
Para pasukan berkumpul merayakan keberhasilan mereka, semua anggota yang ditugaskan memberantas kelompok bersenjata di desa Nusa selamat, hanya saja masih ada beberapa pasukan yang dirawat akibat luka terkena tembakan
"Alhamdulillah, aku berhasil" Gumam Vian menatap indahnya cahaya rembulan malam ini
"Kok belum istirahat Vian, bukannya kau lelah setelah memberatas pemberontakan tadi, dan luka dibahumu belum sepenuhnya sembuh" Ucap Dika duduk disamping Vian
"Aku tak sabar untuk pulang dan menanti hari besok Dika" Ucap Vian tersenyum melihat rembulan
"Ohh besok hari bahagiamu bersama Hana ya, semoga kalian bahagia ya"
"Terimakasih Dika"
"Aku deluan ya, aku ingin tidur nyenyak malam ini"
"Haha silahkan"
Vian kembali menatap indahnya bulan malam ini sambil memikirkan kekasih hatinya yang akan dinikahinya besok
"Tunggu kakak pulang dek"
Saat ini di pulau yang berbeda, Hana juga tengah mengamati rembulan malam dengan wajah yang penuh senyuman
"Aku tidak sabar menanti hari besok bang, cepatlah pulang. Aku merindukanmu" Ucap Hana berbicara pada rembulan.
Tak berselang lama, karena rasa lelah dan kantuk yang menyerang keduanya, Hana dan Vian terlelap bersamaan
๐บ๐บ๐บ๐บ
Hari ini
Hari yang selalu ku tunggu dalam hidupku
Hari Dimana aku akan menikah
Dengan lelaki yang sangat mencintaiku, lelaki yang selalu membuatku tersenyum lebar setiap saat, dan lelaki yang memberikan semangat untukku tetap maju menyambut kebahagiaan yang telah ditakdirkan Tuhan untukku
__ADS_1
Selamanya hatiku tetap untukmu. Aku mencintaimu selalu, Lettu Viandro Aditya Putra
Hana yang tengah dirias oleh para MUA mengetik kata kata di aplikasi buku diarynya.
Vian yang telah menyadap aplikasi diary milik Hana menyunggingkan senyumnya membaca kata-kata indah yang ditulis calon istrinya. Vian ingin segera sampai ke kota untuk menemui Hana dan melangsungan pernikahan mereka
"Tunggu aku sayang, aku akan segera datang"
Setelah dirias oleh para MUA, kini Hana telah memakai gaun pengantin dengan jilbab putih menjular sampai di pinggangnya, ditambah dengan aksen mahkota perak dikepalanya menambah kecantikannya yang bahkan hampir seperti bidadari
Hana melihat pantulannya di cermin dan memutar mutar tubuhnya senang
"Wah menantuku sungguh cantik" Ucap Bu Lula memasuki kamar Hana ditemani Mia
"Iya dong tante, pilihan Vian kan selalu tepat"
"Hahah, yaudah menantuku, ayo kita turun ke bawah"
"Apa bang Vian sudah datang bu?" Tanya Hana
"Semoga Calon suamiku pulang dengan selamat dan sehat walafiat" Batin Hana khawatir memikirkan Vian
"Ibu, Mia, apa boleh sekarang Hana pergi ke batalyon menyambut kedatangan para prajurit yang pulang setelah bertugas?"
"Tentu saja sayang, ibu dan Mia akan menanti mu kesana"
Hana mengangguk dan bergegas menuju ke batalyon menyambut kepulangan Vian
Sekitar 1 jam Hana menunggu, namun truk yang membawa para prajurit belum juga kembali. Hana dan istri-istri prajurit lainnya juga tengah menunggu kepulangan suaminya
"Ehh itu nona hana bukan, calon istrinya lettu Vian. Mereka akan segera menikah hari ini" Ucap Bu Danyon
"Ehh iya, ternyata dia cantik ya. Beruntung banget lettu Vian mendapatkannya"
"Iyah benar Bu, ditambah lagi nona Hana adalah pemilik restoran yang tengah viral di sosmed karena masakannya enak-enak" Jawab Bu Danki
__ADS_1
"Wah beruntung nya"
Asti yang mendengar ucapan ibu-ibu Persit yang memuji Hana merasa gerah dan cemburu dalam hatinya. Asti yang sangat membenci Hana tak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa mengumpat Hana dalam hatinya
"Abang, kok lama banget pulangnya" Gumam Hana menatap jalanan didepan batalyon, hatinya khawatir dengan Vian sehingga bulir bening lolos dari matanya
Bu lula dan Mia saling pandang dan tersenyum melihat Hana yang menangis karena mengkhawatirkan calon suaminya. Tangisannya semakin deras karena Vian dan truk yang membawanya tak kunjung pulang
Tak berselang lama, terlihat diujung jalan truk yang membawa para prajurit berjalan mendekat menuju batalyon. Hana tersenyum dan mengikuti ibu-ibu persit yang maju menyambut kepulangan suami mereka.
Satu persatu anggota prajurit turun dari truk dan disambut tangis haru oleh para istri mereka. Vian turun dari truk dan mengedarkan pandangannya mencari wanita yang sangat dicintainya
"Abang..... " panggil Hana bahagia.
Vian mengenali suara itu dan tersenyum mendapati calon istrinya tengah menunggunya dengan sabar. Vian merentangkan tangannya seolah berkata "aku butuh pelukan".Hana tersenyum dan berlari menghambur memeluk Vian
"Abang hiks..hiks..Aku merindukanmu, terimakasih sudah berjuang untuk pulang"lirih hana memeluk erat Vian seolah tak ingin lagi melepaskannya.
Vian tersenyum dan mengelus lembut punggung Hana
"Aku telah berjanji untuk pulang membawa kemenangan, aku juga telah berjanji bahwa hari ini aku akan menikahi calon istriku yang cantik ini" Balas Vian bahagia. Vian melepaskan pelukannya dari Hana dan menghapus lembut air mata yang menggenang dipipi calon istrinya
"Kok adek nangis? Kan abang sudah pulang. Nanti make up nya luntur loh" Ucap Vian lembut
Para ibu-ibu persit cemburu dengan kemesraan keduanya dan langsung menatap suaminya dengan tatapan seolah menginginkannya juga
Mia juga mendekati Dika menggandeng tangan Dika
"Abang terimakasih telah kembali dengan selamat"
"Sama-sama sayang" Ucap Dika merangkul Mia dan ikut mengamati Vian dan juga Hana. Sementara Dafa tersenyum kecut melihat kemesraan Vian dan hana
"Vian adalah lelaki yang baik, dia pasti bisa membahagiakanmu Hana" batin Dafa melihat Vian yang memeluk Hana erat
Bersambung.....
__ADS_1