
Hana yang membersihkan ruang tamu tersentak kaget saat melihat foto suaminya terjatuh dan hancur. Hana berjalan memunguti pecahan pigura tersebut dan seketika bulir bening lolos dari matanya
"Abang hiks.. Semoga abang baik-baik saja disana. Lindungi suamiku ya Allah" lirih hana memeluk foto Vian dan mengusapnya lembut
***********
Tigris yang melihat Vian masih bergerak menahan sakit akibat luka ditubuhnya berjalan mendekati Vian dan menginjak keras tubuh Vian hingga vian tak sadarkan diri
"Cepat seret dan tenggelamkan mereka kedalam telaga" perintah Tigris.
Anggota Tigris mulai menyeret Vian dan beberapa prajurit lainnya dan menenggelamkannya didalam telaga
"Gawat tuan, pasukan mereka semakin mendekati kita, sedangkan anggota kita telah gugur dihabisi oleh mereka"
"Segera lari dari sini, tinggalkan saja mayat para prajurit menyebalkan itu" perintah Tigris dan langsung melarikan diri meninggalkan telaga
*********
"Lapor komandan, para prajurit kita berhasil melumpuhkan 80 persen anggota kelompok bersenjata itu, tapi kami gagal menghabisi pimpinan mereka yang berhasil melarikan diri" lapor Piton
"Baiklah, apakah ada prajurit kita yang meregang nyawa akibat penyerangan semalam?"
"Siap, terdapat 30 prajurit yang mengalami luka tembak dutubuh mereka, 40 prajurit sehat tanpa luka sedikitpun, dan 20 prajurit utama kita hilang dan belum ditemukan" lapor piton.
"Siapakah perwira utama kita yang hilang?"
"Siap, perwira tinggi kita yang hilang adalah Anaconda, lettu Dika, dan juga Cobra dengan beberapa pasukan mereka"
Mendengar ucapan Piton, Komandan meghela nafas kasar dan mulai membentuk tim untuk mencari para perwira penting yang hilang
"Semoga kalian ditemukan selamat"
**************
"Anak bunda baik-baik didalam yah" ucap Hana lembut karena bayinya yang pertamakaliya menendang perutnya.
Hana yang masih mengelus lembut perutnya terganggu dengan teriakan histeris di depan rumah. Hana segera keluar rumah dan terkejut mendapati beberapa ibu-ibu yang menagis histeris sambil mengucapkan nama suami mereka
"Ada apa sisil?" tanya Hana yang berjalan mendekati Sisil yang juga ikut berlinang
"Semalam para prajurit yang ditugaskan terlihat baku tembak dengan kelompok bersenjata hiks.. hiks.. " lirih Sisil tak sanggup melanjutkan ucapannya
"Lalu semaunya baik-baik saja kan?" mendengar pertanyaan Hana, Bu Danki berjalan dan mendekati Hana
"Akibat kejadian semalam, 30 prajurit mengalami luka tembak ditubuh mereka dan 20 perwira kita dinyatakan hilang" ucap Bu Danki pelan sambil mengusap punggung Hana
"Katakan bu Danki, suamiku tidak termasuk perwira yang hilang bukan hiks.. hiks.. " lirih Hana menatap lekat mata bu Danki dengan mata yang berkaca-kaca
"Maafkan aku Bu Vian, tapi belum bisa memastikan apakah lettu Vian termasuk salah satu dari para prajurit yang hilang"
Mendengar ucapan Bu Danki, Hana yang merasa tubuhnya kekurangan tenaga terhuyung kebelakang. Dafa yang tak jauh dari Hana segera berlari dan langsung menangkap Hana
"Kak Dafa hiks.. hiks... " lirih Hana memeluk Dafa. Dafa hanya bisa mengelus lembut punggung Hana berusaha menguatkannya
"Kamu tenang yah, pasti semuanya baik-baik saja. Teruslah berdoa agar Vian sehat dan aman disana"
"Tapi aku takut suamiku termasuk perwira yang hilang itu kak. Aku takut anakku tak memiliki ayah setelah dia lahir nanti hiks.. Hiks" Tangis Hana semakin kencang
Dafa hanya terdiam sambil terus mengelus punggung Hana
"Lettu Dafa, pasukan akan segera berangkat" ucap Tama
"Baiklah, aku akan segera menyusul"
"Kak Dafa, bawalah suamiku kembali, hiks.. hiks... Tolong kakak" ucap Hana menangis dan langsung berlutut dikaki Dafa
"Bangun Hana, jangan seperti ini. Kakak nggak tega melihatmu seperti ini" ucap Dafa mengangkat tubuh Hana agar segera berdiri
"Kakak tolong bawalah suamiku kembali, jika kak Dafa menganggapku sebagai adik kakak, maka penuhilah permintaan adikmu ini hiks.. hiks.. "
"Tunggu kabar dari kakak yah, hari ini kakak akan berangkat melanjutkan misi mereka. Kakak janji akan membalas kejahatan mereka dan membawa suamimu kembali" ucap Dafa mengelus lembut pipi Hana dan menyerahkan Hana kepada Bu Danki
"Bu Danki, tolong jaga Hana ya, saya harus segera berangkat ke lokasi"
"Baiklah lettu"
Dafa mengangguk dan segera menaiki pesawat yang mengantar mereka ke tempat tujuan
********
Didalam pesawat, Dafa memejamkan matanya memikirkan kondisi Hana sekarang
__ADS_1
"5 menit lagi kalian melakukan terjun payung ke lokasi dimana terakhir kali para prajurit terlihat" ucap kapten angkatan Udara
Kini Dafa dan Tama telah siap untuk terjun payung. Dafa melompat dengan sempurna dan melayang di udara hingga parasutnya melakukan pendaratan dengan sempurna
"Tama, kamu dengan beberapa pasukan lainnya menuju markas mereka. Sebentar lagi pasukan tambahan akan datang dan membantu pergerakan kalian" perintah Dafa pada anak buahnya
"Baiklah, kami jalan dulu, semoga usaha kita hari ini berhasil. Tetap waspada dan jaga diri baik-baik" ucap Tama menepuk bahu Dafa dan mulai berjalan menuju markas musuh
Dafa kini menyusuri hutan lebat diikuti pasukannya
"Kita berhenti sejenak, sekitar 1 kilometer lagi kita sampai di telaga yang kita tuju. Tetap awasi setiap yang mencurigakan di hutan ini" ucap Dafa memerintahkan pasukannya
Sementara Tama kini telah berjarak tidak terlalu jauh dari markas. Tama terus saja memantau pergerakan musuh dengan teropong nya
"Pasukan semuanya menyebar, kuasai setiap sudut" perintah Tama pada anak buahnya
"Siapkan sniper urnuk melindungi saya dan beberapa pasukan ikuti saja. Kalian pasanglah bom di setiap sudut, sedangkan saya akan masuk kedalam untuk memasang bom"
"Siap laksanakan" ucap para prajurit serentak
"Baik, bila ada pergerakan, kasih kode"
Dafa kembali melanjutkan perjalanannya dengan 10 prajurit yang berjalan dibelakangnya. Setelah tiba di telaga yang dimaksud, terlihat 10 prajurit yang tergeletak bersimbah darah dengan luka tembak di tubuh mereka. Para prajurit melihat darah dimana-mana, mayat tanpa busana hingga wajah mereka tidak bisa dikenali lagi
"Lettu, masih ada 3 prajurit yang bernafas" lapor salah satu prajurit
Dafa segera berlari dan memeriksa para prajurit yang masih bernafas, hanya saja denyut nadi mereka semakin melemah
"Lapor komandan, kami telah sampai di lokasi tempat ditemukannya para prajurit yang hilang. Masih ada 3 prajurit yang bernafas disini"
"Baiklah, bantuan akan segera datang kesana" balas komandan.
Para prajurit menahan air matanya melihat teman-teman mereka yang telah gugur dengan kondisi yang mengenaskan. Terhitung ada 7 prajurit yang telah gugur, 3 prajurit masih bernafas, dan 10 prajurit sisanya belum ditemukan.
"Dika, Raka, dan Gama, syukurlah kalian masih bernafas. Tapi dimana Vian? Mengapa dia tidak ada bersama kalian" batin Dafa membantu mengangkat ketiga teman dekatnya menuju helikopter. Para prajurit yang gugur juga telah diangkut kedalam helikopter kembali ke kota
"Lettu, berhubung evakuasi para prajurit yang gugur telah selesai, sebaiknya kita segera menyusul Letda Tama untuk menangkap ketua dari kelompok gerakan separatis itu. TNI AL yang akan melanjutkan pencarian korban di telaga ini karena telaga ini terhubung langsung dengan laut" ucap sersan Denis
"Baiklah, siapkan senjata kalian, kita akan menyusul kesana"
Dafa dan pasukannya segera menaiki helikopter yang akan membawa mereka ke tempat dimana markas musuh telah terlihat
Dooor..
Dooor..
Dooor.....
"Aargghhh."
Merasa ada celah yang terlihat, Tama segera berlari masuk kedalam markas sambil menebak ke segala arah
"Angkat tangan!!!" ucap salah satu anggota yang menodongkan senapannya pada Tama yang baru saja masuk.
Tama mengangkat tangannya dan saat melihat kode dari pasukannya, Tama menarik sudut bibirnya untuk tersenyum
"Kita bersenang-senang"
Dooor..
Dooor..
Dooor
Suara tembakan diarahkan pada titik tertentu sehingga para musuh yang kaget langsung berdiri dan meraih senapan mereka
Tama menendang perut lawan sehingga senjatanya jatuh ke lantai dan Tama langsung merebutnya
Dooor...
Dooor..
Dooor...
Tama menembaki satu persatu lawan yang berusaha melindungi pimpinan mereka. Para pasukan yang telah selesai memberantas musuh di depan segera masuk kedalam markas dan ikut membantu Tama menyerang pada musuh
"Jatuhkan senjata kalian sebelum kuledakkan tempat ini" Ancam Tigris
Para prajurit berhenti menembaki dan menatap Tigris dengan tatapan tajam
"Silahkan saja, ledakan tempat ini" ucap Dafa yang baru saja datang. Dafa memberi kode pada pasukannya untuk tetap tenang mendengar ucapannya
__ADS_1
"Hahaha, apa kau tidak takut mati terpanggang disini"
"Jika aku terpanggang, maka kau juga akan terpanggang sama sepertiku"
"Kalian membuatku geram" kesal Tigris dan mulai menyerang para prajurit. Para prajurit melepaskan senjata mereka dan terlibat baku hantam dengan para musuh yang ikut membantu pimpinan mereka
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Berkali-kali Dafa membogem mentah Tigris hingga Tigris merengang kesakitan. Tigris yang masih kuat melawan berusaha bangkit dan kembali melawan Dafa seorang diri. Dafa dengan lihai menghindar dan membalas bogem mentah yang diberikan Tigris padanya
"Menyerahlah... "
"Aku tidak akan menyerah dengan prajurit lemah seperti kalian" geram Tigris kembali bangkit dan kembali menyerang
Tama juga turut membantu Dafa untuk melumpuhkan Tigris yang semakin brutal
Bugh...
Bugh..
Bugh...
Semua Anggota Tigris telah berhasil dilumpuhkan, Tigris yang tidak kuat lagi menahan berbagai hantaman ditubuhnya ambruk dengan wajah yang penuh luka
"Jangan mendekat, atau kuledakkan tempat ini" ucap Tigris yang tidak bisa bangun lagi
"Silahkan saja, ledakkan tempat ini"
Tigris segera menekan tombol di remot kontrol untuk meledakkan markasnya
"Hahahaha, tinggal 5 detik lagi, kita akan meregang nyawa bersama. Jika aku kalah, kalian juga tidak bisa menang dariku"
Para prajurit mulai takut melihat waktu yang terus terhitung mundur dari remot kontrol tersebut. Dafa kembali memberi kode pada pasukannya untuk tetap tenang.
"Tiga... Dua.... Satu... Tittt" jeda yang cukup panjang namun bom yang dimaksud belum juga meledak
"Gawat, kenapa bisa begini" ucap Tigris sambil terus menekan tombol di remot kontrolnya. Tigris yang kesal karena bom gak kunjung meledak membanting keras remot kontrolnya dan berusaha mundur melihat para prajurit yang maju sambil mengarahkan senjatanya kearahnya
"Menyerahlah, dengan menyerah negara akan mengurangi hukuman kamu" teriak Dafa
"Hahhah, aku tidak akan menyerah untuk menghancurkan negara ini. Aku akan tetap membuat perubahan demi negeri ini"
"Perubahan yang kau maksud justru akan menghancurkan negeri ini"
"Hahha, aku senang jika negeri ini hancur, itulah impian kami sejak lama. Bergabunglah dengan kelompok kami, prajurit tangguh seperti kalian akan sangat mudah untuk melawan negara ini"
"Kalian sudah melewati batas!!!! "
Dafa langsung mengarahkan senapannya dan menarik pelatuknya
"Ini untuk negara yang ingin kau hancurkan"
Dooor.... Dafa menembakkan pelurunya ke perut Tigris hingga Tigris tersungkur ke tanah
"Ini untuk masyarakat yang ketakutan dan kehilangan keluarga mereka akibat ulah kalian"
Dooor..... Tama menembak tepat di dada Tigris hingga darah menyembur keluar
"Dan ini untuk teman-teman kami yang kau habisi secara brutal. Nyawa dibalas dengan nyawa"
Door... Tembakan terakhir yang dilakukan Dafa berhasil menembus otak Tigris hingga Tigris menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata yang masih melotot
Para prajurit segera berlari keluar markas agar bom yang mereka pasang bisa meledakkan semua sarang musuh
Booom..
Booom..
Booom...
Suara ledakkan kian mengeraskan, hingga satu persatu sarang musuh telah hancur...
Booom...
Ledakan terakhir kembali membuat markas musuh hancur dan dilahap si jago merah. Dafa dan pasukannya segera berlari meninggalkan markas musuh yang telah hancur
Bersambung........
__ADS_1