
Sering berjalannya waktu, Hana mulai melangkah maju dan terus berusaha mengikhlaskan kepergian kedua orang tuanya. Hana yang sering merasa sendiri dan selalu saja kesepian kini telah berubah menjadi hana yang lebih ceria. Hana mulai mendapatkan senyuman kebahagiaan yang selama ini telah hilang darinya sejak adanya Vian yang selalu menemaninya.
"Han, kok senyum-senyum sendiri. Lagi mikirin kak Vian yah" Goda Mia
"Ehh apaaan sih Mia, aku hanya terseyum mengingat jika restoran kita beberapa hari ini ramai' sangkal Hana
"kau tak pandai berbohong padaku Han. Jadi katakanlah siapa yang sedang kau pikiran. Apakah itu kak Vian"Tebak Mia. Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya
"Sudah kuduga. Mengapa kau memikirkannya? Apakah kau menyukai kau Vian"
"Entahlah Mia, aku juga bingung. Terdapat desiran aneh dihatiku saat bersamanya. Dia selalu mengajarkanku untuk menjadi lebih baik" Ucap Hana tersenyum
"Lalu, bagaimana jika kak Vian juga menyukaimu? "
"Sepertinya tidak Mia. Aku bukanlah wanita yang baik untuk kak Vian. Kak vian selalu saja menjaga dan menasehati ku dengan baik. Tapi aku selalu saja merepotkannya dan aku tak bisa membalas kebaikannya" Ucap Hana sambil menggelengkan kepalanya
"Mungkin kenyataannya tidak seprti itu Hana"
"Tidak Mia, aku memang tidak pantas mendapatkan cinta dari kak Vian. Dan jika memang benar aku memiliki perasaan padanya, biarlah kupendam sendiri dalam hatiku" Ucap Hana berjalan meninggalkan ruang kerjanya
"Kurahap kak vian adalah yang terbaik untukmu. Kuharap dia bisa mengobati luka hatimu yang masih sangat membekas" Batin Mia menatap punggung Hana yang hilang di balik pintu
***********
"Mau kemana Vian? Kok buru-buru banget?" Tanya Dika
__ADS_1
"Aku akan ke restoran Hana"
"Ke restoran Hana, mau ngapain?" Vian tersenyum kemudian merogoh saku celananya dan menujukan kotak merah dengan cincin emas didalamnya
"Kau akan melamarnya?" Tanya Dika antusias dan Vian yang tersenyum sumringah
"Aku sudah tidak tahan merendam perasaan ini Dika. Selama aku bersamanya, aku belajar banyak hal dalam hidup ini. Dia selalu berhasil menguasai hatiku, dia selalu hadir sebelum tidur dan disaat aku terlelap. Dengan mudahnya dia membuatku melupakan Asti dalam 2 bulan. Aku sangat mencintainya, kumohon doakan aku agar kisah cintaku berhasil kali ini" Ucap Vian
"Aku selalu mendukungmu sobat, semoga kau berhasil kali ini ya" Ucap Dika memeluk Vian
"Terimakasih Dika,Kau memang sahabat terbaikku. Aku pamit ya, assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, semoga sukses" Vian tersenyum dan melajukan motornya
"VIAN.... TUNGGU.. " Teriak Dafa yang mendengar ucapan Vian dan Dika barusan. Dafa yang akan mengejar Vian terhenti karena Dafa mencegah tangannya
"Aku yang seharusnya bertanya begitu padamu. Mau apa kamu memanggil Vian?"
"Aku tidak akan membiarkan jika Vian menikahi Hana. Aku belum bisa membayar setiap kebaikan Hana dan orang tuanya"
"Jika kau ingin Hana bahagia, jangan hancurkan hidupnya. Jangan ganggu kebahagiaan dan kebersamaan Hana bersama Vian. Biarlah Hana bahagia dengan lelaki yang tulus mencintainya. Pikirkan itu baik-baik" Jawab Dika berjalan meninggalkan Dafa yang mematung di tempat
"Dia benar" lirih Dafa menghembuskan nafas kasar
Vian yang telah sampai di restoran Hana tersenyum dan beranjak masuk menenemui Hana. Saat membuka pintu Vian langsung berpapasan dengan Hana yang juga menuju pintu untuk keluar
__ADS_1
Deg
"Ya Allah" Batin Hana memegang dadanya yang berdebar-debar. Vian tersenyum dan berjalan mendekati Hana
"Adek, kakak ingin menunjukkan sesuatu kepada adek. Kakak nggak berharap adek setuju, tapi dengarkanlah ucapan kakak" Pinta Vian menggengam kedua tangan Hana yang langsung mendapat tatapan berbinar dari para pengunjung
Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya menyetujui Ucapan Vian. Vian tersenyum dan berlutut dihadapan Hana lalu menunjukan kotak merah kecil berisi cincin emas ditangannya
"Hana Mutya Rahmatika, maukah kau menikah denganku" para pengunjung mulai heboh mendegar ucapan Vian, sedangkan Hana merasa ada sesuatu dalam hatinya
"Tapi kakak, aku bukanlah wanita yang baik untuk kakak. Kakak bisa menemukan wanita yang jauh lebih baik dibanding adek diluar sana. Katakan Alasan kakak ingin mengajak adek ke jenjang pernikahan?" Tanya Hana
Vian tersenyum lalu menjawab
"Kakak cinta sama adek, bagi kakak adek wanita yang terbaik dan sangat berharga dihidup kakak. Adek mungkin berpikir jika adek bukanlah wanita yang baik untuk kakak, tapi ketahuilah dek, siapapun yang memiliki adek, dia adalah pria yang paling beruntung di dunia ini. Jika adek msih berpikir demikian, kakak akan berusaha membimbing adek kejalan yang lebih baik dan diridhoi oleh Allah. Kakak akan menjaga adek sepenuh hati meskipun orang berkata jika kakak adalah orang bodoh yang mau menerima wanita seperti adek. Maukah adek menikah denganku dan menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anakku?" Ucap Vian kembali berlutut
"Ayoo Bos, terimalah" Ucap Lita yang ikut mengamati adegan indah di depannya
"Ayo nona Terima lah" Ucap salah satu pengunjung
"Terima.. Terima.. Terima.." sorakan Para pengunjung yang mendukung ucapan Vian
Hana tersenyum bahagia dan dengan ucapan Bismillah
"Aku siap menikah dengan mu wahai prajurit impikanku"
__ADS_1
Bersambung.....