
"Saya disini mengumpulkan kalian untuk mulai memberantas gerakan separatis yang kembali membuat ketakutan di masyarakat. Menurut informasi dari pusat, gerakan ini berhasil menculik dan membunuh salah satu pimpinan yang bekerja di markas ini. Untuk itu, kalian dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyisir area hutan yang diketahui sering terlihat salah satu anggota dari separatis. TNI AU juga akan membantu kalian untuk menyisir area hutan dari atas"
"Siap laksanakan" jawab seluruh prajurit.
Pasukan yang dipimpin Cobra, Anaconda, dan piton mulai melebar dan menyusuri hutan yang cukup lebar dengan banyak binatang buas didalamnya
"Lapor, ada jejak ban ditengah hutan yang mengarah bagian selatan" lapor anaconda melalui earpeace nya
"Hutan sangat lebat dari atas sini lettu, kerahkan pasukan yang kau pimpin untuk mengikuti jejak ban itu. Tetaplah waspada karena bahaya selalu menguntai dimanapun"
"Siap laksanakan" ucap Anaconda memerintahkan pasukannya untuk mengikutinya menyisir area hutan
*********
"Hana, ada apa?" tanya Mia yang duduk disamping Hana
"Sudah 5 hari semenjak bang Vian pergi, bang Vian sama sekali belum memberiku kabar" ucap Hana pelan
"Mungkin disana sinyalnya tidak bagus, jadinya Vian belum bisa menghubungimu"
"Tapi Mia"
"Aku mengerti perasaanmu Hana, aku juga sampai sekarang belum menerima kabar sedikitpun dari bang dika. Tapi kita harus tetap berpikir positif dan teruslah berdoa demi ketenangan hati kita" ucap Mia menepuk bahu Hana
"Sekarang ikut aku yah, kita jalan-jalan keliling kota. Mungkin dengan jalan-jalan bisa menenangkan pikiran kita"
"Baiklah Mia, aku kunci rumah dulu yah" Hana beranjak mengunci pintu dan mulai mengikuti Mia yang akan mengelilingi kota
*******
Vian dan pasukannya telah sampai di sebuah telaga yang langsung mengarah kearah laut
"Tempat yang indah, akan kuajak istriku ke sini nanti" ucap Raka antusias
"Boleh, tapi sebelum mengajak istrimu kesini, kita pastikan dulu apakah tempat ini aman atau sebaliknya"
"Siap laksanakan" ucap para perwira dan mulai melebar untuk mencari sesuatu yang berkaitan dengan anggota gerakan separatis tersebut
"Sepertinya telaga ini aman lettu"
"Baiklah, kita menyabar kearah selatan ,aku baru saja menerima laporan jika di arah selatan hutan terdapat sebuah gubuk yang sepertinya mencurigakan"
"Baik" para prajurit kembali memasang senjata sambil mengikuti langkah Vian yang memimpin mereka.
Booom....
Vian dan anggotanya yang tidak menyadari ada bom didekat mereka terhempas dan terpelanting cukup keras
"Waspada"
Door...
Door..
__ADS_1
Door...
Para prajurit terlihat baku tembak dengan beberapa kelompok bersenjata yang bersembunyi di balik gubuk.
Vian yang mengantam batu cukup keras saat terkena ledakan bom tadi berusaha bangkit dan mulai menyerang sniper yang bersembunyi diatas pohon
Door...
Door...
Door...
Sniper yang bersembunyi diatas pohon jatuh dan tewas seketika ketika timah panas berhasil menebus jantungnya
Setelah melumpuhkan kelompok yang menyerang mereka di luar, Vian dan pasukannya segera memasuki gubuk yang cukup kecil di depan mereka
"Lettu, sepertinya tidak ada sesuatu yang mencurigakan di gubuk kumuh ini"
Vian yang berdiri diatas karpet merasa curiga dan langsung membuka karpet tersebut
"Ada pintu ruang bawah tahan disini" ucap Vian dan langsung didekati oleh para anggotanya.
Vian turun ke bawah sambil mengendap-endap dengan senjata ditangannya untuk menghabisi musuh. Bau amis darah menyeruak di penjuru ruangan bawah tanah sehingga para prajurit menutupi wajah mereka dengan masker
Karena merasa ruangan bawah tanah yang sepertinya sangat besar, Vian membagi formasi timnya untuk menguasai setiap sudut ruangan
Saat Vian berbelok di sebuah penjuru ruangan, dari ujung terlihat salah satu anggota bersenjata menenteng laras panjang yang langsung diarahkan padanya
Vian yang melihat pasukannya memberikan sebuah kode untuk menyergap anggota tersebut tersenyum smirk dan langsung mengangkat tangan
Bugh....
Dooor..
Timah panas langsung menembus perut anggota tersebut sehingga dia jatuh dan tewas seketika. Vian mengacungkan jempol pada pasukannya dan mulai berjalan menyusuri setiap sudut ruangan
Vian yang mendengar suara ada dalam suatu ruangan, langsung membuka paksa ruangan dan terkejut mendapati banyaknya mayat yang tergantung diatap dengan seorang lelaki yang duduk berpangku sebelah kakinya
"Ternyata keberanianmu tunggi juga yah" ucap lelaki tersebut
"Siapa kau?"
"Tidak penting jika kau tahu siapa aku"
Door..
Door..
Door
Terdengar jika para prajurit mulai menembaki satu persatu musuh yang menyerang mereka
"Anaconda ada didalam. Cepat berantas mereka dan segera menyusul anaconda"
__ADS_1
Para prajurit mengangguk dan mulai menembaki satu persatu musuh hingga mereka tersungkur dan tewas ditempat
"Aku ingin melihat seberapa kuatnya seorang tentara sepertimu, saat seperti ini yang saya tunggu- tunggu untuk beradu fisik denganmu" ucap Rigas yang meletakkan pistol disampingnya dan berjalan mendekati Vian.
Vian yang merasa tertantang meletakkan senapannya di lantai dan bersiap melawan salah satu pimpinan musuh didepannya
Rigas meloncat dan langsung menyerang vian dengan membabi buta. Vian yang pandai bela diri dengan mudah mengindari setiap serangan dan membalas menendang perut Rigas hingga dia terhuyung kebelakang
Bugh...
Prak...
Bugh.....
Vian kembali meninju wajah Rigas hingga hidungnya mengeluarkan darah
"Rupanya pukulanmu lumayan juga" ucap Rigas memegang dagunya dan kembali menyerang Vian
Bugh..
Prak...
"Arghhh " Rigas menendang perut dan kaki Vian yang langsung membuat Vian tergeletak di lantai
"Lettu..... " Teriak para prajurit yang siap menolong Vian
"Jangan mendekat, atau akan kuledakkan gubuk ini agar kita sama-sama terpangang didalamnya" Ancam Rigas
Melihat kode yang diberikan Vian, para anggota pasrah dan hanya bisa mengamati baku hantam didepan mereka
Rigas mengangkat kakinya bersiap menginjak Vian, namun Vian menahan kaki Rigas dan memutarnya sehingga Rigas kehilangan keseimbangan dan terbaring di lantai. Vian bergegas menindih tubuh Rigas dan membogem mentah setiap inci tubuh Rigas hingga babak belur
"Kau membuat darahku mendidih lettu" kesal Rigas berusaha mengangkat kakinya dan menendang perut Vian hingga Vian terhuyung kebelakang. Rigas segera berdiri dan menendang bagian bawah perut Vian sehingga Vian meregang kesakitan
"Hahaha, rasakan serangan balasan" ucap Rigas melihat wajah menderita Vian. Vian berusaha bangkit sambil menahan sakit dan berjalan mendekati Rigas
Bugh...
Bugh..
Prak....
Rigas kembali menendang dan membogem mentah tubuh Vian hingga Vian kembali tersungkur dan terbaring menahan sakit yang hebat di lantai. Rigas mengambil kesempatan menindih tubuh Vian dan kembali menyerang bagian tubuh Vian yang terasa sakit
Bugh...
Bugh..
Bugh....
"Aaargh... "
Bersambung....
__ADS_1