Satu Nama Dihati Sang Prajurit

Satu Nama Dihati Sang Prajurit
BAB 78. Tarik Tambang


__ADS_3

Sekarang tengah berlangsung lomba tarik tambang kelompok ibu-ibu persit antar pleton. Setelah 30 menit lomba berlangsung, terdapat 4 pleton yang berhasil memasuki seperempat final diantaranya pleton 3 kompi A yang diketuai Bu Salma, pleton 2 kompi B yang diketuai Hana, pleton 1 kompi B yang diketuai sisil, dan pleton 1 kompi A yang diketuai Mia.


Anggota sisil dan Mia kini tengah bertanding untuk beradu siapa yang paling kuat diantara kedua kelompok tersebut


"Tarik.... " seru Sisil pada anggotanya


"Jangan mau kalah, ayo tarik lagi" perintah Mia yang kembali menarik mengerahkan semua tenaganya. Karena anggotanya sisil yang mulai melemah, kelompok Mia kembali mengambil kesempatan dengan menarik lebih keras sehingga sisil melewati garis dan anggotanya terjatuh karena tertarik ke depan


"Yeahh" seru Mia pada anggotanya.


Sisil berjalan mendekati Mia untuk mengucapkan selamat padanya


"Selamat yah, kuakui tenaga kalian jauh lebih kuat daripada kami"


"Terimakasih Sisil, kalah dan menang itu memang biasa dalam pertandingan. Tapi masih ada kesempatan untuk kalian mendapatkan juara tiga"


"Ohh iya yah, aku dan akan berusaha untuk meraih juara ke tiga" seru Sisil antusias


"Pertandingan akan dilakukan oleh 2 pleton yang tersisah yakni pleton 3 kompi A dan pleton 2 kompi B. Kepada anggota masing-masing peleton dipersilahkan untuk memasuki area pertandingan" Ujar Bu Danyon


"Ayo semangat Hana, semoga kau masuk final dan mengalahkan Mia"


"Hahahha rupanya ada yang dendam"


"Aku tidak dendam tahu, aku hanya ingin mendukung Hana untuk melawanmu. Jika aku kalah, maka Hana harus menang darimu"


"Hahaha baiklah, silahkan maju Hana" ucap Mia mempersilahkan Hana untuk memasuki area pertandingan. Sebelum memulai pertandingan, Hana segera berdiskusi dengan anggota kelompoknya


"Pleton 2 kompi B, bisa bisa bisa" seru para ibu-ibu serentak dan mulai memegang tali bersiap untuk memulai lomba.


Bu Salma yang berada di barisan paling depan menatap tajam ke arah Hana, Hana yang juga berada di barisan paling depan membalas tatapan tajam Bu Salma dengan tatapan yang jauh lebih tajam


"Wah lombanya bahkan belum dimulai, tapi sudah tercipta ketegangan diantara kedua kelompok" ucap komandan batalyon yang ikut mengamati perlombaan


"Lihatlah Vian, istrimu yang manis kini telah berubah menjadi elang yang siap memangsa"

__ADS_1


"Kau benar dika, tatapan matanya bisa saja melenyapkan orang jika setajam itu" balas Vian terus mengamati Hana


"Tiga.. Dua.. Satu" komandan batalyon menembak ke udara tanda lomba sudah dimulai. Hana dan anggotanya kembali menarik sekuat tenaga


"Ayo ibu-ibu tarik lebih keras" ucap bu Iwan yang berada di belakang Hana


"Jangan mau kalah, ayo tarik lebih keras lagi" seru Bu Salma pada anggotanya. Bu Salma dan anggotanya yang memiliki tubuh sedikit gemuk menarik tali sekuat mungkin sehingga anggotanya Hana semakin lemah


"Aku sudah tidak kuat"


"Bertahan bu susi" pinta Bu Iwan. Anggotanya Hana yang mulai kelahan membuat Hana perlahan-lahan tertarik kedepan dan sedikit lagi akan menyentuh garis. Bu Salma yang melihat kelelahan anggota musuhnya tersenyum smirk melihat wajah Hana. Hana beralih menatap bu Salma dan membalas senyuman bu Salma dengan senyuman yang tak kalah licik


"Ayo sayang, tarik lebih keras" ucap Vian menyemangati Hana dari pinggir lapangan


"Ayo teman-teman, tarik lebih keras lagi. Jika kita gagal, tidak apa-apa yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin" ucap Hana lembut agar anggota timnya tidak tertekan dan menyalahkan satu sama lain


"Ayo ibu-ibu, aku percaya pada kalian, pleton 2 kompi B"


"BISA.. BISA.. BISA.." seru ibu-ibu pleton 2 antusias dan kembali menarik tali yang mereka gengam.


"Sedikit lagi ibu-ibu" ucap bu Iwan menyemangati teman-temannya. Para ibu-ibu mengangguk dan mengerahkan semua tenaga mereka untuk menarik tali. Bu Salma dan anggotanya yang mulai kelelahan perlahan maju dan tertarik ke depan


"Aaaaaaa" Teriak Bu Salma saat menginjak garis dan teman-temannya yang jatuh menimpanya karena tertarik kedepan


"Yeeeahh kita menang" ucap Bu Iwan bahagia dan mulai memeluk rekan-rekan setimnya. Ibu-ibu pleton 2 mulai menyanyikan yel-yel mereka


"Wah semangat yang luar biasa ditunjukan oleh pleton 2 kompi B. Namun sayang sekali pleton 3 kompi A harus menerima kekalahan dari juara bertahan"


Bu Salma yang merasa malu segera bangkit dan mulai memarahi anggotanya


"Kalian ini punya tenaga nggak sih. Masa cuman narik tali aja nggak bisa. Badan aja gede, tapi narik tali aja nggak bisa. Memang tidak berguna" geram Salma dan berjalan meninggalkan lapangan dengan penuh kekesalan


Pertandingan selanjutnya adalah penentuan juara antara pleton 2 kompi B dan pleton 1 kompi A. Hana dan timnya telah bersiap dengan memegang erat tali yang akan menentukan kemenangan


Pertandingan pun dimulai, Hana dan Mia sama-sama mengerahkan tenanga mereka

__ADS_1


"Ayo teman-temann, tarik lebih keras lagi" ucap Mia pada timnya


"Ayo sayang, kalahkan Hana" ucap Dika menyemangati Mia dari pinggir lapangan


"Ayo sayang semangat, menang atau kalah abang tetap mendukungmu" ucap Vian ikut menyemangati Hana. Hana melirik kearah vian dan tersenyum manis padanya


"Pleton 2 kompi B" seru Hana pada rekan setimnya


"Bisa.. Bisa.. Bisa.. " seru anggota Hana dan mulai menambah kekuatan mereka


"Ayo teman-teman, tinggal sedikit lagi" ucap Bu Iwan yang diangguki teman-temannya. Mereka menambah kekuatan mereka membuat kelompok Mia kewalahan dan terjatuh karena tidak kuat lagi menarik tali


"Yeeahhhh" seru anggota Hana dan mereka mulai melakukan tos kemenangan


"Wah hebat sekali, pertandingan seru ini kembali dimenangkan oleh ibu-ibu tangguh pleton 2 kompi B. Dan untuk yang kalah, jangan berkecil hati, tingkatkan usaha kalian agar bisa meraih hasil yang terbaik. Selamat untuk para pemenang"


"Wah hebat Hana, kau menang" ucap Sisil antusias memeluk Hana


"Iyah, sil alhamdulillah. Ini semua berkat kerja sama tim kami. Ngomong-ngomong bagaimana dengan pleton mu?"


"Kami meraih juara ketiga setelah mengalahkan kelompok bu Salma tadi, aku sangat bahagia" Hana menepuk bahu Sisil sambil tersenyum dan berjalan mendekati Mia


"Kita bersaing lagi di tahun depan. Tetap semangat yah"


"Hahhah siap Hana, meskipun hanya meraih juara ke 2, aku bangga pada teman-temanku yang sudah sampai sejauh ini. Kita akan bersaing lagi di waktu yang akan datang, dan aku akan mengalahkan juara bertahan tahun ini nanti" ucap Mia memeluk Hana


"Baiklah, akan ku tunggu perjuanganmu nanti. Ayo kita ke tempat pembagian hadiah. Sepertinya acara pembagiannya sudah dimulai"


"Ayo" seru Mia berjalan disamping Hana.


Hana yang tengah menunggu pemberian hadiah perlombaan tersenyum saat melihat Vian ada disampingnya


Anggota Hana sangat senang saat menerima hadiah kemenangan mereka


"Semua ini berkat kerja sama kita, aku sangat senang dengan adanya bu Vian di dalam anggota kita" seru Bu Iwan pada teman-temannya

__ADS_1


"Pleton kita berhak menerima kemenangan dan itu semua karena kalian. Tanpa kalian kita tidak akan meraih kemenangan seperti saat ini" ucap Hana dan mulai melakukan tos bersama teman-temannya


Bersambung......


__ADS_2