"Tentu saja, kan Dika" ucap dika bangga.


"Hahaha, baiklah aku akan mengikuti saranmu besok"


"Okeh, beritahu aku jika berhasil ya" ucap Dika yang diangguki Vian sambil tersenyum

__ADS_1


"Semoga rencana ini berhasil".


Bersambung......


__ADS_2